Raih 25 Persen Hasil Survei Pilkada Sumbar, Mahyeldi-Audy Disebut Calon yang Merakyat

Data terbaru Voxpol Center menunjukkan persepsi masyarakat Sumatera Barat terhadap kandidat calon Gubernur dan Wakil Gubernur menempatkan Mahyeldi-Audy Joinaldy sebagai sosok pemimpin yang paling sederhana dan merakyat dibandingkan dengan kandidat lainnya.

Mahyeldi-Audy mendapat raihan persentase sebesar 25,0 persen, disusul Nasrul Abit-Indra Catri sebesar 23,0 persen, Mulyadi-Ali Mukni dengan persentase sebesar 21,4 persen, dan Fakhrizal-Genius Umar dengan perolehan sebesar 5,6 persen, sementara yang masih merahasiakan jawaban 10,9 persen dan tidak tahu tidak menjawab 14,1 persen.

“Bahkan Mahyeldi Calon Gubernur Sumbar disebut paling miskin. Hal tersebut tertuang pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari masing-masing calon yang diakses dari situs KPK, Rabu (9/9/2020). Dari laporan tersebut, calon gubernur Sumbar yang paling miskin adalah Mahyeldi,” kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago dalam rilisnya, Rabu (25/11/2020).

Dari data di atas, lanjut Pangi menunjukkan bahwa pasangan Mahyeldi-Audy Joinaldy punya kans mendapatkan simpati dan dukungan yang lebih luas dari segmen pemilih Sumatera Barat, itu artinya pasangan ini punya kesempatan yang lebih besar memenangkan kontestasi elektoral pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat pada tanggal 9 Desember mendatang.

“Faktor kesederhanaan menjadi salah-satu alasan utama rakyat mencintai para pemimpinnya, pemimpin sederhana dipandang dekat dan perhatian pada rakyat, dianggap turut merasakan apa yang dirasakan oleh rakyat dan pemimpin yang keberpihakannya jelas, mendahulukan kepentingan rakyat dalam mencari solusi dan jalan keluar dari setiap persoalan yang dihadapi,” jelasnya.

Namun sebaliknya, Pangi menyebutkan pemimpin yang bermewah-mewahan di tengah situasi penderitaan rakyat akan melukai perasaan rakyat, pemimpin yang berjarak dengan rakyatnya akan menumpulkan empati, ujungnya mengesampingkan kehendak rakyat yang tercermin dari kebijakan yang tidak memihak pada kehendak rakyat, bahkan dalam banyak situasi rakyat harus menelan pil pahit menjadi korban kebijakan pemerintah yang tidak memihak pada rakyat kecil.

“Menjadi pemilih harus cerdas, karena biasanya menjelang pemilihan umum (pilkada) para “pemburu” kekuasaan akan datang mengiba kepada rakyat dengan berbagai macam model pencitraan dengan satu tujuan, yakni mendapatkan simpati,” pungkasnya.

Oleh karena itu, Pangi menyarankan agar pemilih berhati-hati dan bisa menilai mana calon pemimpin yang benar-benar tampil sederhana apa adanya atau hanya sekedar topeng pencitraan, rekam jejak calon pemimpin menjadi salah satu faktor kunci.

Perlu diketahui, Survei Voxpol Center Research and Consulting terkait Pilgub Sumbar 2020 dilakukan dengan melibatkan 800 responden yang diambil secara proporsional berimbang antara laki-laki dan perempuan dalam rentang waktu 10 hari, yakni pada 2 hingga 12 November 2020.

Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan toleransi kesalahan atau margin of error kurang lebih sebesar 3,47 persen dengan tingkat kepercayaan atau level of confidence 95 persen, dilakukan quality control sebanyak 20 persen. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap (face to face) oleh surveyor profesional menggunakan kuesioner.

Banjir Terjang Sejumlah Lokasi di Padang

PADANG – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Barlius mengatakan curah hujan yang tinggi di daerah itu membuat sejumlah lokasi mengalami banjir.

“Sejumlah lokasi, seperti kawasan Alai, Mata Air dan lokasi yang sudah langganan banjir ketika hujan deras dalam waktu yang cukup lama,” kata dia di Padang, Senin (23/11).

Menurut dia banjir memang terjadi akibat curah hujan yang tinggi di daerah itu sejak Senin siang. “Ini dampak dari La Nina yang membuat curah hujan tinggi di Kota Padang dan membuat banjir,” kata dia.

Personel Tim Reaksi Cepat BPBD Padang bersama instansi terkait turun ke lapangan melakukan pengawasan dan patroli jika masyarakat membutuhkan bantuan.

“Sejauh ini belum ada warga yang dievakuasi. Memang terjadi banjir yang membuat air masuk ke rumah warga,” kata dia

Sebelumnya hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak Senin (23/11) siang membuat kawasan Jundul Rawang, Kecamatan Padang Selatan, dilanda banjir.

Salah seorang warga Bobi mengatakan hujan deras terjadi sejak pukul 14.00 WIB hingga sore hari membuat kawasan pemukiman tersebut kebanjiran. “Jika hujan deras terus terjadi kemungkinan air akan semakin tinggi,” kata dia.

Banjir itu dimanfaatkan oleh anak-anak di pemukiman tersebut mandi-mandi di air keruh yang menggenangi kawasan tersebut.

Hal serupa juga terjadi di kawasan RSUD Padang. Jalur menuju rumah sakit khusus untuk penanganan Covid-19 tersebut sulit dilalui karena air meluber ke jalan akibat volume air yang tidak tertampung di saluran air.

Genangan air terjadi sejak sore dan terus meningkat pada malam hari. Akses jalan dari Bypass Kota Padang menuju RSUD Padang agak sulit dilalui pengendara bermotor karena genangan air.

Hal serupa juga terjadi dari arah Sungai Sarik menuju RSUD Padang, tepatnya di sekitar Komplek Berlindo Sungai Sapih menuju RSUD Padang digenangi air cukup tinggi.

Genangan air tersebut sulit dilalui yang membuat sejumlah pengendara mengurungkan niat melanjutkan perjalanan ke arah RSUD Padang.Sementara pengendara mobil juga memarkir kendaraan mereka karena khawatir terendam banjir jika melanjutkan perjalanan.

Hingga pukul 19.04 WIB curah hujam sudah berkurang, namun genangan air masih belum surut. Di jalur tersebut banyak kompleks perumahan dan membuat warga yang ingin pulang selepas beraktivitas seharian harus rela menunggu air surut. Ant/N-3.

Nelayan Sebut Selama Ini Banyak Bantuan Tidak Sesuai Kebutuhan, Nasrul Abit Beri Respon Ini

Selasa, 24 November 2020 12:31 WIB

Nasrul Abit menemui nelayan (Istimewa)

PADANG, — Calon Gubernur Sumatra Barat ( Sumbar ), Nasrul Abit , berdialog dengan nelayan se-Kota Padang di Rumah Perjuangan Relawan Raden Saleh, Selasa (24/11). Para nelayan itu menumpangkan harapan mereka kepada Nasrul Abit , yang juga anak nelayan dan tinggal di Pantai Air Haji, Pesisir Selatan, sewaktu dulu.

Menurut perwakilan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kota Padang, Herman, menyampaikan bahwa persoalan selama ini banyak bantuan untuk nelayan yang tidak sesuai dengan kebutuhan nelayan . Akibatnya, bantuan itu tidak dimanfaatkan oleh nelayan .

“Bantuan walaupun sedikit asalkan keinginan nelayan . Selama ini dinas tidak menyerap aspirasi nelayan yang akan dibantu sehingga bantuan tidak dipakai. Mereka butuh jaring, tetapi diberi mesin, tentu tidak nyambung,” tuturnya.

Ketua Nelayan Pasie Nan Tigo, Rusdi, mengatakan bahwa banyak persoalan nelayan yang harus diselesaikan. Misalnya, soal rumah tak layak huni, bantuan alat tangkap, dan pengurusan surat menyurat kapal.

“Kami berharap kepada Pak Nasrul Abit . Beliau anak nelayan tentu paham persoalan nelayan ,” ucapnya.

Juliadi, nelayan Bungus Teluk Kabung, juga berharap bantuan alat tangkap, seperti mesin tempel, jaring gambolo, dan jaring nilon, untuk menangkap ikan. Selain itu, dia ingin ada solusi dari sulitnya kepengurusan surat-menyurat kapal, khususnya untuk kapal 10 GT ke bawah.

“Kami nelayan kecil 10 GT ke bawah jangan sampai dipersulit. Harapan kami nelayan kami tumpangkan kepada Pak Nasrul Abit ,” ujarnya.

Setelah mendengar aspirasi para nelayan , Nasrul Abit berjanji menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut. Jika dia menjadi gubernur, Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, akan langsung datang ke Sumbar .

“Pak Edhy Prabowo sudah janji kepada saya. Beliau akan datang ke Sumbar begitu kami dilantik. Nanti, semua persoalan nelayan kita sampaikan kepada beliau. Kemudian, sektor kelautan menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Gubernur bisa langsung mengambil sikap terkait persoalan nelayan ,” ucapnya.

Nasrul Abit setuju bahwa bantuan harus sesuai keinginan nelayan . Sewaktu menjabat Bupati Pesisir Selatan, dia pernah menolak bantuan kapal dari pemerintah pusat karena tidak sesuai dengan kebutuhan nelayan setempat ketika itu.

“Saya tolak karena tak ada manfaatnya bagi nelayan . Untuk apa? Nelayan butuh jaring, tetapi dikasih kapal. Kan ndak nyambung. Maksud saya begini, kita bantu sesuai keinginan mereka,” tuturnya.

Adapun soal memberikan rumah layak huni kepada nelayan , Wakil Gubernur Sumbar yang sedang cuti pilkada itu mengatakan bahwa pemerintah provinsi di bawah Ditjen Perumahan sedang mendata rumah tak layak huni di Sumbar .

“Semua rumah didata, termasuk rumah nelayan . Dirjen Perumahan saat ini Pak Kalawi dan pernah di Pessel dulu. Orang Sumbar juga. Jadi, amanlah itu. Ada 41.000 keluarga nelayan di Sumbar yang harus kita perhatikan,” katanya.

Sengit, Solusi Persoalan UMKM dari Paslon Mulyadi-Ali Mukhni Disanggah Paslon Fakhrizal-Genius Umar

23 November 2020 23:01AM

– Debat pertama pasangan calon Cagub dan Cawagub Sumatra Barat digelar pada Senin (23/11) di Stasiun TVRI Sumatra Barat berlangsung sengit.

Pada segmen kedua debat publik tersebut, masing-masing paslon mendapatkan pertanyaan dari panelis mengenai persoalan pokok UMKM di Sumbar.

Paslon nomor urut 1 Mulyadi – Ali Mukhni mendapatkan pertanyaan dari panelis mengenai kesulitan UMKM untuk mendapatkan akses pasar sehingga menimbulkan dampak rendahnya pertumbuhan UMKM. Jika terpilih nanti, paslon nomor urut 1 akan menjalankan langkah konkrit seperti apa?

Menjawab pertanyaan panelis, Mulyadi mengatakan UMKM merupakan sektor usaha yang rentan sehingga harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.

“Langkahnya kita harus memberikan akses permodalan, perlindungan usaha, melakukan pengembangan pola kemitraan usaha besar dengan UMKM, dan melakukan pelatihan sehingga pelaku UMKM memiliki kemampuan dari aspek kewirausahaan,” katanya.

Kemudian, ia juga menjelaskan bagaimana langkah pemerintah dalam memastikan pengusaha mikro menjadi pengusaha menengah hingga besar. Menurutnya, pemerintah tidak hanya berfokus pada memperbanyak jumlah UMKM tapi juga memperbaiki kualitas UMKM itu sendiri.

“Pada kondisi Covid-19 saat ini kami sudah berkeliling dan mendapati UMKM sangat menderita sehingga kita harus melakukan proteksi tidak boleh membiarkan UMKM gulung tikar,” tegasnya.

Menanggapi jawaban Mulyadi, Genius Umar paslon dari nomor urut 3 menyanggah dengan bagaimana cara untuk merealisasikan langkah-langkah tersebut. Karena menurut Genius Umar UMKM saat ini selain cidera ditimpa Covid-19 juga memiliki masalah pokok yaitu modal.

“Uangnya dari mana? Kita memberikan akses permodalan yang dimiliki provinsi tentunya. Kita juga menerapkan pola kemitraan pengusaha besar wajib membina UMKM,” ujarnya.(*)

Warga Kota Padang Tetap Dilarang Adakan Pesta Pernikahan, Surat Edaran Wako Batal Dicabut Gara-gara Ini

Harianpauh5net.art.blog– Wali Kota Padang batal mencabut Surat Edaran Nomor: 870.743/BPBD-Pdg/X/2020 tentang larangan pesta perkawinan dan batasan bagi pelaku usaha hari ini, Senin (23/11/2020). Penyebabnya, pelaku usaha jasa pesta pernikahan sampai saat ini belum melaksanakan tes swab.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Padang, Hendri Septa mengatakan, sesuai komitmen Pemko Padang dengan Asosiasi Jasa Pesta (AJP) Padang pada Senin (9/11/2020) lalu, para pelaku usaha tersebut harus melakukan tes swab sebelum surat edaran larangan pesta pernikahan atau “baralek” tersebut dicabut.

“Namun, sampai saat ini, AJP Padang belum menyerahkan data anggotanya yang akan melakukan tes swab. Sampai sekarang kita belum terima. Kita komit,” ujar Hendri saat ditemui wartawan di Balai Kota.

Dengan demikian, lanjut dia, surat edaran larangan baralek tersebut masih berlaku. Artinya, sebelum surat edaran dicabut, masyarakat tetap dilarang melaksanakan pesta perkawinan.

Lebih lanjut, dia pun menyayangkan sikap AJP Padang itu. Hendri mempertanyakan komitmen AJP Padang untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 pada dua minggu lalu. Oleh karena itu, Pemko Padang pun meminta AJP Padang agar menyerahkan daftar anggotanya agar bisa dilakukan tes swab.

Kepada wartawan, Hendri menjelaskan, sebetulnya, Pemko Padang sudah menyiapkan surat edaran baru untuk mencabut surat edaran lama. Di surat edaran baru itu, warga Kota Padang diperbolehkan untuk menggelar baralek dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Namun, surat edaran tersebut batal ditandatangani.

“Saya sudah mau menandatanganinya tadi, tapi tidak jadi karena pelaku jasa pesta belum tes swab,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Bukan apa-apa, sebagai Plt Wali Kota, Hendri harus memikirkan kepentingan banyak pihak. Dia tidak ingin kasus Covid-19 mengalami peningkatan di Kota Padang. Dengan adanya tes swab bagi pelaku jasa pesta, diharapkan mereka benar-benar bebas Covid-19 saat memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga mengurangi potensi terjadinya penyebaran Covid-19.

Oleh karena itu, dia pun meminta AJP Padang untuk menyerahkan daftar nama anggotanya agar bisa dilakukan tes swab. Saat ditanya wartawan kapan surat edaran baru akan ditandatangani, Hendri mengatakan Pemko Padang menunggu tindak lanjut komitmen dari AJP Padang terlebih dahulu.

Sebelumnya, Pemko dan AJP Padang sepakat surat edaran larangan “baralek” berlaku selama dua minggu yakni 9-23 November 2020. Namun, karena ini, surat edaran tersebut batal dicabut. [

Datang ke Sumbar, Plt Ketum PPP Kobarkan Semangat Kemenangan untuk Pasangan Calon Mahyeldi – Audy Joinaldi

Minggu, 22 November 2020 21:41 WIB

Calon Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy berbincang dengan Plt Ketum PPP Suharso yang datang, Minggu (22/11/2020) (Ist)

-Dua pucuk pimpinan Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ) mendatangi Sumatera Barat. Kedatangan mereka tidak lain mengobarkan semangat perjuangan tim Mahyeldi – Audy Joinaldy untuk memenangi Pilkada Sumbar tahun 2020 ini.

Kedua pimpinan PPP ini adalah Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ) Suharso Monoarfa yang juga merupakan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) dan Sekjen DPP PPP Arsul Sani.

Suharso bersama rombongan tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Minggu (22/11/2020) sekitar 12.15 WIB. Setiba di Bandara mereka disambut oleh Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumbar, Audy Joinaldy , Ketua DPW Sumbar, Hariadi dan beberapa petinggi DPW Sumbar lainnya.

Bercengkrama sebentar, Audy bersama Suharso membahas tentang Pemenangan Mahyeldi- Audy Joinaldy dalam Pilgub Sumbar 2020.”Beliau sebagai ketua umum kita dari PPP akan membantu mengkampanyekan Sumbar dalam menyukseskan Pilkada Serentak 2020.

Kapasitas sebagai menteri Bappenas akan menjanjikan percepatan pembangunan seperti infrastruktur, pertanian, pendidikan, kesehatan dan pariwisata,” jelas Audy usai berbincang dengan SuharsoSebelum melanjutkan kegiatan, rombongan makan siang bersama di Lamunan Ombak, Ulak Karang Selatan.Kegiatan rombongan itu selanjutnya ialah mengadakan rapat Konsolidasi Daerah Pemenangan Pilkada Serentak 2020 di Pangeran Beach, Padang.

Angakatan 1992 Hanya Menang 1-0, Atas Angakatan 1997: Yang Di Cetak Oleh Well Asek

Minggu 22 November 2020 | 21:11 AM

Angakatan 1992 vs Angakatan 1997

Padang, Harianpauh5net.art.blog-Angakatan 1992 menuai kemenangan dari Angakatan 1997 di Kampung Dalam Kecamatan Pauh grup Liga IKA smp 14padang Minggu (22/11/2020) dengan skor yang kurang meyakinkan. Tetapi Angakatan tetap bersyukur karena timnya bisa meraih tiga angka Dari Angakatan 1997

Angakatan 1992 tersebut dibuat kerepotan oleh Angakatan 1997 yang bertindak sebagai tuan rumah. Pertahanan Angakatan 1997 sangat terorganisir sehingga barisan penyerang, mulai dari Nomor Punggung 10 , Nomor punggung 7, Dan Nomor Punggung 5 gagal mencetak gol.

Benar saja, tidak ada satupun nama pemain Angakatan 1992 di papan skor kendati mereka berhasil keluar sebagai pemenang. Skor 1-0 didapatkan gol oleh Well Asek dari di babak pertama, dan bertahan hingga akhir laga.

Sekarang 6 Poin yang Disyukuri oleh Angakatan 1992

Angakatan 1992 jelas khawatir karena timnya hanya mampu unggul satu gol di sepanjang pertandingan. Namun, ia tetap bersyukur karena kemenangan akan selalu bernilai enam poin berapapun skornya.

“Kami tidak bisa memanfaatkan peluang, sangat disayangkan. Angakatan 1997 mendapatkan satu peluang yang mengenai tiang gawang. Saat anda unggul 1-0, hal seperti ini bisa terjadi.

“Namun secara keseluruhan saya senang dengan permainan ini. Ini bukan permainan yang indah, tapi kami menginginkan enam poin dan kami berhasil mendapatkannya,” lanjutnya.

✍Afrizal khoto

Baca Juga:

Kota Padang

Liga IKA

Radarnetnews.blogspot.com

Bola net

Pauh

KOMENTAR

Berita TerkaitBola Indonesia

Persipura Dukung Langkah Todd Ferre Melanjutkan Karier di Thailand

Mulai Besok 23 November 2020, Masyarakat Kota Padang Boleh Gelar Baralek

Minggu 22 November 2020 | 16:13 wib

Masyarakat Kota Padang Boleh Gelar  Baralek

Padang, Harianpauh5net.art.blog– Masyarakat Kota Padang mulai besok 23 November 2020 diperbolehkan untuk menggelar pesta pernikahan. Hal tersebut sesuai dengan kesepakatan Pemko Padang dengan Asosiasi Jasa Pesta Padang (AJP) di mana surat edaran larangan tersebut berakhir hari ini, Minggu (22/11).

Asisten II Setdako Padang, Endrizal mengatakan larangan tersebut dicabut jika kasus Covid-19 di Kota Padang tidak meningkat dan tidak masuk ke dalam zona merah. “Jika tidak ada peningkatan dan tidak zona merah kemungkinan larangan tersebut dicabut dan akan diganti dengan surat edaran baru,” katanya.

Meski surat edaran Nomor: 870.743/BPBD-Pdg/X/2020 tentang larangan pesta perkawinan dan batasan bagi pelaku usaha yang diterbitkan pada 12 Oktober lalu itu akan dicabut, Endrizal tetap meminta warga Kota Padang untuk selalu disiplin dalam menjalankan prokes.

Ia juga menegaskan, Pemko Padang juga tak akan berhenti untuk tetap menegakan perda AKB tersebut dengan melibatkan Satpol PP Kota Padang. Endrizal juga mengingatkan, meski sudah diperbolehkan penyedia jasa pesta juga harus tetap disiplin dan menepati kesepatan yang telah disetujui beberapa waktu lalu.

“Sudah ada kesepakatan dan tetap harus disiplin. Meski sudah diperbolehkan tetap patuhi protokol kesehatan. Ya sesuai dengan kesepakatan antara Pemko Padang dan AJP pas audiensi kemarin,” terangnya.

Sebelumnya, Plt Wali Kota Padang, Hendri Septa saat melakukan kegiatan audiensi Wali Kota Padang dengan Asosiasi Jasa Pesta (AJP) mengatakan larangan pelaksanaan pesta pernikahan tetap akan diberlakukan selama dua pekan. Keputusan tersebut tetap diambil karena menimbang kasus penularan virus Corona di Kota Padang yang masih tinggi.(*)

Masyarakat Kota Padang Boleh Gelar Baralek

Update 21 November 2020: Bertambah 94 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 di Padang Jadi 9.158 orang

PADANG , Harainpauh5net.art.blog– Pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh di Kota Padang terus bertambah. Dinas Kesehatan Kota Padang merilis pada hari ini, Sabtu 21 November 2020 terdapat tambahan 94 kasus sembuh baru.

Kasus sembuh baru tersebut tersebar di 10 Kecamatan yakni, 11 kasus Padang Timur, 5 kasus Padang Utara,14 kasus Koto Tangah, 18 kasus Kuranji, 17 kasus Lubuk Begalung, 12 kasus Padang Barat, 4 kasus Nanggalo, 3 kasus Lubuk Kilangan, 10 kasus Pauh, dan 1 kasus di Kecamatan Padang Selatan.

Plt. Wali Kota Padang Hendri Septa mengatakan, terdapatnya penambahan 94 orang kasus sembuh baru tersebut, maka total kasus sembuh sampai hari ini berjumlah 9.158 atau sekitar 89,6 persen dari kasus terkonfirmasi positif sebanyak 10.219 orang.

Sementara untuk kelurahan, sambung Hendri, pada hari ini terdapat 7 kelurahan yang sudah bebas dari Covid-19 yakni, Air Manis, Bukit Gado-Gado, Lambung Bukit, Kapalo Koto, Purus, Baringin, dan Koto Pulai.

“Sekarang Kota Padang berada pada zona oranye. Jika tren perkembangan kasus sembuh terus meningkat, kita optimis Padang bisa masuk zona kuning bahkan sampai zona hijau,” ungkapnya.

Ditambahkan, untuk informasi kasus Covid-19 di Kota Padang dan penyebaran kasus di setiap kelurahan dan kecamatan dapat diakses melalui padang.go.id dan corona.padang.go.id. (*)

pemok Padang

Di Indonesia, Sumbar yang Pertama Membuka Pariwisata

Sabtu 21 November 2020 | 18:11AM

Harianpauh5net.art.blog

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengingat bahwa pada 1 Juli 2020 Sumbar telah membuka kembali pariwisata walaupun masih berstatus Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Bahkan di Indonesia, Sumbar yang pertama membuka pariwisata.

Irwan bercerita saat itu Gubernur Bali menelpon dirinya. Mempertanyakan cara membuka pariwisata ditengah pandemi. Lantas dia menyebutkan bahwa di Sumbar baik destinasi, pelaku yang terlibat dalam pariwisata diwajibkan swab Polymerase Chain Reaction (PCR).

“Begitu juga hotel-hotel diswab PCR, restoran-restoran pun demikian bahkan ini diwajibkan. Walaupun masa pandemi pariwisata di Sumbar tetap dijalankan,” ujar Irwan dalam kegiatan pariwisata award, baru-baru ini.

Sehingga kata Irwan, pelaku pariwisata di Sumbar yang ingin melayani wisatawan bisa tetap sehat dan untuk para pendatang juga sudah disiapkan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) swab PCR gratis. Dengan demikian mereka bisa berwisata dengan sehat, dan Sumbar bisa tetap produktif mendapatkan penghasilan.

“Jadi ekonomi bergerak, dan itu prinsip yang kita pakai di Sumbar hingga hari ini. Kita tidak meniru Jakarta dengan pendekatan PSBB walaupun sampai hari ini masih dilakukan PSBB transisi,” sebut Irwan.

Lebih lanjut, kata Irwan, di Sumbar sudah boleh keluar rumah, ke masjid, berwisata, berbisnis, berdagang usaha, dan lain sebagainya. Asalkan tetap mengikuti protokol kesehatan, pakai masker, tetap jaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

“InsyaAllah kita aman dari covid dan insayAllah tetap produktif sampai nanti datangnya vaksin. Sebelum datang (vaksin) kita tidak mampu merumahkan (masyarakat), minus resesi dan kita menghabiskan uang ratusan miliar,” ulas Irwan.

Disamping itu, sambung Irwan, adanya kegiatan pariwisata award agar pariwisata bisa tetap hidup dan jalan. Sehingga menggambarkan di Sumbar tetap masih membuka, menjalankan pariwisata walaupun dalam kondisi pandemi virus Corona atau Covid-19.

“Sehingga Sumbar termotivasi untuk memajukan pariwisata. InsyaAllah tetap berjalan walaupun dimasa pandemi,” kata kader Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) itu.

Selain tidak meliburkan sekolah, Pemerintah Provinsi Sumbar juga menyatakan tempat wisata tetap dibuka karena berdampak pada perekonomian masyarakat. Hanya saja, provinsi itu akan memperketat pengawasan bagi wisatawan yang datang dari luar daerah.

“Tempat wisata tadi kita sepakati tetap buka. Travel agen, hotel, tempat wisata yang berbayar kita minta bantuan biar bisa dicek dan didata ketika dia (pengunjung) panas langsung diproses,” kata Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno usai rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Istana Gubernuran, Senin (16/3/2020).

Apabila nanti kondisi sudah tidak bagus, kata Irwan, maka Bupati/Walikota bisa membuat tindakan untuk melakukan lockdown untuk destinasi wisata tersebut. Karena sesuai kesepatan rapat bahwa hal ini merupakan kewenangan yang diserahkan kepada Bupati/Walikota.

Kendati demikian, Irwan menegaskan, pihaknya tetap aktif karena kegiatan bersama Pemda hanya sekali ini dilakukan. Sebelumnya juga telah dilakukan rapat Covid-19 bersama Forkopinda, KKP, DPRD, Tenaga Kesehatan, bahkan rapatnya sudah dilalukan berkali-kali.

“Jadi kita ingin sampaikan kepada media harus profesional dan terukur. Jangan yang kena di Padang, yang dilockdown malah di Dharmasraya, Bukittinggi,” tegas Irwan.

Irwan pun menambahkan, wilayah Sumbar ini berbeda dengan Surabaya. Karena pengunjung yang masuk itu terbatas. Dari luar negeri hanya datang dari Malaysia. Penumpangnya pun juga tidak banyak karena negeri jiran sudah memiliki larangan ke luar negeri.

“Jadi tidak banyak walaupun ada warga Sumbar yang pulang ke rumah atau pulang kampung karena dari luar negeri hanya satu negara,” ulas Irwan. (*)

Mande Rubiah Doakan Perjalanan Nasrul Abit-Indra Catri Dimudahkan

Sabtu 21 November 2020 | 15:02

NasrulAbit / Indra Catri

PESISIR SELATAN—Calon Wakil Gubernur Sumatra Barat, Indra Catri, mengunjungi Rumah Gadang Mande Rubiah di Nagari Lunang, Kecamatan Lunang, Pesisir Selatan.

Kedatangan Indra Catri disambut ahli waris tahta Mande Rubiah ke VII. Dalam pertemuan tersebut, Indra Catri memohon doa dari Mande Rubiah terkait dengan pencalonannya bersama Nasrul Abit dalam Pilgub Sumbar .

“Semoga perjalanan Nasrul Abit-Indra Catri dimudahkan Allah,” kata Mande Rubiah, (13/11).
Mande Rubiah berpesan kepada Nasrul Abit dan Indra Catri jika menang pilkada untuk sering berkunjung ke Lunang dan Rumah Gadang Mande Rubiah.

“Sering-sering ke Lunang, sekaligus melihat kondisi masyarakat,” ujar Mande.
Indra Catri berterima kasih atas kemurahan hati Mande Rubiah telah mendoakannya. Dalam kunjungn itu, ia melihat koleksi yang dipajang di Rumah Gadang Mande Rubiah.
“Saya mohon doa restu.

Semoga perjalanan kita semua diberkahi Allah,” ucapnya.
Dalam sejarah Kerajaan Pagaruyung, Mande Rubiah dikisahkan sebagai anak keturunan raja pada abad ke-14 Masehi. Mandeh Rubiah hingga kini diyakini sebagai bukti sejarah dalam peradaban Minangkabau.

✍ Afrizal khoto

Selamat, Sumatera Barat Juara Umum MTQ Nasional 2020 Disusul DKI Jakarta dan Jawa Timur

Jum’at 20 November 2020| 22:11AM

Harianpauh5net.art.blog– Kafilah Provinsi Sumatera Barat keluar sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional 2020, setelah menempatkan sejumlah anggota kontingennya menjadi yang terbaik di nomor-nomor yang diperlombakan.

Dalam rangkaian acara penutupan MTQN 2020, di Masjid Raya Sumatera Barat, Sumbar, Jumat, 20 November 2020 malam, Sumbar menjadi yang terbaik diikuti berurutan juara dua kafilah dari DKI Jakarta dan juara tiga Jawa Timur.

Di rangking 4-10 berturut-turut ditempati kontingen Jawa Barat, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Banten, Riau, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan Barat.

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-28 digelar di Padang, Sumatera Barat, 12-21 November 2020 dalam situasi pandemi Covid-19.

Sebagai tuan rumah, kafilah Sumbar mampu keluar menjadi yang terbaik.

Menjadi tuan rumah bukan berarti membuat mudah menjadi juara umum dalam ajang MTQN. Terbukti pada pergelaran dua tahunan MTQN 2016 di NTB dan MTQN di Sumut, juara umum justru dari kafilah provinsi lain.

Keluar sebagai yang terbaik pada MTQN 2016 si NTB adalah kafilah Banten, diikuti DKI Jakarta dan Kepulauan Riau.

Kemudian pada MTQN 2018 di Sumatera Utara, DKI Jakarta keluar sebagai kampiun kompetisi khazanah Al Quran tersebut diikuti Banten dan tuan rumah Sumut.

Cerita Pasutri Naik Motor 16 Hari dari Sulteng ke Padang Demi Ikut MTQ

Kamis, 19 November 2020 13:26

Harianpauh5net.art.blog– Gelaran Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXVIII 2020 yang digelar di Kota Padang, Sumatera Barat, memunculkan salah satu cerita yang menarik.

Cerita itu datang dari pria bernama Hasan CL Bunyu (44) yang mendampingi sang istri Nining R Rusdin Wakiden (29) sekaligus salah satu peserta MTQ di Kota Padang tersebut.

Hasan rela memboncengi istrinya selama 16 hari menggunakan sepeda motor berkapasitas mesin 110 cc. Perjalanan itu ia tempuh dari tempat asalnya di Sulawesi Tengah menuju Kota Padang yang jika dilihat dari Google Maps berjarak hampir 3.700 kilometer.

Hasan mengakui, bahwa kecintaannya terhadap Alquran bersama sang istri yang membuat tekadnya untuk menempuh ribuan kilometer tersebut.

Nining merupakan peserta MTQN Cabang Seni Kaligrafi Alquran mewakili Kalimantan Utara yang dipusatkan di GOR Universitas Negeri Padang (UNP).

Penuturannya kepada merdeka.com, Hasan mengakui selama 16 hari perjalanan itu ia menemui banyak rintangan dan kendala, seperti cuaca buruk hingga dikejar oleh kawanan begal.

“Kami sempat nyasar sekitar 5 jam di daerah Muko-Muko, Bengkulu waktu itu, karena menembus hujan deras di tengah malam,” ungkap Hasan di Padang, Kamis (19/11).

Bahkan, dia dengan istrinya sempat dikejar kawan ‘bajing’ atau begal di jalan lintas Sumatera. Namun tertolong oleh empat mobil pengangkut minyak CPO.

“(Kami) sempat dikejar begal, namun Alhamdulillah ada empat mobil CPO waktu itu menolong kami, dan membawa kami ke tempat yang aman,” kata Hasan.

Namun begitu, walaupun bercampur cemas dan lelah, selama perjalanan berhari-hari itu dia mengakui banyak mendapatkan kebaikan dari masyarakat yang ia temui sepanjang perjalanan.

“Sepanjang jalan mulai dari Lampung hingga ke Mandeh, Alhamdulillah kami berapa kali kami ditolong orang. Bahkan ya, tempat tinggal kami di sini (Padang) dibantu oleh masyarakat setempat,” sebut Hasan.

Untuk diketahui, Sumatera Barat pada tahun ini menjadi tuan rumah bagi gelaran MTQ Nasional ke-XXVIII. Iven ini telah dimulai pada 12 November 2020 lalu, dan bakal berakhir pada 21 November 2020 mendatang.

Para peserta yang mencapai 1.476 orang itu berasal dari berbagai Provinsi di Indonesia.

✍Afrizal khoto

KOMENTAR ANDA

RELATED ARTICLES

BE SMART, READ MORE

TRENDING ARTICLES

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Padang Terus Meningkat, Hari Ini 88,9 persen, Lebih Tinggi Dari Nasional

PADANG, Harianpauh5net.art.blog– Perkembangan penanganan virus Corona di Kota Padang mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Terutama jika dilihat dari angka kesembuhan pasien Covid-19.

Plt Wali Kota Padang Hendri Septa menyebut, pada hari Rabu 18 November 2020 terdapat 133 orang kasus sembuh baru. Total kasus sembuh di Kota Padang hingga saat ini sebanyak 8.859 orang atau sekitar 88,9 persen, dari jumlah total kasus positif 9.964 orang. Persentase kesembuhan ini lebih tinggi dari rata-rata kasus sembuh nasional sebesar 84,0 persen.

Plt Wako mengungkapkan, bahwa capaian angka kesembuhan pasien Covid-19 tidak lepas dari dukungan berbagai pihak diantaranya, unsur Forkopimda Kota Padang, rumah sakit rujukan, Puskesmas, Camat, Lurah, RT/RW, relawan dan partisipasi aktif masyarakat.

“Kita juga terus melakukan sosialisasi kepada pihak kecamatan dan kelurahan agar terus meningkatkan pengawasan terhadap protokol kesehatan dilapangan. kita juga instens berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan untuk melihat trend perkembangan Covid-19 setiap harinya, sehingga perkembangan dari virus Corona dapat selalu kita pantau,” ungkap Hendri.

Lebih jauh dijelaskan, meski jumlah pasien sembuh Covid-19 di Kota Padang terus bertambah setiap harinya, diharapkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. “Ingat, bahwa Pandemi belum berakhir untuk itu dihimbau kepada masyarakat agar tetap waspada. Patuhi protokol kesehatan, Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan (3M),” ajak Plt Wako.

Ditambahkannya, untuk informasi kasus covid 19 di Kota Padang dan penyebaran kasus di setiap kelurahan dan kecamatan, bisa di akses di padang.go.id dan corona.padang.go.id.

Nekat, Maling ini Curi Sepeda Motor di Lokasi Pernikahan

Selasa, 17 November 2020 10:15 WIB

PADANG , – Seorang pelaku pencurian kembali dibekuk tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Padang , Selasa 17 November 2020 dini hari.

“Pelaku kami amankan di daerah Simpang Anduring, Kecamatan Kuranji, Kota Padang ,” kata Kasat Reskrim Polresta Padang , Kompol Rico Fernanda.

Ia mengatakan, tersangka atas nama Dapid (35) dibekuk saat sedang santai bersama teman-temannya di lokasi tersebut.

“Ia diduga melakukan pencurian sepeda motor di lokasi baralek (pesta pernikahan) di daerah Lubuk Minturun, Jalan Baypas RT 003/ RW 003,” katanya.

Perbuatan pelaku itu awalnya dilakukan pada 8 November 2020 lalu saat ia melewati sebuah lokasi pesta pernikahan di dekat rumahnya.

“Awalnya dia berkeliling menggunakan sepeda miliknya dan melihat ada sepeda motor terparkir di lokasi pesta pernikahan tersebut,” lanjutnya.

Melihat sepeda motor terparkir itu, ia menyembunyikan sepedanya di semak-semak dan mengeluarkan kunci T yang digunakan untuk membobol stang sepeda motor korban.

“Setelah itu, korban mengantarkan sepeda motor yang telah ia curi itu ke rumah orang tuanya yang berada tidak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP),” lanjutnya.

Setelah itu, korban kembali ke TKP untuk mengambil kembali sepedanya yang ia sembunyikan di semak-semak di dekat lokasi kejadian.

Setelah itu, korban kembali ke rumah orangtuanya untuk mengambil sepeda motor hasil curian itu dan menjualnya kepada seseorang yang saat ini menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Satreskrim Polresta Padang .

“Ia menjual sepeda motor itu dengan harga Rp700 ribu kepada DPO. Untuk identitas DPO sudah kami kantongi. Kami akan mencari tahu keberadaannya,” lanjutnya.

Menurutnya, tersangka akan diancam dengan pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.(*)

Pria Ini Nekat Jalan Kaki dari Padang ke Bukittinggi Demi Menjemput Kemenangan Mahyeldi-Audy Joinaldy

Selasa 17 November 2020

Meski cuaca mendung, tak menyurutkan tekat Riki Iskandar untuk berjalan kaki dari Padang ke Bukittinggi. Semua itu dilakukan ‘Demi Menjemput Kemenangan Mahyeldi-Audy #Nomor4UntukSumbarMadani #4444’ yang tertulis di belakang punggung pria yang berjualan lontong di daerah Kampung Lapai, Kecamatan Kampung Jao, Kota Padang tersebut.

Aksi nekatnya ini berawal dari perkenalannya dengan Cawagub Sumbar, Audy Joinaldy melalui WhatsApp. Menurut Riki, Audy merupakan sosok yang rendah hati yang begitu merakyat.

“Saya basa-basi aja mengajak bang Audy untuk makan lontong di tempat saya. Eh saya kaget, dia sarapan di tempat saya sekitar dua Minggu yang lalu,” kata Riki.

Kemudian, Riki mengajak Audy untuk menjenguk Ibunya yang usai operasi ginjal.

“Orang besar, calon wakil gubenur datang ke rumah kita,” kenal Riki kepada ibunya. Audy pun menyanggah pernyataan dari Riki.

“Saya hanya rakyat biasa. Saya kesini hanya niatan untuk menjalin silahturahmi,” kata Audy.

Kejadian ini lah membuat Riki terharu dan kagum dengan kesederhanaan yang dimiliki Audy. Berbeda dengan pasangan calon gubernur lainnya, Riki mengatakan Audy orang yang responsif dan tepat janji.

“Sebelumnya saya sudah menghubungi calon lainnya. Telepon saya di reject dan chat saya tidak dibalas. Lalu, saya mencoba hubungi ajudannya respon kurang mengenakkan. Adapula yang berjanji akan menemui saya. Namun sampai saat ini belum ada datang ke rumah saya,” jelas Riki.

Audy melepas perjalananan Riki di Posko Pemenangan Mahyeldi-Audy Joinaldy, di Jalan A. Yani Nomor 1 B, Kota Padang.

“Tetap semangat bang (Riki) jaga kesehatan. Ini memang niatan abang sendiri saya tidak memaksa. Semoga abang dibawah lindungan Allah SWT,” kata Audy sembari memberikan kepal tinju semangat perjuangan kepada Riki.

Mahyeldi juga turut memberikan dukungan kepada Riki melalui video call.

“Semoga niatan baik bapak mendapatkan ridho dan izin Allah,” kata Mahyeldi kepada Riki.

“Saya tau perjuangan Buya dan bang Audy lebih besar dari saya. Ini sumbangsih kecil dari saya untuk menjemput kemenangan,” balas Riki kepada Mahyeldi.

Selain itu istri dan anak Riki, Delfia dan Athallah Rielfi Prama turut hadir memberikan doa dan dukungannya.

“Hati-hati dijalan bang tetap jaga kesehatan,” pesan sang istri yang tak mampu menahan gelora semangat dari Riki.

Berbekal air putih dan krim nyeri otot di saku celana training hitam. Riki yang mengunakan kaos putih, topi biru navy mulai melangkahkan kaki menuju Kota yang terkenal dengan Jam Gadangnya ini. Dengan berjalan kaki, jarak tempuh yang harus diselesaikan Riki sekitar 97,0 KM. (*)

Sempat Curi Laptop di Musala, Polisi Dibantu Warga Ringkus Seorang Pria

Sabtu, 14 November 2020 18:01 AM

PADANG, HARAIANPAUHNET— Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Padang kembali membekuk seorang pelaku pencurian , Sabtu 14 November 2020 dini hari.

Pelaku yang diketahui bernama Amru Bilas Dalael (50) dibekuk di Jalan Jambu Purus, Kecamatan Padang Barat, saat akan melakukan aksinya di lokasi tersebut.

“Tersangka diamankan warga di Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat akan melakukan aksinya. Ia sebelumnya juga sudah melakukan pencurian di daerah Kecamatan Padang Utara,” kata Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda.

Awalnya, tersangka melakukan pencurian di Musala Nur Ikhlas Jalan Belanak Nomor 7 RT 002/RW 004, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang.

“Di sana, tersangka mengambil satu unit laptop yang terletak di musala tersebut dan berhasil membawanya,” lanjutnya.

Setelah berhasil melancarkan aksinya, pelaku kembali akan melakukan aksi pencurian di daerah Purus. Naas, sebelum melakukan aksinya, ia tertangkap basah oleh warga.

“Masyarakat di lokasi tersebut langsung menghubungi kami dan kami langsung mengamankannya dan membawanya ke Mapolresta Padang untuk diproses lebih lanjut,” lanjutnya.

Atas perbuatannya, tersangka diancam dengan pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji’un, Seorang Putra Pauh Pejabat Di Pemko Padang Pengayom Wartawan Itu Telah Tiada

Jum’at 14 November 2020

Padang, HarianPauhnet.art.blog -INNA Lillahi wa Inna Ilaihi Raji’un. Setiap yang bernyawa adalah kepunyaan Allah dan kembali jua kepada Allah, Sang Pencita.

Pemerintah Kota Padang kembali kehilangan pejabat terbaiknya yang dekat dengan semua kalangan.

“Da Taf lah dulu ya,” ujar SR Piliang, salah seorang wartawan senior di Sumbar memberitahu kabar duka tersebut, Jumat malam, 13 November 2020.

Da Taf yang dimaksud SR Piliang tersebut adalah Tafrizal Chaniago, putra Piai Tangah Kecamatan Pauh Kota Padang, Kasubag Publikasi Bagian Protokoler dan Komunikasi Pimpinan Pemerintah Kota Padang.

Menurut SR Piliang, Tafrizal Chaniago wafat pada Jumat, 13 November 2020 sekira menjelang Magrib di Rumah Sakit BMC Padang.

Duka mendalam tentunya tak hanya dirasakan jajaran Pemko Padang, tetapi juga insan pers di Kota Padang dan Sumatera Barat.

Sebab, semasa hidup, almarhum dikenal dekat dengan para jurnalis. Bahkan kedekatan yang dibangun bukan sekedar hubungan kerja saja, tapi sudah seperti kakak adik.

Apatah lagi, Tafrizal Chaniago dikenal sebagai pejabat “palapeh sasak” kuli tinta yang sehari-hari berpeluh mengejar berita di Kota Padang.

Ya, dia tipe pejabat yang dermawan, tak tahan mendengar keluh kesah wartawan. Setiap wartawan yang mengadu, pastilah dia bantu, minimal makan siang selamat olehnya.

Selain mengabdikan diri bertahun-tahun di Humas Kota Padang, Tafrizal Chaniago menyalurkan hobi menulisnya di media.

Dia tercatat pernah menjadi wartawan di SKM Garda Minang, dan terakhir dia mendirikan media sendiri, media daring, Impiannews.com. Katanya persiapan menjelang untuk pensiun nanti.

Selain itu, Tafrizal Chaniago juga aktif di organisasi kewartawanan, baik lokal maupun pengurus daerah organisasi media nasional.

Dia pernah dipercaya sebagai Bendahara SMSI Sumbar, dan terakhir masuk ke dalam kepengurusan JMSI masih dalam pososi Bendahara.

Selamat jalan da Taf, semoga ditempatkan di surga-Nya. Da Taf orang baik, dan Insya Allah mendapat tempat terbaik. Amin.

Penyaluran BLT Sukses, Padang Berikan Penghargaan

Padang, Harianpauhnet.art.blog–Penyaluran bantuan sosial (bansos) atau BLT kepada warga yang terdampak Covid-19 berjalan sukses dan lancar.

Hal itu tidak terlepas dari kontribusi dan kerjasama yang baik dari semua pihak dalam menyukseskan penyaluran bansos tersebut.

Atas kerjasama yang baik itu, Pemerintah Kota Padang memberikan piagam penghargaan kepada mereka saat peringatan Hari Pahlawan yang dilangsungkan di Aula Bagindo Aziz Chan, Selasa (10/11/2020).

Kepala Dinas Sosial Kota Padang Afriadi mengatakan piagam penghargaan itu diberikan kepada Kajari, Kapolres, Dandim, Babinsa, Babinkamtibmas, Koramil, Kapolsek dan camat se-Kota Padang atas kerjasama dalam menyukseskan penyaluran BLT untuk masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Penghargaan ini kita berikan kepada Kajari karena beliau turun ke lapangan mengawasi masyarakat yang menerima bansos. Begitu juga Kapolres, Dandim dan lainnya ikut bersama-sama mendampingi kita di lapangan,” tutur Afriadi. (*)

Afrizal khoto

Dibalik Perhelatan MTQ Nasional ke XXVIII 2020, Pengusaha Bus: Pemerintah Ingin Kami Mati!

12 November 2020 | 17:02 AM

YUSRI LATIF

Padang, Radarnetnews.com-Perhelatan MTQ Nasional ke XXVIII 2020 di Sumatera Barat, ternyata tak memberi angin segar bagi pengusaha bus pariwisata lokal. Alih-alih pemulihan perekonomian Sumbar akibat dampak pandemi, nyaris tak satupun pengusaha bus di Sumbar yang dilibatkan oleh panitia.

“Ibarat orang membantai kerbau di halaman kami. Jangankan daging, darahpun tak kecipratan. Sepertinya pemerintah benar-benar ingin melihat usaha kami semakin bangkrut dan mati perlahan-lahan,” kata Owner Cantigi Tour Padang, Yusri Latif, Rabu (11/11).

Pemilik 13 armada bus pariwisata yang sudah berkecimpung lama di dunia pertransportasian di Sumbar ini menyebut, selama pademi Covid-19, usaha jasa transportasi khususnya bus pariwisata, nyaris tak bergerak sama sekali. Bahkan sampai saat ini, kondisi masih dirasakan teramat sulit.

“Justru itu, kami sangat mengharapkan kontrak kerja dengan panitia MTQ Nasional dalam memfasilitasi angkutan transportasi peserta MTQ. Tetapi, hingga saat ini, tidak ada pihak panitia MTQ melibatkan kami. Malahan panitia mendatangkan bus pariwisata dari luar Sumbar. Apa salah kami,” tanyanya.

Latif menyesalkan, jika ada pernyataan pemerintah yang menjelaskan bahwa bus pariwisata yang ada di Sumbar dengan alasan mayoritas bus sudah tua, dan tidak laik jalan. 

“Jika alasannya bus yang digunakan produksi minimal tahun 2016, pengusaha bus pariwisata di Sumbar juga memiliki bus produksi tahun 2016 hingga tahun 2020. Jika saya hitung, ada 30 unit mobil produksi 2016 dan produksi tahun 2020. Selain itu, surat-surat perizinan kami lengkap. Tapi kenapa harus mengontrak bus dari luar Sumbar,” sesalnya.

Saat pademi ini kata Latif, pemerintah seharusnya proaktif membantu pengusaha bus pariwisata lokal, yang secara telak terimbas pademi Covid-19.

“Kami lah pelaku industri pariwisata yang terdampak Covid-19 ini. Seharusnya, dilaksanakan MTQ ini, kami bisa bernafas lega. Faktanya, kami tidak dilibatkan sama sekali,” sesalnya.

Sebelumnya, kadis Perhubungan Sumatera Barat Heri Nofiardi saat menerima 26 unit bus medium bantuan dari Kementrian Perhubungan menjelaskan bahwa, dalam hajatan MTQ ini, panitia membutuhkan 182 unit kendaraan yang terdiri dari bus dan mobil passenger untuk melayani kebutuhan peserta MTQ.

“Dalam hajatan ini, kita juga melibatkan pengusaha mobil yang ada di Sumbar. Buktinya, mobil-mobil passengger kita sewa dari pengusaha rent car lokal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Heri Nofiardi menjelaskan juga tidak dilibatkannya pengusaha bus lokal yang ada di Sumbar menurutnya disebabkan faktor kelayakan jalan armada itu sendiri.

“Mungkin panitia tidak melibatkan pengusaha bus lokal disebabkan oleh tidak laik jalannya bus yang ada, serta kelengkapan surat dan dokumen pendukung,” tutupnya 

Ryan Syair

Oleh : Khazminang.id

Cagub Mahyeldi Dapat Dukungan dari Paguyuban Warga Sunda

Kamis 12 November 2020 | 13:57AM

HarianPauhnet.art.blog

Calon Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mendapatkan dukungan dari Paguyuban Warga Sunda (PWS) Sumbar yang langsung melakukan silaturahmi.

Acara silaturahmi PWS Sumbar dengan kandidat Gubernur Sumbar nomor urut empat itu diadakan dua pekan lalu di Jalan Ampang, Kecamatan Kuranji Kota Padang.

Acara yang santai namun penuh semangat itu dihadiri oleh seluruh ketua dan perwakilan PWS Kabupaten/Kota se-Sumbar.

Dalam pertemuan yang dipimpin Ketua Umum PWS Sumbar Aji Y Rukmana itu, Mahyeldi mendengarkan aspirasi warga Sunda yang menetap di Sumbar. Di antaranya tentang tanah pandam pekuburan yang belum ada untuk warga Sunda.

Selanjutnya lalu tentang Kantor Sekretariat PWS yang juga belum tetap, dan aspirasi lain terkait kesejahteraan.

“Kami ingin eksistensi keturunan Sunda di Sumbar ini terus bertahan dan berkembang. Tentu Buya Mahyeldi bisa membantu kami nantinya,” kata Aji, ditulis Kamis (12/11/2020).

Mendengar hal tersebut, Mahyeldi pun menanggapinya secara positif dengan berbagai aspirasi yang ada.

“Kita akan dukung dan berperan aktif mewujudkan semua keinginan masyarakat, termasuk masyarakat Sunda yang ada di Sumbar. Kita akan membantu meujudkannya sesuai dengan peraturan yang ada,” kata wali Kota Padang dua periode ini.

Pesan untuk Debt Collector! Jangan Sembarangan Ambil Paksa Kendaraan

Pihak Kepolisian Daerah Sumatera Barat Polda Sumbar menghimbau kepada leasing, agar dimasa pandemi Covid-19 ini untuk sementara tidak menggunakan jasa debt collector dalam melakukan penagihan paksa. Hal ini dikatakan Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto, Rabu (11/11/2020) di Mapolda Sumbar.

“Karena sangat meresahkan masyarakat, apa lagi dilakukan dengan cara-cara kekerasan sehingga menimbulkan adanya tindak pidana,” katanya.

Dikatakan, dalam melakukan penarikan kendaraan yang terjadi akibat adanya tunggakan, pihak leasing dapat melaksanakannya dengan mematuhi peraturan yang berlaku. “Dengan mengacu UU Fidusia dan juga Putusan Mahkamah Konstitusi nomor 18/PUU-XVII/2019,” ujarnya.

Untuk itu, apabila debt collector melakukan penarikan kendaraan yang bahkan dilakukan secara paksa, maka bisa dikenakan Pidana. “Kena Pasal 368 ayat 1 KUHP tentang perampasan, atau Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, serta Pasal 378 KUHP tentang penipuan,” tutupnya. (*)

Wakil Wali Kota : Jadilah Pahlawan Masa Kini

Rabu 11 November 2020 | 13:46Am

Padang, Harianpaugnet.art.blog–Meskipun dalam masa pandemi Covid-19, peringatan Hari Pahlawan tahun 2020 berlangsung khidmat dan tidak kehilangan makna, Selasa (10/11/2020).

Upacara peringatan Hari Pahlawan tersebut dipimpin langsung Plt Wali Kota Padang Hendri Septa bertempat di Ruang Bagindo Aziz Chan Balaikota Padang.

Pelaksanaan upacara dilaksanakan secara virtual menggunakan aplikasi zoom meeting, serta dengan penerapan protokol kesehatan.

Peringatan Hari Pahlawan ini mengangkat tema “Pahlawanku Sepanjang Masa, dengan Semangat Hari Pahlawan Kita Tuntaskan Penanganan Covid-19.”

Dalam sambutannya, Hendri Septa mengajak masyarakat untuk meneruskan perjuangan para pahlawan.

“Kalau dulu kita berjuang dengan mengangkat senjata, maka sekarang kita berjuang melawan berbagai permasalahan bangsa seperti kemiskinan, bencana alam, narkoba, paham radikal dan berjuang melawan pandemi Covid-19,” kata Hendri Septa.

Oleh karena itu, semangat kepahlawanan ini diharapkan dapat dijadikan motor penggerak dalam upaya mengisi kemerdekaan untuk mewujudkan cita-cita pendiri bangsa.

“Mari kita tunjukkan kontribusi kita kepada bangsa dan negara dengan menjadi pahlawan masa kini yang memiliki empati untuk menolong sesama, saling menghargai dan menghormati satu sama lain,” imbaunya.

Pada kesempatan itu, Plt Walikota Hendri Septa juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Dandim 0312 Padang, Kapolresta Padang, Kajari Padang, Babinsa, Babinkamtibmas dan seluruh camat se-Kota Padang atas kerjasama dalam mensukseskan penyaluran BLT untuk masyarakat Kota Padang yang terdampak Covid-19.

Jumlah Pasien Sembuh Terus Bertambah

Padang, HarianPauhnet.art.blog–

Pasien sembuh dari Covid-19 terus bertambah di Kota Padang. Pada Senin (9/11/2020) tercatat pasien sembuh sebanyak 111 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani mengatakan dengan bertambahnya pasien yang sembuh ini, maka total pasien yang sembuh dari Covid-19 hingga saat ini berjumlah 7.838 orang.

Pasien yang sembuh tersebut tersebar di sejumlah kecamatan yakni 20 orang di Kecamatan Padang Timur, 23 orang di Kecamatan Padang Utara, 28 orang di Kecamatan Koto Tangah.

Kemudian 6 orang di Kecamatan Kuranji, 8 orang di Kecamatan Lubuk Begalung, 2 orang di Kecamatan Padang Barat, 1 orang di Kecamatan Padang Selatan, 11 orang di Kecamatan Nanggalo, 5 orang di Kecamatan Lubuk Kilangan, 8 orang di Kecamatan Pauh.

“Kita berharap semoga pasien yang sembuh dari Covid-19 bisa terus bertambah setiap harinya,” sebut Feri Mulyani, Senin (9/11/2020).

Feri Mulyani menambahkan, saat ini persentase tingkat kesembuhan pasien dari Covid-19 mencapai angka 85 persen.

Meski tingkat kesembuhan tinggi, namun dia mengimbau kepada masyarakat agar tetap patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Ini mengingat kasus positif Covid-19 terus bertambah setiap harinya.

Raih Opini WTP di 2019 dan 5 Tahun Berturut-turut, Pemko Padang Diganjar Penghargaan dari Menteri Keuangan

PADANG , HarianPauhnet.art.blog- Berkat predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) yang diperoleh tahun 2019 disertai capaian Opini WTP yang mampu diraih 5 (lima) tahun berturut turut, menyebabkan Pemerintah Kota (Pemko) Padang kali ini diganjar penghargaan dari Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati.

Penghargaan tersebut diterima Plt Wali Kota Padang Hendri Septa dari Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Barat Heru Pudyo Nugroho di Ruang Kerja Wali Kota Padang, Selasa (10/11/2020).

Plt Wako Hendri Septa usai menerima penghargaan menyampaikan, atas nama Pemko Padang tentu mengucapkan terima kasih banyak Kementerian Keuangan dalam hal ini melalui Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Barat yang telah memberikan penghargaan bergengsi kepada Pemko Padang.

“Penghargaan ini kita dapatkan berdasarkan hasil pantauan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Barat terkait keberhasilan Pemko Padang memperoleh Opini WTP lima tahun berturut-turut dan juga WTP atas LKPD 2019. Alhamdulillah pada kali ini kita diberikan apresiasi melalui pemberian penghargaan tidak saja berupa piagam namun juga plakat pada,” ungkap Hendri.

Hendri pun juga menyatakan Pemko Padang senantiasa kptimis mewujudkan harapan Kementerian Keuangan dan Ditjen Perbendaharaan Sumbar untuk mempertahankan Opini WTP di tahun-tahun selanjutnya.

“Kita diharapkan bisa mempertahankan Opini WTP ini dengan sebaik-baiknya. Tentu ini menjadi tantangan bagi kita di jajaran Pemko Padang untuk mempertahankan predikat baik ini agar jangan sampai berubah status ke depan,” imbuhnya didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Edi Hasymi dan Kabag Prokopim Amrizal Rengganis dikesempatan itu.

Selanjutnya Plt Wali Kota Padang tersebut juga memesankan kepada seluruh jajaran di masing-masing OPD di lingkup Pemko Padang untuk selalu bekerja sesuai aturan dan menjaga marwah Pemko Padang yang dinilai sangat baik sejauh ini. Ia pun mengucapkan apresiasi atas kinerja semua OPD di lingkup Pemko Padang yang tetap menyajikan LKPD sesuai aturan dan sebaik-baiknya.

“Insya Allah, tiap tahun kita bertekad untuk mempertahankan Opini WTP ini,” tukasnya bersemangat.

Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Sumbar Heru Pudyo Nugroho juga mengatakan, capaian penghargaan ini tidaklah mudah untuk diraih sebuah pemerintah daerah. Sebagaimana diketahui predikat Opini WTP atas LKPD yang diperoleh Pemko Padang berdasarkan 4 hal.

Ia memaparkan, pertama yaitu kepatuhan terhadap perundang-undangan yang ada, lalu kedua kecukupan pengungkapan laporan keuangan sehingga tidak ada transaksi yang disembunyikan. Kemudian yang ketiga memiliki kesesuaian dengan stansar akuntasi pemerintah dan keempat adanya sistem pengendalian internal yang efektif.

“Jadi empat hal inilah yang menjadi kunci. Kalau empat hal ini sudah dicapai berarti Opini WTP bisa diraih. Kita berharap prestasi yang diraih Pemko Padang ini bukan menjadi akhir, namun awal proses peningkatan secara berkelanjutan dari tata kelola keuangan di lingkup Pemko Padang,”sebut Heru didampingi Kepala KPPN Padang Tisari Yona Geumila dan lainnya.

Polresta Padang Kedepankan Persuasif Selama Operazi Zebra 2020

PADANG,Harianpauhnet.art.blog – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang, Sumatera Barat lebih mengedepankan tindakan persuasif dengan mengeluarkan teguran selama pelaksanaan Operasi Singgalang 2020 yang berakhir pada Minggu (8/11).

“Selama operasi, kami lebih mendepankan tindakan persuasif berupa teguran kepada pengendara dibandingkan penindakan,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Padang, AKP Sukur Hendri Saputra, di Padang, Senin (9/11/2020), dikutip dari Antara.

Ia memaparkan, selama Operazi Zebra Singgalang 2020 berlangsung, setidaknya polisi mengeluarkan teguran sebanyak 518 berkas, sedangkan tilang 170 berkas.

“Tindakan persuasif berupa teguran tersebut kami lakukan mengingat kondisi di tengah pandemi, terutama bagi pengendara yang tidak memakai masker,” katanya.

Selain itu, polisi ketika di lapangan juga memberikan imbauan serta sosialisasi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Untuk tilang, menurutnya pelanggaran yang mendominasi adalah tidak mengenakan helm, melawan arus, serta memakai knalpot bolong. Rinciannya, tidak mengenakan helm sebanyak 61 pelanggaran, melawan arus sebanyak 33, dan knalpot racing sebanyak 22 pelanggaran. Sementara, bentuk pelanggaran lain yang ditemukan adalah pengendara di bawah umur, kelebihan muatan, over dimensi dan lainnya.

Selama operasi itu juga diketahui bahwa tingkat kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan serta ketentuan berlalu lintas masih perlu ditingkatkan. Terutama bagi pengendara roda dua yang kerap ditemui tidak mengenakkan helm dan melawan arus.

“Kami mengimbau agar masyarakat mematuhi aturan lalu lintas atas dasar kesadaran sendiri, karena gunanya untuk menjaga keamanan dan keselamatan masing-masing saat berkendara,” jelasnya.

Terkait Surat Edaran Wali Kota,Pemko Padang dan AJP Sepakati Pemberlakuan Larangan Pesta Perkawinan Selama 2 Minggu

Senin 09 November 2020 | 17:48wib

PADANG, HarianPauhnet.art.blog- Pemerintah Kota Padang, Senin (9/11/2020) pagi, menggelar pertemuan bersama Asosiasi Jasa Pesta (AJP) Kota Padang guna membicarakan tindak lanjut Surat Edaran Walikota Padang tentang Larangan Pesta Perkawinan yang mulai diterapkan terhitung 9 November 2020.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Padang Hendri Septa beserta jajaran, terlihat duduk bersama berdiskusi dengan para perwakilan pelaku usaha jasa pesta perkawinan di Kota Padang tersebut di Ruang Abu Bakar Ja’ar, Balai Kota Padang. Kedua belah pihak pun saling membahas titik terang terkait surat edaran dimaksud.

Seperti terlihat, diskusi dari kedua belah berjalan cukup alot. Dimana dari pihak AJP Kota Padang menyampaikan permohonan kepada pemko agar meninjau kembali surat edaran walikota yang telah dikeluarkan. Hal itu mengingat, kebijakan ini dapat berpengaruh terhadap pendapatan ekonomi bagi mereka. Sementara, pihak Pemko Padang dalam kesempatan itu menyampaikan Surat Edaran Wali Kota Padang nomor 870.743/BPBD-pdg/x/2020 tentang larangan pesta perkawinan dan batasan bagi pelaku usaha tersebut tetap diberlakukan hingga selama dua pekan ke depan.

“Alhamdulillah, hari ini kita berkumpul bersama keluarga besar AJP Kota Padang. Dimana kita menyepakati pemberlakuan larangan pesta pernikahan di Kota Padang selama 2 (dua) minggu ke depan mulai tanggal 9 sampai 22 November 2020. Insya Allah, setelah itu akan kita evaluasi, semoga tanggal 23 November 2020 nanti surat edaran ini bisa kita cabut,” jelas Hendri didampingi sejumlah kepala OPD terkait di lingkup Pemko Padang pada kesempatan itu.

Hendri pun berharap penuh adanya kesepakatan dan kerjasama yang baik dari AJP Kota Padang terkait langkah dan upaya yang tengah dilakukan. Sebagaimana untuk ini Pemko Padang bersama AJP Kota Padang telah memiliki kata sepakat yang telah ditandangani dan dideklarasikan secara bersama-sama.

“Ada 9 poin yang dituangkan di dalam komitmen dan kesepakatan bersama yang kita deklarasikan hari ini. Insya Allah semoga kita bersama-sama membantu Pemko Padang dalam upaya menurunkan angka penyebaran Covid-19 di Kota Padang. Khususnya pada pelaksanaan pesta perkawinan agar senantiasa menerapkan (protokol kesehatan-red). Kita juga berharap masyarakat Kota Padang juga ikut mendukung upaya ini demi menurunkan dan mengendalikan penyebaran Covid-19 di Padang ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut diakui Hendri, sejatinya Pemko Padang sudah memikirkan semua hal yang terkait dalam upaya pengendalian Covid-19 di Kota Padang.

“Kami tentu memberikan apresiasi setinggi-tingginya dengan adanya kesabaran dari keluarga besar asosiasi jasa pesta di Kota Padang terkait hal ini. Insya Allah, kita akan memperbaiki sistem yang sudah kita bahas, yaitu bagaimana proses pelaksanaan pesta perkawinan di Kota Padang ke depan bisa berjalan secara baik dan sesuai protokol kesehatan,” lanjutnya.

Menurut Plt Wako itu lagi, dengan memperbaiki sistem pelaksanaan pesta perkawinan ke depan diharapkan terdapatnya semacam aturan yang disepakati bersama nantinya. Sehingga aturan tersebut juga dipatuhi oleh semua warga Kota Padang.

“Kita sangat yakin, dengan komitmen bersama baik dari para pelaku usaha dan seluruh warga Kota Padang dalam mengawal jalannya setiap pesta perkawinan di Kota Padang, maka insya Allah kasus penyebaran Covid-19 dapat kita tekan secara baik dari hari ke hari.”

“Sekarang ini kita masih melihat masyarakat masih belum bisa membantu kami mengurangi penyebaran Covid-19 seperti masih banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan baik di tempat pesta pernikahan dan lainnya. Maka itu, semoga melalui kebijakan-kebijakan yang kita buat diharapkan dapat disikapi masyarakat secara baik. Semuanya demi kita juga dan untuk melindungi warga Kota Padang. Mudah-mudahan setelah dua minggu ke depan kita akan betul-betul melaksanakan konsep yang dibuat di setiap pesta pernikahan yang dilakukan,” pungkas Plt Wako menegaskan.(*)

Tingkatkan Kapasitas SDM Pengelola Pokdarwis, Disbudpar Padang Gelar Sosialisasi Sadar Wisata dan Sapta Pesona

PADANG , HarianPauhnet.art.blog

Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), menggelar Sosialisasi Sadar Wisata dan Sapta Pesona terkait peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bagi pengelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di tahun 2020 ini.

Kegiatan yang dilangsungkan di salah satu hotel berbintang di Kota Padang itu, dibuka oleh Sekretaris Disparbud Kota Padang Syafriadi, Kamis (5/11/2020).

Hadir dikesempatan itu Anggota DPRD Kota Padang Elly Thrisyanti, di samping para narasumber serta peserta sosialisasi dan lainnya.

Syafriadi dalam arahannya menyampaikan, sosialisasi tersebut sangat bernilai penting karena memiliki beberapa tujuan dan manfaat untuk kemajuan sektor pariwisata di Kota Padang.

“Dimana dalam hal ini guna menghasilkan tenaga terampil bagi para pemandu sadar wisata dan sapta pesona yang memiliki kemampuan dan keterampilan khusus, disertai teknik pemanduan wisata,” katanya dalam kegiatan yang diikuti peserta terdiri dari Pokdarwis Bukit Padayo Kecamatan Lubuk Begalung itu.

Begitu juga sambungnya, melalui sosialisasi ini diharapkan meningkatkan kompetensi pemandu wisata yang sesuai dengan standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) sektor pariwisata.

“Selain itu juga diharapkan meningkatkan kualitas pemandu sadar wisata dan sapta pesona sebagai salah satu komponen dalam jasa usaha pariwisata. Lalu mampu mengembangkan dan meng ‘up to date’ kan pengetahuan para industri pariwisata ke depan,” jelasnya.

Syafriadi melanjutkan, terkait peran dan keberadaan pramuwisata atau para Pokdarwis di Kota Padang, sejatinya merupakan salah satu stakeholder yang penting dalam membantu memberikan bimbingan, penerangan dan petunjuk tentang objek wisata, event wisata serta membantu segala sesuatu yang diperlukan wisatawan.

Tidak hanya itu, jelasnya, tugas yang diemban pramuwisata sebagai ‘frontliner’yang sekaligus berfungsi sebagai ‘information agent’ cukup berat dan perlu mendapatkan perhatian khusus.

“Maka dari itu, melalui sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pemandu wisata atau Pokdarwis di Kota Padang yang profesional dan memiliki SDM yang baik dan terampil. Kita tentu berharap, semua peserta mengikuti rangkaian sosialisasi dan pelatihan ini dengan baik. Sehingga tercapai tujuan dan sasaran yang diinginkan,” ujarnya sembari membuka kegiatan yang dilangsungkan selama dua hari, Kamis dan Jumat (5-6/11/2020) itu.

Seperti diketahui, terkait materi yang diberikan pada sosialisasi tersebut sesuai dengan dengan SKKNI sektor pariwisata dengan narasumber yang berkompeten diantaranya praktisi dan motivator yang berpengalaman di bidang kepariwisataan.

Amankan Demo, Polresta Padang Turunkan 567 Personel

Jumat, 06 November 2020 12:55 WIB

PADANG , HarianPauhnet.art.blog— Kepolisian Resor Kota Padang menurunkan sebanyak 567 orang personel untuk pengamanan aksi demo yang dilakukan oleh Masyarat Minangkabau.

“Untuk aksi hari ini, kami menurunkan personel sebanyak 567 orang. Aksi unjuk rasa ini dilakukan oleh kelompok masyarakat yang mengatas namakan dirinya Masyarakat Minangkabau,” kata Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Padang , Kompol Alwi Haskar, Jumat 6 November 2020.

Ia mengatakan, untuk pengamanan tersebut, pihaknya membagi beberapa kelompok personel yang terdiri dari personel Lalu Lintas, Intel dan personel shabara. “Untuk personel lalu lintas, nantinya akan melakukan pengamanan lalu lintas dan jika diperlukan melakukan pengalihan arus,” lanjutnya.

Ia mengatakan, kegiatan aksi massa ini akan dilakukan di depan Kantor Gubernur Sumatera Barat yang dimulai dengan iring-iringan dari Masjid Raya Sumatera Barat.

Menurutnya, pihaknya tidak akan melakukan pengalihan arus lalu lintas dalam pengamanan aksi tersebut. Pasalnya, massa aksi dinilai akan kondusif dalam menyampaikan aspirasinya.

“Kemungkinan jalur tidak akan ditutup semuanya. Hanya saja nanti kami akan melakukan proses buka-tutup. Tapi kalau memang diperlukan, maka kami akan mengalihkan jalur yang melewati depan Kantor Gubernur Sumatera Barat,” tutupnya.

FKKVSL Semen Padang Gelar Aksi Pasang Spanduk di Depan Gerbang semen Padang

Rabu 04 Novmber 2020 | 21:57 AM

Aksi Pasang Spanduk di Depan Gerbang semen Padang

Forum Komunikasi Kontraktor Vendor Suplier Lokal Semen padang Yang Tergabung dengan Anak Nagari Lubuk Kilangan Gelar Aksi Damai Pasang Spanduk di Gerbang Semen Padang

Padang,dutametro. Anak nagari lubuk kilngan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kontraktor Vendor Suplier Lokal Semen Padang Gelar Aksi Pasang Spanduk Di PT Semen Padang,02/11/2020.

Aksi Damai ini berlangsung dari dari Senen Pagi di.mulai dari jam 08.00,sampai adanya kejelasan dari tuntutan FKKVSL

Nada Haifa Menurut Ketua FKKVSL Dani Faisal Mengatakan Aksi ini Buntuk Kekecewaan Kontraktor dan Anak nagari Lubuk Kilngan Atas Beberapa Kali Menyampaikan Aspirasi Lewat Surat Kemenajemen Semen Padang Tid

Penulis : Nada Haifa

Editor : Afrizal

Warga Biasa Dilarang Buat Pesta Nikah, Gubernur Sumbar Boleh Bikin Pesta Nikah Anak 3 Hari

Rabu 04 November 2020 | 18:23AM

HarianPauhnet.art.blog– Pemko Padang melarang masyarakat mengadakan pesta pernikahan, baik itu di gedung atau di rumah, terhitung sejak 9 November 2020.

Larangan ini tertuang dalam surat edaran Wali Kota Padang Nomor: 870.743/BPBD-Pdg/X/2020 tentang larangan pesta perkawinan dan batasan operasional bagi pelaku usaha.

Aturan ini sendiri dikeluarkan pada 12 Oktober silam, namun baru mulai berlaku sejak 9 November 2020.

“Bagi masyarakat yang ingin melaksanakan perkawinan cukup melaksanakan akad nikah di kantor KUA, rumah ibadah, atau di rumah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” demikian bunyi aturan pada SE yang ditandatangani Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Padang, Hendri Septa.

Pemerintah Padang mengancam akan membubarkan acara pernikahan jika dilaksanakan setelah 8 November.

“Bagi masyarakat yang melanggar ketentuan, akan dibubarkan dan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” bunyi salah satu pasal.

Meski begitu, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayitno justru tetap bersikeras menggelar pesta pernikahan putranya selama 3 hari berturut-turut, di tengah pandemi corona atau Covid-19.

Pernikahan yang disebut baralek gadang itu diadakan mulai dari tanggal 6 sampai 8 November 2020 di Auditorium Gubernuran Jalan Jenderal Sudirman, yang berada dalam kompleks Istana Gubernur.

Di undangan yang tersebar, Irwan Prayitno dan Nevi Zuairina akan berbesan dengan Makky Ananda dan Mira Zauti Thahir.

Sementara itu, nama anak-anak mereka yang menikah adalah Ibrahim dan Nabila. Nevi sendiri merupakan anggota Komisi VI DPR-RI.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menegaskan bahwa pesta pernikahan anaknya akan mematuhi protokol kesehatan. Dia menjelaskan bahwa awalnya pernikahan anaknya akan digelar pada bulan Desember 2020, namun dimajukan.

“Sebelumnya saya telah berencana acara pernikahan anak kami pada tanggal 4-6 Desember 2020, namun karena adanya surat edaran Wali Kota Padang yang melarang acara pernikahan mulai tanggal 9 November 2020, maka keluarga sepakat untuk memajukan jadi 6-8 November 2020,” kata dia dalam keterangan pers, Rabu (4/11/2020).

Irwan membantah adanya konspirasi antara dirinya dengan keputusan Pemko Padang, mengingat larangan mengadakan acara menikah baru berlaku sehari setelah pesta pernikahan anaknya berakhir.

“Jadi tidak benar, kalau kami melakukan konspirasi bersama Pemkot Padang. Karena ada SE Wali Kota itu, kami panitia kembali mengadakan rapat dan memutuskan untuk memajukan pernikahan anak kami,” ujarnya.

“Jadi saya sebagai orang tua bertanggung jawab memberikan kesempatan untuk anak kami menikah, tapi pernikahan diatur sesuai protokol kesehatan,” ujar Irwan.

Protokol kesehatan yang dimaksud, seperti tamu undangan tidak makan di tempat, namun hanya diberikan nasi kotak. Ucapan selamat juga hanya berupa salam santun tanpa bersentuhan.

Undangan dibuat tiga hari agar tidak terjadi kerumunan dan dibagi per jam kehadiran. Setiap undangan yang hadir memiliki jadwal yang berbeda.

Masker akan disediakan bagi yang tidak pakai masker, sementara untuk hand sanitizer disediakan di beberapa titik tempat acara.

“Makanya pelaksanaannya dibagi tiga hari. Jadi, per hari dan per jam jumlah tamu dibatasi. Selain itu, protokol kesehatan tetap dijalankan dengan ketat,” kata Irwan.

Di Tengah Pandemi Corona, Gubernur Sumbar Gelar Pesta Pernikahan Anaknya 3 Hari Berturut-turut

Senin 02 November 2020 | 19:53Am

Harianpauhnet.art.blog– Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) akan menggelar pesta pernikahan anaknya selama tiga hari berturut-turut, mulai tanggal 6-8 November 2020. Pesta itu akan dilangsungkan di Auditorium Gubernuran di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Padang.

Hal itu dibenarkan langsung Kepada Biro Humas Setda Pemprov Sumbar, Hefdi.

Menurut Hefdi, terkait undangan yang tersebar, termasuk di media sosial itu memang benar undangan untuk pesta pernikahan anak Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno.

Dia menjelaskan, pesta itu akan dilangsungkan selama tiga hari, mulai dari 6-8 November 2020.

“Iya, itu undangan pernikahan anaknya pak gubernur. Undangan pernikahan itu terbagi tiga. Tiap-tiap undangan memiliki jadwal yang berbeda, yaitu pada tanggal 6, 7, dan 8 November 2020.” ujarnya kepada , Senin (2/11/2020).

Tidak hanya itu, Hefdi menegaskan, untuk pelaksanaan pesta itu akan diterapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Makanya pelaksanaannya dibagi tiga hari. Jadi, per harinya jumlah pengunjung dibatasi. Selain itu, protokol kesehatan tetap dijalan dengan keta,” paprnya.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, menurut Hefdi, pelaksanaan pesta itu juga telah sesuai aturan. “Kan sebelum tanggal 9 (dilarang), sesuai dengan surat edaran wali kota,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat Kota Padang dilarang mengadakan pesta pernikahan baik di gedung, Convention Center maupun di rumah mulai 9 November 2020. Masyarakat hanya diperbolehkan melaksanakan akad nikah di kantor KUA, rumah ibadah atau di rumah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Bagi masyarakat yang ingin melaksanakan perkawinan cukup melaksanakan akad nikah di kantor KUA, rumah ibadah, atau di rumah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Padang Hendri Septa. Larangan itu, telah dituangkan dalam Surat Edaran Wali Kota Padang Nomor: 870.743/BPBD-Pdg/X/2020 tertanggal 12 Oktober 2020.

Bagi masyarakat yang melanggar ketentuan tersebut atau tetap menyelenggarakan pesta, maka akan dibubarkan dan dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan. (*)

Calon Wakil Gebenur Sumbar Indra Catri apresiasi semaraknya perayaan Maulid Nabi Di masjid Raya pauh

Jum’at ,30 Oktober 2020 | 20:00 Am

Padang, HarianPauhnet.art.blog

Calon Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Indra Catri mengapresiasi semaraknya perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang berlangsung di Masji’d Raya pauh Di Binuang kampung Dalam Kecamatan Pauh 30/10/2020  20:00Wib

“Bulan ini adalah sangat istimewa, peringatan maulid Nabi amat penting bagi umat Islam karena dijadikan momentum mengingat kembali sejarah Nabi, mengingat kembali kehidupan Nabi, serta sarana silaturahim umat.

Indra Catri juga menjelaskan kisah ketauladanan Nabi Muhammad SAW dapat dipelajari dan diambil hikmahnya oleh seluruh elemen masyarakat.“Ketauladan Nabi Muhammad SAW, bisa dipelajari dan dijadikan panutan hidup,

apabila kita selalu memperingati maulid setiap tahunnya sebagai suri tauladan, Indra Catri memahami betul nilai-nilai budaya dalam peringatan pelaksanaan maulid nabi di Sumatera Barat ini yang begitu istimewa. Perayaan Maulid di setiap nagari (Kampung ) akan berbeda-beda prosesi acara dan kemeriahannya.

Audy Joinaldy Akan Kembangkan Agro Tour di Tanah Datar

Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumbar, Audy Joinaldy mengunjungi kawasan Agro Wisata Jorong Kubu Di Ateh, Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar.

Kedatangan Audy yang menggunakan kemeja putih bermotif cukie berantai disambut hangat oleh salah satu masyarakat tokoh masyarakat, B Sutan Parpatiah dan Kamal.

Audy sangat takjub melihat pemandangan lahan pertanian holtikultura yang terdiri berbagai macam sayuran ini. Dari atas puncak sini juga tampak langsung panorama Kota Padang Panjang.

Sementara itu, Mantan Ketua Jorong Kubu Di Ateh, El Datuak Rajo Katih meminta obyek kawasan agrowisata ini tolong diperhatikan terutama dalam akses jalan dan pelestarian kawasan pertanian kedepannya .

“Orang petani ini perhubungan akses jalan lebih perlancar. Selain itu, petani mengharapkan bantuan pupuk subsidi dalam mengelola kawasan agrowisata ini,” harap El Datuak Rajo Katih.

Menjawab hal itu kedepannya apabila terpilih menjadi pemimpin, Audy akan bekerjasama dengan masyarakat jorong tersebut meningkat kualitas agro wisata ini sehingga menarik perhatian turis

“Ini bisa dikembangkan menjadi agro tour nanti masyarakat mengajak para turis untuk memetik sayuran dan buah dan kemudian di jual,” ucap pemimpin Lintas Agro Group yang bergerak di bidang pertanian ini.

Menurut Audy, kawasan agrowisata ini memiliki potensi dikelola yang selaras dengan program unggulan pasangan Calon Gubernur (cagub) dan (Cawagub) Sumbar, Mahyeldi-Audy Joinaldy yaitu meningkatkan potensi pertanian.

“Tulang punggung utama masyarakat 90% jorong ini adalah petani,” tutup Audy. (*)

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 92,Sekda Amasrul: Pemuda Bisa Menjadi Pelopor Pembangunan

Rabu 28 Oktober 2020 | 20:04AM

PADANG, HarianPauh5net.art.blog– Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Padang diwakili Sekretaris Daerah Kota Padang Amasrul menyaksikan jalannya upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 secara Nasional melalui Stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI).

Dari Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (28/10/2020) Sekda Amasrul menyaksikan acara yang dipusatkan di Provinsi Papua Barat itu. Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 juga diikuti oleh pemerintah daerah se- Indonesia secara virtual.

Turut hadir, Asisten Administrasi Umum Didi Aryadi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Mursalim dan perwakilan organisasi kepemudaan (OKP) se Kota Padang.

Presiden Joko Widodo menjadi inspektur upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 (1928-2020) dari Istana Negara, Jakarta.

Dalam Pidatonya, Presiden menekankan, meski 92 tahun berlalu, semangat sumpah pemuda dalam diri harus terus menyala agar bisa menghadapi dunia yang penuh dengan persaingan.

“Dalam arus besar globalisasi yang sering terjadi adalah persaingan, baik antar negara dan individu. Tidak jarang kompetisi itu berujung pada upaya saling menyalahkan dan saling menghancurkan sehingga menimbulkan energi negatif. Sumpah Pemuda harus menjadi energi positif yang menyatukan persaingan dan perbedaan tersebut,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan, bangsa Indonesia harus terus dirawat dan dijaga dengan mengedepankan semangat solidaritas dan rasa persaudaraan. “Tidak ada Jawa, tidak ada Sumatera, tidak ada Sulawesi, tidak ada Papua, yang ada adalah saudara sebangsa dan setanah air,” jelasnya lebih lanjut.

Orang nomor satu di Republik Indonesia itu juga mengajak segenap anak bangsa untuk bekerjasama membangun Indonesia secara adil dan merata, membangun Indonesia sentris yang dimulai daerah pinggiran, dari desa dari pulau terdepan hingga perbatasan.

“Dengan pembangunan yang merata dan berkeadilan maka masyarakat berbagai wilayah merasa menjadi bagian dari Indonesia, merasa memiliki Indonesia serta ikut berkontribusi untuk memajukan Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Padang Amasrul sewaktu ditemui mengatakan, atas nama Pemerintah Kota Padang tentunya ikut mengucapkan selamat Hari Sumpah Pemuda ke-92 di tahun 2020 ini.

Ia berharap, melalui momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 92 kali ini dapat menjadi pemicu semangat terutama bagi generasi muda untuk memajukan bangsa Indonesia ke depan.

“Sebagai penerus bangsa dan menjadi pemimpin masa depan, pemuda harus bisa menjadi pelopor pembangunan di daerahnya. Pemuda juga harus siap meneruskan estafet kepemimpinan bangsa,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga diumumkan Pemenang Lomba Pemuda Pelopor Tahun 2020, yakni, Juara I Zepriskianto (Pelopor Bidang Pangan) Utusan Kecamatan Pauh, Juara II Oktavio Lina (Pelopor Bidang Sosial) Utusan Padang Barat dan Juara III M.Toha (Pelopor Bidang Sumber Daya Alam) Utusan Kecamatan Lubuk Kilangan. (Mul)

Kisah-kisah Nomor Ampek Bagian Dua, Ketika Padang di Tangan Buya

Senin 26 Oktober 2020 | 19:38AM.

“Jika sebuah kota dihuni oleh orang-orang yang memiliki kualitas hidup baik, maka kota itu akan menjadi tujuan bagi orang-orang yang ingin menikmati hal baik. Pun sebaliknya, orang tidak akan datang ke kota yang tidak punya kualitas hidup yang baik,” Jamie Lerner, Wali Kota Curibia menyampaikan ini di banyak pidatonya.

Oleh: Zuhrizul Chaniago

Lerner adalah sosok yang mengubah Curibia, kota kumuh di Brazil menjadi kota yang menjadi tujuan para kaum urban planner untuk mendapatkan ide perancangan kota di dunia. Curibia berubah wajah di tangan Lerner, dari buruk rupa menjadi berseri.

Puluhan ribu kilometer dari Curibia, tahun 2014, Mahyeldi Ansharullah melangkah dengan semangat yang serupa dimiliki Lerner. Mahyeldi yang baru saja dipilih warga Padang sebagai wali kota menggantikan Fauzi Bahar “mewarisi” tata kelola kota yang buruk. Bukan karena amburadulnya penataan kota di tangan pendahulunya, tapi karena Padang dihoyak gempa besar.

Gempa tak hanya meluluhlantakkan bangunan fisik, tapi juga perekonomian. Data Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), secara keseluruhan kerusakan akibat gempa diperkirakan mencapai Rp21,6 trilliun. Sektor produktif, perdagangan mengalami dampak terbesar dengan kerusakan dan kerugian mencapai total Rp2,4 trilliun. Padang menjadi daerah yang paling marasai.

Jantung Sumatera Barat itu luluh lantak. Mental warganya juga demikian. Sebagai pemimpin beban Mahyeldi teramat berat. Ia harus membangun kota yang telah rapun, sekaligus menyembuhkan mental warganya. Dua pekerjaan itu bertolak belakang. Di banyak daerah, untuk membangun kota, tak jarang ada kepentingan yang mesti dikorbankan, terutama kepentingan warga. Di Padang demikian. Pembangunan Pasar Raya Padang yang didanai pusat berubah menjadi ladang tempur antara pedagang dengan pemerintah di masa kepemimpinan Fauzi Bahar, dimana Mahyeldi menjadi wakil wali kota. Ada ketidaksepakatan antara pedagang dengan pemerintah yang tak duduk. Jadilah ketidaksepakatan itu landasan unjuk rasa besar-besaran. Di satu sisi, pemerintah ingin membangun pasar dengan cepat agar perekonomian bisa kembali berjalan. Pasar raya merupakan sentral niaga kota Padang sekaligus hulu perekonomian. Tapi di sisi lain, masyarakat merasa ada yang tidak adil. Masalah ini berlarut, pembangunan pasar terkatung bertahun-tahun.

Habis masa jabatan Fauzi Bahar, kesemberautan ini jadi tanggung jawab Mahyeldi. Mahyeldi memilih jalan berbeda untuk membangun Padang kembali. Bukan Mahyeldi namanya kalau tak mampu mengatasi masalah. Dia pemimpin gesit, yang bekerja senyap, tapi menampakkan hasil. Dia tidak mengambil pilihan tangan besi, tapi merangkul, melakukan pendekatan secara partisipatif. Dia menyelami setiap persoalan yang terjadi, merinci akar masalah, mengambil kesimpulan, dan mengajak warga kota untuk sama-sama memutuskan arah pembangunan. Khusus dalam membangun Pasar Raya Padang, pedagang menjadi patner pemerintah, saling berbagi masukan, ide-ide dan gagasan. Toh, pasar yang dibangun pemerintah nantinya juga untuk warga. Hidup matinya pasar bergantung pada warga yang bertransaksi. Pemerintah hanya jembatan, cuma pelayan yang tujuannya untuk menampung segala kesah, lalu mencari jalan keluar.

Di tahun-tahun periode pertamanya, Mahyeldi memang fokus melakukan rehabilitasi dan rekontruksi fisik Padang. Perlahan dia melangkah, menyusun strategi, dan memilih para pejabat yang cakap. Mahyeldi paham, berhasil atau tidaknya pembangunan, tidak bergantung pada dirinya saja, tapi pada orang-orang yang mengerjakannya. Bersama Emzalmi, birokrat senior yang menjadi wakil wali kota, Mahyeldi memimpin pasukan untuk memugar Padang.

Tak butuh lama, buah kerja Mahyeldi dan jajaran berbuah hasil. Padang berhasil ditata dengan rapi. Padang yang kusut masai diubahnya menjadi kota nyaman, kota yang selalu dirindui bagi siapa yang singgah. Pasar raya yang dulu pembangunannya terhambat karena adanya perpedaan pendapat dengan pedagang, berhasil dibangun dengan senyap. Tak ada konflik, tak ada unjuk rasa. Pedagang menerima desain pembangunan, sebagaimana pula mereka menerima Mahyeldi sebagai pemimpinnya dengan lapang.

Kini cobalah sejenak berjalan-jalan di Pasar Raya Padang. Semua tertata rapi, pedagang menempati kios-kios yang disediakan, pasar tradisional yang dulu kumuh dan kurang terawat berubah menjadi pasar modern yang ramah bagi siapa saja. Bangunannya bertingkat-tingkat, pedagang ramah, parkirannya rapi. Pasar raya diubah menjadi cerah, dengan pedestrian yang nyaman, tak hanya bagi kalangan normal tapi juga diperuntukkan bagi penyandang disabilitas. Mahyeldi benar-benar menerapkan pembangunan yang berkeadilan.

Selesai menuntaskan kemelut pasar raya, Mahyeldi tak berpuas diri. Dia melayangkan pandang ke Pantai Padang atau lebih dikenal dengan Taplau. Lokasi ini berada di bibir pantai. Dulu, Taplau dikenal sebagai lokasi mesum. Di bawah payung-payung yang dikenal sebagai tenda ceper, banyak yang berbuat tak senonoh, berbuat yang tak semestinya.

Taplau yang mestinya menjadi etalase Padang, tak ubahnya sebagai tempat pelepas nafsu semata. Buya Mahyeldi akhirnya turun langsung. Taplau dipenahi. Hasilnya lihatlah sekarang. Taplau begitu tertata, menjadi tempat yang nyaman bagi keluarga. Tenda ceper akhirnya hanya menjadi cerita saja. Tak lagi ada.

Taplau kini merupakan panggung sempurna untuk menyaksikan sunset. Saban hari, orang-orang berdesakan di sana. datang tak sekadar duduk saja, tapi berbelanja. Para pedagang panen setiap hari. Jualan laris, perlahan ekonomi kembali hidup.

Padang, dari kota yang kumuh, di tangan Buya Mahyeldi berubah menjadi kota yang begitu nyaman. Dari kota yang lamban kini berlari kencang mengejar ketertinggalan. Kualitas hidup warganya terdongkrak, angka kemiskinan terus menurun, investor beramai-ramai datang. Ingin membangun Padang. Orang-orang Padang kini boleh berbangga diri. Kota mereka disebut dimana-mana sebagai kota yang nyaman, baik untuk ditinggali ataupun sekadar disinggahi. Padang sekarang adalah kota impian. Anak-anak muda diberikan wadah untuk mengasah kreatifitas, kaum tua dengan tenang menghabiskan hari-harinya dengan segala ketenangan.

Memilih Audy, Memilih Mengabdi Lebih Tujuh tahun berjuang, kini Buya Mahyeldi seharusnya sudah bisa menyandarkan badannya sejenak, beristirahat, sambil menikmati hasil kerja kerasnya. Buya sudah bisa duduk tenang, dan tinggal memetik hasil dari apa yang dilakukannya. Namun Buya tak begitu, dia terus mencoba mengambil tantangan. Berhasil membangun Padang, Buya menatap Sumbar. Dia ingin mengabdi lebih, masih merasa punya banyak tenaga untuk memoles kampung halamannya, tempat dimana ari-arinya tertanam.

Impian dan harapan yang dimilikinya tak bisa terkotak hanya untuk Padang, sementara daerah-daerah lain di Sumbar tidak begitu. Pembangunannya belum merata. Buya ingin pembangunan dilakukan secara berkeadilan, merata. Ketika Padang baik, Sumbar semestinya lebih baik. Baginya, hidup ini hanya tentang dua pilihan. Yakninya, keberanian dan keikhlasan. Berani untuk berbuat, berani untuk mengubah, dan ikhlas dalam pengabdian.

Dengan niat tulus, Buya akhirnya melangkah, mengambil kesempatan untuk membangun Sumbar dengan ikut menjadi konstentan pada pemilihan gubernur (Pilgub) tahun ini. Dia percaya, Hendri Septa, Wakil Wali Kota Padang bisa menjadi suksesornya. Kepercayaan pada wakil inilah yang membuat Buya tenang bekerja. Dia tak memendam curiga pada pasangannya. Buya Mahyeldi berani untuk bertarung di pilgub bukan hanya karena dia yakin memiliki kemampuan, tapi juga yakin Hendri Septa mampu melanjutkan pembangunan di Padang. Lagi pula, dengan menjadi gubernur dia memiliki tangan lebih panjang untuk menjangkau pembangunan. Padang sudah pasti tidak akan ditinggalkan, malah akan semakin dipugar. Bertahun-tahun berpasangan dengan Hendri Septa, tentu komunikasi mereka dalam membangun Padang akan lebih maksimal. Jika buntu Hendri Septa bisa menyandarkan segalanya pada Mahyeldi.

Ketika Buya Mahyeldi digadangkan maju, pertanyan bukan seputar kemampuan atau partai apa yang akan mengusungnya, tapi pada sosok siapa yang akan menjadi wakilnya, pendampingnya kelak. Dengan pola kerja keras yang diterapkan, pendamping Buya tentu harus yang sigap, punya energi lebih, visioner dan punya harapan yang sama dengannya. Soal sosok, banyak yang kesohor, tapi tentu tak semuanya bisa bekerja dengan Buya dengan baik.

Di tengah perdebatan publik tentang siapa yang akan menjadi wakilnya. Tiba-tiba Buya menggandeng Audy Joinaldy. Anak muda gesit yang tak kalah visioner dengan Mahyeldi. Bahkan, visi yang dimilikinya melangkui umurnya sendiri. Audy lahir pada 16 Mei 1983. Lulusan Wageningen Universiteit Netherlands ini ahli di bidang pertanian.Audy anak muda yang sukses, dia punya banyak perusahaan, punya nama. Keluarganya juga demikian, terpandang.

Sebagai anak muda, Audy sebenarnya berada di fase nyaman. Dia tak perlu lagi berkuras tenaga untuk menikmati hidup. Tapi anak muda yang satu ini berbeda. Baginya, kesuksesan itu bukan tentang apa yang sudah diraih, tapi tentang sejauh apa dirinya bermanfaat bagi orang banyak, terutama bagi kampung halaman. Audy sebelumnya diselimuti kegelisahan ketika orang membicarakan Sumatera Barat, kampungnya. Sumbar diceritakan sebagai daerah potensial di banyak bidang, namun belum mampu dikelola dengan baik. Kegelisahan itu akhirnya menjelma sebagai panggilan. Audy terpanggil turut serta membangun Sumbar. Audy mahfum, visi saja tak cukup untuk membawa perubahan. Dia harus mengumpulkan energi dan keberanian. Dia ingin berpeluh, berdarah-darah untuk kampungnya. Bak gayung bersambut, dia bertemu Mahyeldi. Keduanya dipersatukan harapan, ide dan gagasan.

Kini keduanya mantap melangkah. Keduanya sama-sama paham, bahwa menjadi pemimpin bukan bertujuan untuk mendapat kehormatan, tapi untuk berbuat lebih pada orang banyak.

Memilih Audy bagi Buya Mahyeldi adalah dejavu pilkada Padang terdahulu. Mahyeldi lebih memilih Hendri Septa, anak muda dibandingkan stok-stok calon pemimpin yang sudah berumur. Mahyeldi percaya, energi yang dimiliki anak muda, jika dikelola dengan baik, akan menjadi kekuatan yang luar biasa.

Inilah saat warga Sumbar menentukan pilihan, pada siapa kemudi kapal akan diserahkan. Khusus Buya Mahyeldi, warga Sumbar seharusnya tak perlu lagi banyak tanya tentang siapa dia. Buktinya, ketika Padang di tangan Buya, Padang tacelak, Padang ternama dan warganya memiliki kualitas hidup yang baik. Soal Audy, rekam jejak tak akan berdusta. Dia piawai mengelola orang banyak, punya visi yang jelas dan tentunya sosok muda yang enerjik. Buya adalah orang pilihan, sementara Audy merupakan kebutuhan bagi Sumbar. Negeri ini memang butuh anak muda seperti Audy, anak muda yang melangkah dengan kecintaan, dan semangat perubahan, bukan terdorong nafsu untuk berkuasa.

Padang sudah mentereng, kini hanya tinggal menunggu waktu untuk Sumbar menerima pandangan baik seperti orang memandang Padang. Kini masanya Sumbar bergerak lebih kencang, dengan kemudi dipegang dua orang yang total dalam mengabdi. Tentu, dalam berkehidupan dan pergerakan, tidak ada yang lebih membahagiakan dari mendapat pasangan pemimpin yang beranjak maju serta matang karena ujian, pemimpin rendah hati yang mengorbankan kepentingan pribadinya untuk kepentingan orang banyak. Kita semua harus hakul yakin, kebahagian itu ada pada Mahyeldi – Audy, pasangan yang punya keyakinan, kalau Sumbar adalah negeri impian, dimana warganya mesti hidup dalam kesejahteraan! Siapa saja yang memilih Mahyeldi – Audy berarti sudah siap untuk perubahan besar, menuju Sumbar yang madani! (bersambung).Lihat artikel asli

Dinkes Siap Fasilitasi Karyawan Restoran Tes Swab di Puskesmas

Senin 26 Oktober 2020 | 12:50AM

Padang – Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani mengatakan siap memfasilitasi pelaksanaan tes swab bagi pengelola dan karyawan rumah makan, restoran, kafe dan sejenisnya di Puskesmas yang ada di Kota Padang.

“Kita punya 23 Puskesmas yang siap melaksanakan tes swab,” katanya, kemarin.

Karena banyaknya karyawan yang akan menjalani tes swab, dirinya berharap pemilik/pengelola restoran untuk mengirimkan data-data karyawan yang akan mengikuti tes swab, sesuai dengan format yang diberikan Dinas Kesehatan. Ini bertujuan untuk memudahkan pengaturan lokasi dan jadwal bagi karyawan yang akan mengikuti tes swab. Sehingga tidak terjadi penumpukan di Puskesmas.

“Sebab, jika terjadi penumpukan akan rentan timbulnya klaster baru di Puskemas,” tutur Kadiskes.

Terakhir Kadiskes mengharapkan data yang dikirim ke Dinas Kesehatan adalah data yang sebenarnya.

“Kalau karyawannya ada 30 orang, harus dibuat 30 orang. Karena tes swab ini salah satu upaya kita memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” harapnya.

Bagaimana Protokol Kesehatan di TPS, 9 Desember Nanti?

Harianpauh5net.art.blog

PEMILIHAN serentak digelar 9 Desember 2020 mendatang. Seluruh warga Padang yang memiliki hak pilih akan memilih kandidat Gubernur Sumatera Barat lima tahun ke depan.

Namun begitu, di masa pandemi Covid-19 ini, suasana pemilihan akan terasa berbeda. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan tata cara dan protokol kesehatan saat berada di TPS. Bagaimanakah protokol kesehatan yang harus dilakukan selama berada di TPS?

Setiap pemilih diwajibkan membawa KTP, alat tulis serta masker. Orangtua tidak dibolehkan membawa anak-anak ke TPS. Pemilih mendatangi TPS sesuai jadwal yang tertera di kertas C Pemberitahuan (mulai dari pukul 07.00-13.00 WIB).

Di TPS, pemilih diharuskan mencuci tangan selama 20 detik. Kemudian melakukan cek suhu tubuh dengan thermo gun. Lalu pemilih mengisi formulir kehadiran. Pemilih juga diwajibkan menggunakan sarung tangan yang disiapkan panitia pemilihan.

Selama menunggu panggilan untuk masuk ke dalam bilik suara, pemilih diharuskan menjaga jarak saat duduk di tempat tunggu yang disediakan.

Setelah mencoblos di dalam bilik suara, pemilih diharuskan membuang sarung tangan ke tempat sampah yang sudah disediakan. Kemudian panitia pemilihan akan meneteskan tinta ke jari pemilih.

Setelah itu, saat akan meninggalkan TPS, pemilih diharuskan mencuci tangan di tempat yang disiapkan.

Protokol kesehatan ini mesti diterapkan di masing-masing TPS agar virus corona tidak menginfeksi siapa saja. Karena itu, mari datangi TPS pada 9 Desember mendatang dan mencoblos pilihan. Karena suara kita menentukan masa depan bangsa!

Sumber : KPU

Kepedulian Camat Pauh v , Polsek Pauh v dan Lurah Binuang kampung dalam  Bagi-bagi ,Masker dan Imbauan Cegah Covid-19

Kamis 22 Oktober 2020 | 11:36AM

Harianpauh5net.art.blog– Jajaran Polsek, Camat dan Lurah Binuang kampung bagikan Masker di Kampung Dalam Jalan Binuang kampung dalam Kecamatan Pauh v , Kamis (22/10).

Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama di tengah pandemi Covid-19 Polsek, Camat dan Lurah Binuang kampung dalam turun ke jalan berbagi masker, sekaligus memberikan imbauan.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Pauh v , mengimbau kepada para pengendara agar tetap menggunakan masker saat berkendara demi menjaga diri terhindar dari penularan virus Corona.

“Laksanakan apa yang sudah diimbau oleh pemerintah, utamanya terkait protokol kesehatan. Jaga jarak, cuci tangan, pakai masker serta kurangi aktifitas di luar rumah,” katanya.

Menurutnya, langkah tersebut sebagai upaya untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sehingga dengan demikian pandemi Corona bisa segera berakhir.

“Pada akhirnya kita nanti akan bisa kembali beraktifitas seperti sediakala. Untuk itu, dukungan dan doa harus terus kita lakukan dan meningkatkan semangat bersama melawan Covid-19,” ujarnya.

“Saya berharap pembagian masker ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,”

Sementara itu, Jajaran polsek pauh v , pihaknya selama ini terus mendukung langkah pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Kota padang , terutama di Kecamatan Pauh v .

“Kita berharap bersama semoga pendemi Corona ini bisa segera berlalu. Dengan demikian kehidupan akan kembali normal lagi,” harapnya.

Ia juga berharap semoga upaya kecil yang dilakukan pihaknya seperti pembagian masker ini bisa memberikan manfaat besar bagi masyarakat. 

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kecamatan Pauh v agar tetap mengikuti semua arahan dan imbauan pemerintah.

Dukung Pemko Padang Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19, Pramuka Kota Padang Sosialisasikan Perda AKB dan Kampanye 3 M

Selasa 20 Oktober 2020 | 21:31 AM

PADANG, HarianPauh5net.art.blog– Guna meningkatkan kesadaran masyararakat tentang perlunya mematuhi protokol kesehatan Covid-19, Kwartir Cabang 09 Gerakan Pramuka Kota Padang melakukan Sosialisasi Perda Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan Kampanye Wajib Pakai Masker kepada warga Kota Padang.

Kegiatan sosialisasi tersebut diawali dengan menggelar upacara bersama yang dipimpin langsung oleh Plt Wali Kota Padang diwakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Azwin, di Pelataran Parkir Balaikota Padang, Selasa (20/10/2020).

“Atas nama Pemerintah Kota Padang, saya mengucapkan terimakasih kepada gerakan Pramuka Kota Padang yang telah membantu Pemerintah Kota Padang untuk mensosialisasikan Perda AKB dan Protokol Kesehatan Covid-19 kepada masyarakat Kota Padang,” jelas Azwin.

Sebagaimaana informasi yang diterimanya, Azwin mengatakan, bahwa sosialisasi tentang Perda AKB dan kampanye 3 M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak) dilakukan selama lima hari, mulai 20 hingga 24 Oktober 2020, dengan mengerahkan sebanyak 120 orang anggota Pramuka peduli bencana Kota Padang.

“Untuk itu atas nama Pemerintah Kota Padang kita sangat menyambut baik atas kepedulian Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Padang. Semoga Sosialisasi ini berjalan lancar dari awal hingga akhir. Dan adik-adik semua diberi keselamatan oleh Allah Swt selama melakukan sosialisasi,” imbuhnya mengakhiri.

Sosoialisasi diawali dari Simpang Lampu Merah By Pass (Simpang Lubuk Begalung, Simpang Ketaping, Simpang Durian Tarung dan Simpang Balai Baru) dan nantinya dilanjutkan di pusat-pusat keramaian lainnya di Kota Padang. (*)

Si Jago Merah” Kembali Mengamuk di Simpang Haru Padang, Seorang Warga Terluka


Selasa, 20 Oktober 2020 | 12:31 Am


Padang, Harianpauh5net.art.blog– Kebakaran terjadi di rumah warga Kelurahan Simpang Haru, Kota Padang. Kebakaran diduga disebabkan karena korsleting atau hubungan arus pendek listrik.

Afrides mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.25 WIB. Kebakaran ini menghanguskan satu unit rumah permanen dan empat rumah petak. Satu unit sepeda motor Honda Vario BA 5030 QN yang terparkir di dalam rumah juga hangus terbakar.

“Api juga menyebar ke 1 unit rumah permanen milik Damar Alamsyah, 67 tahun dan membakar sebagian atap dan loteng,” terang Afrides.

Berdasarkan keterangan saksi, Syafrial(64), api berasal dari atap rumah induk yang dihuni pemilik rumah Riki dan menjalar dengan cepat ke rumah petak dan ke rumah semi permanen milik Damar. Api baru bisa dipadamkan pada pukul 09.00 WIB setelah warga dibantu 6 unit pemadam kebakaran.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, namun 1 orang warga luka bakar akibat kejadian ini.

“Korban luka bakar kena jatuhan kayu terbakar pada bagian punggung,” pungkasnya.(*)

Maju di Pilkada Sumbar, Audy Joinaldy Gelar Silaturahmi dengan Wartawan

Senin 19 Oktober 2020 17:46Am

Calon Wakil Gubernur Sumatera Barat ( Cawagub Sumbar ) Audy Joinaldy diusung oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang berpasangan dengan Cagub Mahyeldhi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan Paslon nomor 4 dengan kekuatan 14 kursi di DPRD Sumbar menggelar pertemuan silaturahmi dengan para wartawan di Cafe Bacarito Kopi Jalan Nipah No.3C, Berok Nipah, Kec. Padang Barat., Kota Padang, Sumatera Barat, Senin sore (19/10).

Pertemuan tersebut memenuhi standar protokol kesehatan pencegahan Covid-19 pada Pilkada salah satunya dengan tidak menggelar pertemuan yang melebih ketentuan PKPU Nomor 13 Tahun 2020 yakni batas maksimal 50 orang.

Dikesempatan tersebut Audy Joinaldy menceritakan profil dirinya sebagai Calon Wakil Gubernur Sumatera barat ini merupakan kelahiran Jakarta, 16 Mei 1983. Dia merupakan lulusan S1 Jurusan Peternakan di Institut Pertanian Bogor pada tahun 2005, kemudian meneruskan pendidikannya di Wageningen University, Belanda dengan jurusan Food Quality Manajemen/Animal Nutrition yang kemudian lulus tahun 2007.

Pada tahun 2012, lanjut Audy, “Saya mendapatkan gelar Magister Manajemen (M.M) setelah lulus dari Universitas Hasanuddin, Makassar, ” terangnya.

Audy juga telah menyelesaikan pendidikan Insyinyur Profesional di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada dan mendapatkan gelar Ir/IPM.

Dia juga mendapatkan Gelar Asean.Eng setelah menyelesaikan pendidikannya di Asean Federation Organization pada 2019. Saat ini, dia sedang menyelesaikan program doktornya di IPB dengan jurusan Sekolah Bisnis sejak 2017.

Saat ini dia menjabat sebagai Chairman of Perkasa dan Lintas Agro Group. Terdapat beberapa pengalaman yang ia miliki seperti, menjabat sebagai Komisaris Utama PT Makassar Agro Nusa sejak 2012. Lalu, sejak 2013 ada beberapa perusahaan yang dipimpinnya seperti, Komisaris Utama di PT Sinar Terang Madani, Komisaris Utama PT Mega Satwa Perkasa, Direktur Utama PT Lintas Agro Niaga, Direktur Keuangan PT Berau Usaha Mandiri, Komisaris Utama PT AA Perkasa Bersaudara. Lalu, Sejak 2016, ia juga diamanahi sebagai Komisaris PT Benindo Perkasa Utama. Beberapa jabatan itu, hingga saat ini masih dipegang oleh Audy.

Pada saat yang sama Audy memaparkan visi dan misinya sebagai salah satu Cawagub Sumbar.

“Kami dari pasangan calon (Paslon) No 4 mempunyai visi yakni Terwujudnya Sumatera Barat Madani yang Unggul dan Berkelanjutan,” paparnya.

Adapun Misi kami yang pertama Meningkatkan sumber daya manusia yang sehat, berpengetahuan, terampil, dan berdaya saing, kedua meningkatkan tata kehidupan sosial kemasyarakatan berdasarkan falsafah “Adat Basandi Syarak -Syarak Basandi Kitabullah”, ketiga Meningkatkan nilai tambah dan produktivitas pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan, keempat Meningkatkan usaha perdagangan dan industri kecil/menengah serta ekonomi digital, kelima Meningkatkan ekonomi kreatif dan daya tarik kepariwisataan, keenam Meningkatkan pembangunan infrastruktur yang berkeadilan dan berkelanjutan dan ketujuh Mewujudkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang bersih, akuntabel, dan berkualitas, ” ungkapnya.

Sopir Angkot Di Padang Bertato Lagi Tega Cabuli Siswi SMP Dalam Angkot

Jum’at 16 Oktober 2020 | 10:26PM

PADANG, – Seorang sopir angkutan kota (angkot) di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) tega mencabuli siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di atas mobil angkotnya. Pria bertato bernama Alex itu akhirnya ditangkap polisi setelah korbannya melapor.

Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda mengatakan, pelaku ditangkap di daerah Pengambiran, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumbar. Dia ditangkap usai polisi mendapat laporan dari korban.

Insiden ini terjadi beberapa waktu yang lalu. Saat itu, pelaku yang sedang membawa angkot melihat korban berdiri di pinggir jalan. Pelaku kemudian menghampiri korban.

“Pelaku membujuk korban untuk diantar pulang ke rumah. Kebetulan, korban saat itu sedang memilik masalah keluarga dan akan kabur dari rumah,” kata Rico, Jumat (16/10/2020).

Rico melanjutkan, pelaku kemudian membujuk korban agar mau menginap di rumahnya. Dia juga berjanji akan mengantar korban pulang ke rumah keesokan harinya.

“Namun, belum sampai ke rumah, pelaku melakukan aksi bejatnya terhadap korban di atas angkot,” kata dia.

Korban kemudian diantar pulang oleh pelaku. Setelah tiba di rumah, korban melapor ke orang tuanya. Kemudian korban dan orang tuanya melapor ke polisi.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku merupakan residivis kasus pencurian. Dia juga mengaku nekat melakukan cabul karena jauh dari istrinya.

“Jauh dari istri pak,” kata Alex.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 82 Ayat 1 Jo 76 e UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

dari padang sumatra barat budi sunandar inews melaporkan

Sukses di Rantau, Audy Joinaldy Pulang Kampung Ingin Bangun Sumbar

Jum’at 16 Oktober 2020 11:08Pm

HarianPauh5net.art.blog– Nama Audy Joinaldy di dunia perpolitikan memanglah baru. Namun, di dunia usaha khususnya di Indonesia Timur namanya sudah tak asing lagi.

Tak hanya sukses di bidang usaha, putra Joi Kahar ini bahkan juga sukses dalam dunia pendidikan. Hal tersebut terbukti dengan sederet gelar yang menyertai namanya. Ir. Audy Joinaldy, S.Pt, M.Sc, M.M, IPM, ASEAN.Eng.

Audy Joinaldy berkuliah di IPB, setelah lulus melanjutkan sekolah ke Belanda Wageningen University selama 2 tahun. Sebelum ke Wageningen Audy Joinaldy sempat kerja di salah satu perusahaan pakan ternak asal Korea selama 4 bulan.

Selesai dari Wageningen Audy Joinaldy langsung diterima di perusahaan pakan ternak terbesar di Indonesia bahkan Asia dan Dunia. Audy Joinaldy bekerja selama hampir 5 tahun di perusahaan tersebut dengan jabatan sebagai Manager untuk wilayah Indonesia Timur.

Saat ini, Audy memimpin Lintas Agro Group sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertanian. Sekitar ratusan hektar lahan jagung ia miliki. Tak tangung-tangung omset yang ia dapatkan pun hingga miliaran rupiah.

Tak hanya itu, ada beberapa perusahaan lain yang dipimpinnya, seperti, Komisaris Utama di PT Sinar Terang Madani, Komisaris Utama PT Mega Satwa Perkasa, Direktur Utama PT Lintas Agro Niaga, Direktur Keuangan PT Berau Usaha Mandiri, Komisaris Utama PT AA Perkasa Bersaudara.

Di Indonesia Tinur Audy sudah berbuat banyak. Orang tua Audy memesankan jika dirinya bisa berbuat banyak bagi “orang timur” kini saatnya membangun daerah asal. “Jika perlu kamu mati di Sumbar, itu pesan orang tua saya,”ungkap Audy saat bertemu dengan sejumlah awak media dan organsasi masyarakat, di Padang, Senin (10/2/2020).

Audy yang kini resmi menjadi calon wakil gubernur Sumbar mendampingi Mahyeldi ini bertekad ingin membangun Sumbar (kampung halamannya). Ia berkomitmen akan membuat pertumbuhan ekonomi Sumbar paling tidak sama seperti nasional kalau bisa di atas rata-rata nasional.

“Salah satu cara yang saya lakukan adalah di bidang pertanian, karena background saya pertanian. Kita harus berfikir tentang pertanian. Industrialisasi pertanian, peternakan, kehutanan hingga perikanan,” tegas Audy Joinaldy.

Skil yang dimiliki Audy dalam mengelola bidang pertanian tidak dapat diragukan lagi. Maka tidak salah jika Mahyeldi meminang Milenial Minang ini sebagai Calon Wakil Gubenur (Cawagub) dalam pemilihan gubenur (pilgub) Sumbar 2020.

Ke depannya, Calon Gubenur (Cagub) dan Cawagub, Mahyeldi- Audy Joinaldy memiliki visi misi unggulan dalam meningkatkan sektor pertanian di Sumatera Barat. Salah satu cara untuk meningkatkan sektor pertanian ini dengan membuat Badan Usaha Miliki Daerah (BUMD) khusus Agro hingga mencapai cita-cita terbesar untuk menjadikan Sumbar sebagai lumbung jagung dan beras nasional.

Audy menyebutkan, jika nanti pihaknya terpilih memimpin Sumbar, mendampingi Mahy sebagai calon Wakil Gubernur Sumbar, dengan jargonnya Milenial Manang ia akan memutus mata rantai tataniaga yang panjang. Sebab katanya pada umum masyarakat terlalu lama bertani.

Kedepannya dia akan mencoba mendekatkan petani langsung dengan konsumen, yaitu dengan teknologi seperti melalui market ples atau penjualan produk secara daring.

Selain itu Audy yang memiliki perhatian besar pada milenial ini telah bertekad menggandeng generasi muda dan melenial Sumbar untuk membangun ranah Minang. Terbukti dengan berbagai event yang ia laksanakan meningkatkan kompetensi milenial dalam berwirausaha.

Beberapa waktu lalu Audy menggelar Kompetisi Entrepreneur Success Challenge Sumatera Barat 2020. Kompetisi terselenggara atas kolaborasi Tokoh Generasi Muda Minang Audy Joinaldy dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) dan Sekolah Bisnis IPB University serta Eragon Digital Company.

“Saya ingin entrepreneur milenial Sumatera Barat selain mendapatkan money return on investment juga mengharapkan usaha yang dijalankan oleh milenial Sumbar memiliki Social Return on Investment sehingga tidak hanya memikirkan keuntungan pribadi, namun juga memiliki impact sosial ke masyarakat Sumatera Barat,” ujar Audy.

Lima Unit Mobil Damkar Taklukkan Kebakaran di Terandam, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

Kamis 15 Oktober 2020 | 21:12PM

Padang, HarianPauh5net.art.blog– Kebakaran tiga rumah dan lima petak kontrakan di kawasan Tarandam 5, Kelurahan Sawahan, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah, Kamis (15/10/2020) malam sekitar pukul 19.15 WIB.

Kebakaran di lokasi padat penduduk itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa, namun kerugian ditaksir ratusan juta rupiah. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Dedi Henidal saat menyambangi lokasi kebakaran.

“Sesampai lokasi, kami menemukan api sudah membesar. Untuk pemadaman api, sembilan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan,” ujarnya diwawancarai awak media.

Untuk penyebab kebakarann, kata dia, pihaknya menyerahkan kepolisian setempat untuk melakukan penyelidikan. Sementara saat ini, api telah berhasil dipadamkan dan sedang dilakukan proses pendinginan.

“Untuk proses pemadaman, sedikit mengalami kendala karena gang menuju lokasi kebakaran sempit. Kemudian masyarakat menjadikan lokasi kebakaran objek wisata,” ungkapnya lagi.

Tak hanya itu, sambung Dedi, masyarakat yang mendatangi lokasi tidak memakai masker. Sehingga pihaknya selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian, supaya mengamankan dan meminta masyarakat tersebut menjauh dari lokasi.

“Informasi sementara kita dapat, sebanyak tiga unit rumah dan lima petak kontrakan mengalami kebakaran. Untuk penyebabnya, kita serahkan kepada pihak kepolisian, namun kerugian ditaksir ratusan juta,” tandasnya.

Sampai berita ini diterbitkan, jumlah kerugian secara keseluruhan serta penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan dari kepolisian.(*)

Jika Kasus Covid-19 Menurun, Plt. Wako Hendri Septa Tinjau Ulang Larangan Pesta Pernikahan

Kamis 16 Oktober 2020

PADANG, Harianpauah5net.art.blog- Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Padang Hendri Septa menegaskan, akan meninjau ulang kembali Surat Edaran (SE) Wali Kota Padang Nomor.870.743/BPBD-Pdg/X/2020 Tentang Larangan Pesta Perkawinan dan Batasan Bagi Pelaku Usaha, jika angka kasus positif Covid-19 di Kota Padang menurun menjelang 9 November 2020 mendatang.

“Masih ada sekitar empat minggu mulai berlakunya edaran tersebut, jika kasus positif Covid-19 di Kota Padang menurun, maka kita akan tinjau ulang lagi SE tersebut,” ujar Hendri Septa sewaktu bertemu dan dengar pendapat dengan sejumlah para pelaku usaha pariwisata, hotel, wedding dan seniman serta pihak terkait lainnya di Kota Padang, di Aula Abu Bakar Ja’ar, Kamis (15/10/2020).

Plt Wako Hendri Septa menjelaskan, SE Wali Kota Padang tersebut dikeluarkan melihat tingginya peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Padang. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Padang, https://dinkes.padang.go.id, pada 14 Oktober 2020 tercatat jumlah kasus positif Covid-19 sebanyak 4.971 kasus.

Jika dirinci terjadi penambahan kasus positif baru setiap hari yang melebihi 100, bahkan melebihi diangka 200. Seperti pada 10 Oktober terdapat 119 kasus, 11 Oktober 229 kasus, 12 Oktober 123 kasus, 13 Oktober 152 kasus positif dan 14 Oktober 291 kasus positif baru, bahkan hari lebih 200 kasus.

“Dengan jumlah kasus positif yang begitu signifikan peningkatannya, maka Kota Padang sekarang berada pada zona merah. Dan Kota Padang juga telah dinyatakan oleh Pemerintah Pusat menjadi 10 kota terparah penyebaran Covid-19 di Indonesia,” jelasnya.

Lebih jauh dijelaskan, tidak hanya peningkatan jumlah kasus positif baru, jumlah angka kematian karena Covid-19 juga meningkat. Pada 14 Oktober 2020 tercatat jumlah kasus kematian di Kota Padang sudah 92 orang. Terjadi peningkatan sekitar 1 sampai 2 orang setiap harinya.

“Jika hal ini terus dibiarkan ada kekhawatiran kondisi Kota Padang akan semakin buruk. Kita juga tidak ingin kembali pada masa beberapa bulan lalu dimana diterapkan PSBB. Untuk itu kita Pemerintah Kota Padang perlu membuat dan mengeluarkan aturan yang semata-mata demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Padang,” jelasnya.

Surat Edaran Wali Kota Padang Nomor.870.743/BPBD-Pdg/X/2020 Tentang Larangan Pesta Perkawinan dan Batasan Bagi Pelaku Usaha akan mulai diterapkan pada 9 November 2020.

Plt Wako berharap, para pelaku usaha di Kota Padang dapat menjadi mitra dalam menyampaikan pesan-pesan pemerintah untuk memberikan arahan kepada masyarakat banyak tentang pencegahan Covid-19.

“Alhamdulillah, pada pertemuan kali ini kita telah mendapatkan pemahaman dan komitmen bersama untuk bersama-sama menekan angka penyebaran virus Corona di Kota Padang yaitu dengan memasifkan sosialisasi protokol Kesehatan Covid-19. Dan insya allah kita berharap terjadi penurunan kasus Covid-19 yang signifikan,” jelasnya.

Turut hadir, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Edi Hasymi, Kepala Dinas Kesehatan Fery Mulyani, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Arfian, Kabag Hukum Yopi dan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Amrizal Rengganis.

Pada kesempatan tersebut dari pelaku usaha pariwisata dan perhotelan hadir, mewakili Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), mewakili Indonesian Hotel General Manager Association (IGMHA), Aspirapi, IMAIng, Hikasmi dan mewakili para Seniman.

Warga Keluhkan Jalan Binuang kampung Dalam Belom Sampai 3 Bulan Diperbaiki Berlubang Lagi

Kamis , 15 Oktober  2020 16:13 Pm

Jalan Kampung Dalam / Kecamatan pauh v

Padang, HarianPauh5net.art.blog -Jalan menuju wilayah  Kelurahan Pisang , Sumatera Barat , rusak walau bolak-balik diperbaiki. Warga sekitar pun mengeluhkan kondisi tersebut.

jalan yang rusak itu berada di Jalan Kampung Dalam Kecamatan Pauh v , kamis (15/10/2020). Tampak lubang serta bekas tambalan di jalan. Selain berlubang, jalan di sana bergelombang.

Lubang dan bekas tambalan juga terlihat di Jalan kampung dalam , Jalan Binuang , Jalan kel Pisang Lubang-lubang bahkan membuat kondisi jalan menyempit sehingga pengendara harus melintas secara perlahan.
“Setahun lebih (kemungkinan rusaknya),” kata salah satu warga di Kampung Dalam. 

Warga kampung dalam  menyebut jalanan yang rusak itu merupakan jalan yang sudah sering ditambal. Namun karena terus dilalui dan sempat terendam air jika hujan, jalan tersebut kembali rusak.

“Bekas ditambal. Waktu hujan agak terendam, mobil pada lewat, kemungkinan jalan rusak lah dia. Memang sering diperbaiki tapi pecah-pecah lagi,” ujar Warga kampung dalam. 
Menurut warga , kerusakan dipicu oleh parit yang tersumbat sehingga membuat air sering menggenangi jalan saat hujan.

Warga mengatakan beberapa pengendara sepeda motor sempat jatuh karena tidak tahu ada lubang saat hujan turun. Dia meminta agar jalan tersebut segera diperbaiki.
“Sempat jatuh juga pengendara sepeda motor. Kalau bisa segera dibenahi, biar tidaknimbul korban. Kemudian biar jalan lebih bagus lagi,” ujar Warga kampung dalam. 

haf/haf)
#jalanrusaksumateraBarat #rusak di #BinuangkampungDalam  #berlubang#Pauh_v

Perda AKB Mulai Diberlakukan di Sumbar, yang Melanggar Langsung Diberi Sanksi

Minggu 11 Oktober 2020 10:53Pm

HarianPauhnet.art.blog– Pemberlakuan Perda Nomor 6 tahun 2020 tentang AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Sumatera Barat (Sumbar) dimulai hari ini, Sabtu (10/10/2020), warga yang tidak menggunakan masker beraktivitas di luar rumah akan diberikan sanksi.

“Kegiatan hari ini langsung dihadiri Kapolda Sumbar dan Danrem, kegiatan dengan pendekatan sanksi, karna sejak seminggu yang lalu kita masih dalam sosialisasi, karena Perda ini butuh Sosialisasi dilakukan di seluruh masyarakat. Ke depan untuk sanksi pidana akan ditegakan bersama dengan tim terpadu antara lain Polisi Jaksa dan hakim,” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat bersama Tim Gabungan di Pasar Raya Padang, Sabtu.

Irwan Prayitno mengatakan sanksi itu dijatuhkan bila sebelumnya sudah pernah dikenai sanksi administrasi. “Perda ini dibuat agar masyarakat patuh pada protokol kesehatan. Dengan begitu potensi penyebaran Covid-19 bisa ditekan dan diminimalkan,” kata dia.

Sementara itu Kasat Pol PP Kota Padang menjelaskan, untuk Kota Padang semenjak tanggal 21 September 2020 anggotanya bersama Polresta Padang sudah menegakkan Perwako nomor 49 tahun 2020 di Kota Padang dan sudah menertibkan sebanyak 500 orang lebih karena tidak mengunakan masker saat berada di luar rumah. Selain itu Satpol PP Padang sudah melakukan sosialisai kepada warga semenjak tanggal 1 September 2020 meskipun baru berbentuk draft.

“Untuk kota Padang kita tinggal lakukan Penindakan saja lagi. Penegakan Perda ini dilakukan bersama tim di Pasar Raya Padang, ini menjadi lokasi pertama penegakan Perda Nomor 6 tahun 2020 di Sumbar dan akan terus dilanjutkan ke tempat-tempat yang lain” Kata Alfiadi.

Tidak itu saja, tempat-tempat usaha juga telah dilakukan peneguran secara lisan hingga pemberian surat teguran. “Jika pemilik usaha yang sudah kita tegur tidak juga mengindahkan atau menerapkan Protokol kesehatan tentu kita berikan tindakan sesuai Perda nomor 6 tahun 2020,” tegas Alfiadi.

Pada kegiatan hari ini dilaksanakan bersama Tim Gabungan yang terdiri dari beberapa unsur, diantaranya Satpol PP Padang, Dinas Perdagangan Kota Padang, Satpol PP Sumbar, Kepolisian, Jaksa, Hakim dan TNI untuk melaksanakan razia masker.

Polisi Razia Preman di Padang, Diduga Para Perusuh Bayaran saat Demo

11/10/2020 11:15Pm

PADANG, HarianPauhnet.art.blog– Polisi menggelar razia di sejumlah titik Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Puluhan preman diamankan karena diduga perusuh bayaran yang akan memprovokasi unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law.

Kapolresta Padang, AKBP Imran Amir mengatakan, petugas merazia kendaraan-kendaraan yang melintas, termasuk angkutan umum di depan Kantor DPRD Sumbar.

ADVERTISEMENT

“Mereka ini bukan mahasiswa dan peserta aksi. Jadi kita amankan,” kata AKBP Imran Amir di Kota Padang, Sumbar, Sabtu (10/10/2020).

Menurut dia, orang-orang diduga preman ini dibawa ke kantor polisi untuk didata dan menjalani pemeriksaan terkait keterlibatan mereka dalam demonstrasi di Kota Padang.

“Jadi kami periksa mereka dan profiling. Mencari tahu asal mereka, dibayar berapa dan apa tujuannya datang ke sini (Padang) dan ikut dalam demo,” ujar dia.

Para preman ini dinilai massa bayaran. Ada pihak yang mendanai mereka sebesar Rp50.000, dan untuk koordinator aksi Rp500.000. Nominal uang tersebut di luar uang makan. Sebagian dari terduga perusuh ini berasal dari luar daerah.

“Tadi ada yang kami amankan senjata tajam jenis klewang dan rantai,” katanya.

Sebelumnya tercatat ada 168 orang yang diamankan petugas usai aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Sumbar. Beberapa di antara mereka ini merupakan perempuan.

Usai menjalani pemeriksaan, ratusan demonstran tersebut dipulangkan. Mereka yang masih di bawah umur dijemput oleh orang tuanya di kantor polisi.

Agar Tak Terserang Wereng, Petani Dianjukan Ganti Varietas

Sabtu 10 Oktober 2020 23:19Pm

Padang – Hama wereng menyerang sejumlah pertanian warga. Petani mengalami gagal panen. Pemerintah Kota Padang mengimbau para petani untuk mengganti varietas sehingga tidak mudah terserang hama.

“Petani kita masih banyak yang menanam varietas 42 yang mudah terserang wereng,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syahrial Kamat, Sabtu (10/10/2020).

Dikatakan Syahrial, sebenarnya para penyuluh pertanian di lapangan sudah sering menganjurkan agar menanam varietas yang tahan. Seperti Batang Piaman, dan lainnya.

“Kita juga menganjurkan kepada petani di samping menukar varietas, juga melakukan tanam serentak, pengamatan serangan hama secara dini, serta ikut Asuransi Usaha Tanam Padi (AUTP),” sebutnya.

Dijelaskan Kadis Pertanian, sebenarnya banyak faktor terjadinya serangan hama. Tidak saja karena varietas dan lainnya, akan tetapi juga lingkungan tempat berkembang hama cukup mendukung seperti musim hujan saat ini.

“Makanan tersedia dan musuh alaminya banyak yang mati, itu penyebabnya juga,” tutur Kadis.

Dalam APCAD Meeting 2020,Plt Wako Hendri Septa Paparkan Program Ketahanan Ekonomi Bagi Disabilitas di Masa Pandemi Covid-19

PADANG Harianpauh5net.art.blog– Dalam kegiatan Asia-Pacific Coalition of Cities Against Discrimination (APCAD) Meeting yang bertajuk “The 10th World Human Rights Cities Forum (WHRCF), Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Padang Hendri Septa mempresentasikan seputar program kebijakan Pemerintah Kota Padang dalam penanganan ketahanan ekonomi bagi para penyandang disabilitas di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Demikian disampaikan Plt Wako Hendri Septa yang fasih berbahasa Inggris tersebut, secara ‘daring’ dari ruangan Padang Command Center (PCC) Kantor Balai Kota Padang, Jumat (9/10/2020). Juga hadir mendampingi dikesempatan itu Kepala Dinas Sosial Afriadi beserta jajaran.

Adapun peserta meeting berasal dari UNESCO, European Coalition of Against Racism (ECCAR) dan perwakilan kota se-Asia Pacific.

Hendri memaparkan, sebagaimana diketahui, Kota Padang yang saat ini memiliki jumlah penduduk lebih kurang 908.007 jiwa, berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Sosial mendapati setidaknya jumlah penyandang disabilitas sebanyak 3.174 orang.

“Diantaranya terdiri dari disabilitas fisik, disabilitas intelektual, disabilitas mental, disabilitas sensorik dan disabilitas ganda. Alhamdulillah, baik dari UNESCO, ECCAR dan pihak terkait lainnya terlihat menyambut baik penyampaian kita. Semoga hasil webinar ini memberikan dampak dan hal positif bagi Kota Padang,” harapnya.

Hendri Septa pun membeberkan terkait program ketahanan ekonomi bagi disabilitas pada masa pandemi Covid-19 yang dilakukan di Kota Padang.

Diantaranya seperti melakukan bimbingan sosial bagi penyandang disabilitas berupa bimbingan keterampilan dalam rangka meningkatkan kemandirian dan kapasitas disabilitas. Selanjutnya pengembangan usaha ekonomi produktif berupa pemberian bantuan usaha bagi disabilitas yang sudah mendapatkan bimbingan keterampilan dan yang sudah memiliki usaha. Kemudian juga melakukan asistensi orang dengan disabilitas berat berupa pemberian bantuan sandang pangan.

“Selain itu, kita juga melakukan pemberdayaan bagi penyandang disabilitas. Hal itu dilakukan dalam rangkaian acara peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang diperingati setiap tahunnya. Kita pun juga telah menetapkan Kawasan Ramah Disabilitas di kawasan Jl.Permindo pada 2016 lalu yang sudah diresmikan oleh UNESCO. Insya Allah di 2020 ini kita akan meresmikan satu lagi pembuatan kawasan yang sama di Jl. Khatib Suleiman bersamaan dengan HDI,” tukuknya menjelaskan.

Tak hanya itu, sambung Plt Wako, di masa pandemi Covid-19 Pemko Padang telah memberikan perhatian bagi penyandang disabilitas di Kota Padang. Seperti menyalurkan bantuan sosial penanganan Covid-19 bersumber dari pihak swasta/donatur kepada disabilitas melalui Dinas Sosial sebanyak 1.250 orang berdasarkan kedisabilitasannya.

“Di samping itu, kita juga memberikan bantuan usaha ekonomi produktif dan bantuan kemandirian berupa pemberian alat bantu melalui dana DID T sebanyak 176 orang disabilitas. Begitu juga bantuan asistensi berupa bantuan uang sebanyak 128 orang per tahun dan alat bantu sebanyak 26 orang,” bebernya.

Lebih jauh ditambahkan, tak hanya itu Pemko Padang juga merespon kasus terhadap permasalahan disabilitas baik itu pemasungan penelantaran dan kemiskinan dilakukan bersama pihak terkait, swasta, Baznas dan lembaga sosial lainnya. Selanjutnya pengembangan Rumah Ramah Difabel bekerjasama dengan ACT dan CCF Sumbar yang sudah dilaunching 1 Oktober 2020.

“Kita juga memberikan penghargaan kepada disabilitas Kota Padang di bidang sosial tahun 2020. Kegiatan ini diharapkan mampu menginspirasi sekaligus sebagai daya ungkit dalam memotivasi bagi kelompok disabilitas untuk maju dan berkembang. Selanjutnya kita juga melibatkan disabilitas dalam setiap kegiatan di Pemko Padang,” tukasnya mengakhiri.

Seorang Nelayan Diciduk Polisi Saat Jual Handphone Hasil Curian di Padang

09/10/2020 21:35PM

R saat Dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumbar Usai Dihadiahi Timah Panas

PADANG, — Satreskrim Polresta Padang berhasil meringkus seorang pelaku pencurian dengan pemberatan Kamis (8/10/2020) kemarin. Diketahui pelaku berinisial R (24) warga Jalan Surau Kelawi, RT 04, RW 06, Kelurahan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang.

Pria yang berprofesi sebagai nelayan tersebut diamankan saat menjual hasil curiannya berupa tiga unit handphone merek Vivo Y12 warna hitam, Oppo A57 warna hitam dan Samsung warna hitam serta satu jam tangan merek VNC. Namun saat diciduk, R mencoba melakukan perlawanan sehingga petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur.

Kasatreskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda mengatakan, pelaku diamankan berdasarka laporan polisi nomor LP/537/B/X/2020/SPKT Unit I Polresta Padang, tanggal 8 Oktober 2020 oleh pelapor yang juga korban berinisial LD.

“Saat diamankan, memang sempat menarik perhatian masyarakat saat proses penangkapan. Ia diamankan di kawasan bekas pusat perbelanjaan Matahari di Pasar Raya Padang,” katanya di Padang, Jumat (9/10/2020).

Rico menambahkan, pelaku yang sudah mengincar rumah korban, masuk ke rumah korban melalui atap dapur bagian belakang yang sudah lapuk dengan membuka paksa menggunakan kedua tangannya.

“Setelah berhasil masuk dapur, pelaku masuk ke dalam rumah dan menemukan satu unit tas. Pelaku kemudian membawa tiga unit gadget beserta satu jam tangan. Tas yang dibawa pelaku berdasarkan pengakuannya kepada polisi dibuang untuk menghilangkan jejak,” katanya.

Usai diamankan, R dibawa ke Polresta Padang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sebelumnya dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumbar untuk mendapatkan perawatan medis.

Selain Tolak UU Ciptaker, Gubernur Sumbar Memohon ke Presiden Agar Terbitkan Perpu

Jum’at 09 Oktober 2020 17:43Pm.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno memohon Presiden Joko Widodo (Jokowi), agar menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan.

Usulan penerbitan Perpu kepada Presiden Jokowi tersebut disampaikan dalam surat resmi Gubernur Sumbar dengan Nomor: 050/1423/Nakertrans/2020.

Dalam suratnya, Irwan Prayitno mengatakan usulan kepada Presiden Jokowi tersebut, menyikapi aspirasi yang Serikat Pekerja/Serikat Buruh dan Mahasiswa di Sumbar melalui aksi unjuk rasa menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disetujui DPR RI, 5 Oktober lalu.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyampaikan aspirasi dari Serikat Pekerja/Serikat Buruh dan Mahasiswa kepada Bapak Presiden, memohon kiranya Bapak Presiden berkenan dapat mempertimbangkan untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) sesuai dengan ketentuan Undang-undang,” ujar Irwan Prayitno dalam suratnya, dikutip Jumat (9/10/2020).

Tidak hanya usulan menerbitkan Perpu kepada Presiden Jokowi, Irwan Prayitno dihari yang sama juga mengirimkan surat kepada DPR RI.

Dalam surat Nomor: 050/1422/Nakertrans/2020, perihal Aspirasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh se-Sumbar tentang Undang-undang Cipta Kerja tersebut, Irwan Prayitno menyampaikan aspirasi dari Serikat Pekerja/ Serikat Buruh di Sumbar yang menyatakan menolak disahkannya Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja.

Diguyur Hujan dan Angin Kencang, Pohon Besar di Padang Tumbang

Jum’at 09 Oktober 2020 17:07 PM

PADANG, Harianpauh5net.art.blog– Pohon tumbang terjadi di akses Jalan Diponegoro, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat. Pohon ini tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Jumat pagi (9/10/2020).

Akibat tumbangnya pohon pelindung jenis Trambesi dengan diameter 1,5 meter itu, kemacetan terjadi di sekitar Jalan Diponegoro. Kendaraan terpaksa dialihkan ke Jalan Samudra. untuk menghindari kemacetan panjang.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Padang, Sutan Hendra mengatakan, ada 15 petugas BPBD serta relawan kebencanaan Kota Padang di lokasi.

“Mereka melakukan evakuasi pohon tumbang secara manual dengan menggunakan gergaji mesin,” kata Sutan, Jumat (9/10/2020).

Sutan menambahkan, petugas butuh waktu satu jam untuk mengevakuasi pohon dari badan jalan, mengingat pohon itu berukuran besar.

Kondisi Jakarta Usai Hujan Deras Disertai Angin Kencang

“Tidak ada korban jiwa,” kata dia.

Sutan menduga, pohon besar itu tumbang karena tingginya intensitas hujan di Kota Padang. Hujan yang terjadi pada hari ini juga disertai angin kencang.

Dia mengimbau kepada warga lebih hati-hati karena Kota Padang masih dilanda cuaca buruk dalam beberapa hari ke depan.

“Warga diimbau tidak parkir kendaraannnya di bawah pohon atau berteduh di bawah pohon saat hujan dan angin kencang,” kata dia.

Arak Bako, Tradisi Rang Kampung Dalam Mengantarkan Mempelai Pria Dan wanita di Ranah Minang

Jum’at , 09 Oktober 2020 | 16:51 PM.

Padang, HarianPauh5net.art.blog– Ratusan Bundo Kanduang atau ibu-ibu dari pihak pengantin pria dan wanita mengiringi kedua mempelai,Mutia afrigus dan Apdul -Siap menuju resepsi Arak Bako

Tabuhan gendang dan talempong (alat musik pukul khas Minang) bertalu-talu membuat proses arakan ini bertambah meriah. Sebelum memasuki Rumah anak Daro tempat resepsi diadakan, para datuak dan Ninik Mamak (tetua adat) masing-masing pengantin saling berbalas pantun sebagai tanda penghormatan kepada tuan rumah.

Menurut Ninik Mamak tetua adat dari pihak wanita, proses ini bernama Arak Bako. Tradisi tersebut dalam pesta pernikahan di Sumatra Barat hingga kini masih dipertahankan.

“Arak-arakan pengantin ini bisa melibatkan banyak orang. Semakin banyak peserta arakan pertanda semakin tinggi status sosial pengantin,” jelasnya.

Arak-arakan biasanya dimulai dari rumah orang tua pengantin pria yang disebut ‘bako’. Sang pengantin pria atau ‘marapulai’ diarak ke tempat pengantin wanita atau ‘anak daro’. Pihak ‘bako’ menunjukkan kepada keluarga anak daro keadaan sebenarnya dari ‘marapulai’ yang akan menjadi suaminya.

Kampung dalam

Rang Kampung Dalam Baralek Gadang tradisi Arak Bako Di daerah Pauh V 

Jum’at  09 Desember 2019 16:51Pm

Baralek gadang

– Even Rang Kampung Dalam Baralek Gadang menawarkan sejumlah kegiatan menarik yang bisa dinikmati masyarakat kampung dalam maupun diantaranya tradisi arak bako Di pauh v.

“Rangkaian kegiatan tersebut akan tersaji pada jum’at 09/10/2020 hingga Sabtu pada beberapa titik,”

Beberapa kegiatan yang masih bisa dinikmati hingga Sabtu adalah Tagak Gala.

Demo Tolak UU Cipta Kerja di Padang, Polisi Amankan 10 Pelajar SMA

09/10/2020 14:48Pm

PADANG, HarianPauh5net.art.blog– Polisi menangkap 10 pelajar saat aksi unjuk rasa mahasiswa terkait penolakan UU Omnibus Law di Gedung DPRD Sumatera Barat (Sumbar). Mereka ditangkap karena diduga sebagai provokator dan penyusup.

“Mereka ditangkap karena terindikasi berbuat kerusuhan dalam aksi unjuk rasa tersebut,” kata Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda, Kamis (8/10/2020).

Rico menambahkan, mereka yang ditangkap dibawa ke Mapolresta Padang untuk diproses lebih lanjut.

“Kami akan dalami dahulu apa motif mereka begitu, dengan berada di lokasi unjuk rasa,” katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, adanya pihak ketiga atau kalangan yang ingin membuat kekacauan dengan memanfaatkan aksi unjuk rasa itu memang benar adanya.

Belasan Pelajar Tertangkap Balap Liar di Palopo

Polisi menggelar razia balap liar yang meresahkan warga Kota Palopo, Sulawesi Selatan dini hari (5/5/19) tadi.

“Indikasi itu ada, kami dari jajaran Polda Sumbar masih memantau pergerakan para pihak yang terindikasi menciptakan situasi rusuh ini,” katanya

Selain itu, kata dia, polisi juga menyoroti para peserta demo yang tidak menerapkan protokol kesehatan, salah satunya dengan menjaga jarak.

“Jumlahnya itu banyak dan mereka tak jaga jarak, memang memakai masker namun dikhawatirkan akan menciptakan klaster baru lagi,” katanya.

Setelah sejumlah pelajar ditangkap, puluhan remaja lain datang dari arah Basko Hotel dan melempari petugas dengan batu bahkan terlihat ada yang membawa celurit.

Gubernur Sampaikan Penolakan Warga Sumbar Terhadap UU Ciptaker ke DPR RI

Kamis 08/10/2020 22:40Pm

Menyikapi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang terjadi di Sumatera Barat, hari ini (8/10) Gubernur mengirimkan surat kepada DPR RI.

Surat tersebut menyampaikan aspirasi penolakan masyarakat Sumatera Barat terhadap UU Ciptaker yang telah disahkan DPR RI pada senin (5/10) lalu.

“Dengan disahkannya Undang-undang tentang Cipta Kerja oleh DPR RI, 5 Oktober lalu menimbulkan aksi unjuk rasa yang menolak undang-undang Omnibus law cipta kerja oleh serikat pekerja/buruh di Sumbar,” jelas Irwan dalam keterangan tertulisnya dengan nomor 050/1422/Nakertrans/2020 tertanggal, Kamis (8/10/2020).

84 Perusuh Diamankan Polisi Saat Demo di Padang: Pelajar hingga Mantan Napi

08/10/2020 20:26Pm

Sebanyak 84 orang perusuh diamankan pihak kepolisian saat unjuk rasa yang berlangsung di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat, Kamis (8/10). Mereka yang diamankan langsung dibawa petugas ke Polresta Padang.

Kapolresta Padang, AKBP Imran Amir mengatakan, para perusuh terdiri dari berbagai macam kalangan. Namun dipastikan tidak ada berasal dari massa mahasiswa yang menggelar aksi demo.

“Mereka ada yang pelajar SMK, bahkan residivis pencurian kendaraan bermotor hingga narapidana asimilasi. Beberapa senjata tajam dibuang oleh perusuh ini,” kata Imran kepada langkan.id di Kantor DPRD Sumatera Barat, Kamis (8/10) malam.

Perusuh saat aksi demo mahasiswa ini telah melakukan aksi anarkistis. Imran mengungkapkan, personelnya dilempari batu hingga pihaknya terpaksa menembakkan gas air mata untuk memukul mundur.

Beruntung, kata dia, tidak ada yang mengalami luka baik dari perusuh maupun personel kepolisian. Begitupun untuk fasilitas umum maupun peralatan kepolisian tidak ada yang dirusak.

“Mereka melakukan anarkis dengan lempar batu ke arah petugas. Kelompok ini terpisah dari mahasiswa. Untuk massa mahasiswa sudah diterima dengan baik. Sudah diskusi. Permintaan mahasiswa semua sudah diterima Ketua DPRD,” jelasnya.

Terkait perusuh yang diamankan, lanjut Imran, dilakukan pendataan serta pemanggilan orang tua. Apabila pelajar, pihaknya juga melayangkan surat kepada sekolah mereka masing-masing.

“Untuk perusuh yang merupakan residivis sekitar dua sampai tiga orang ini sedang kami cek apakah ada laporan di Polresta Padang terkait kasus pencurian kendaraan bermotor. Kalau ada nanti kami tindaklanjuti,” tegasnya.

Pihak kepolisian hingga malam masih berada di halaman Kantor DPRD Sumatera Barat. Sementara, massa mahasiswa yang menggelar aksi telah membubarkan diri sejak pukul 18.00 WIB.

“Besok kami masih standby. Mudah-mudahan tidak ada lagi aksi,” tuturnya.

Pemuda Padang Tumbang Ditembak Polisi Usai Embat Motor di Masjid

08/10/2020 09:55pm

– Satuan Reskrim Kepolisian Resor Kota Padang, Sumatera Barat melumpuhkan EA (30) pelaku kasus dugaan pencurian sepeda motor di pekarangan sebuah masjid dengan timah panas.

“Saat hendak ditangkap tersangka berusaha melarikan diri dilakukan tindakan terukur dengan menembak kaki kanan tersangka,” kata Kepala Satuan Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda, di Padang, Kamis (8/10/2020).

Ia mengatakan tersangka yang merupakan buruh harian langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar untuk mendapatkan penanganan medis di kakinya.

Penangkapan terhadap EA dilakukan petugas pada Rabu (7/10) ketika ia tengah berada di kawasan Pasar Raya Padang.

Dari penangkapan itu polisi mengamankan satu unit sepeda motor matik berwarna putih tanpa nomor polisi sebagai barang bukti.

“Kasus ini masih terus kami kembangkan untuk mencari kemungkinan adanya lokasi pencurian yang lain,” katanya sebagaimana dilansir Antara.

Selain itu, lanjut Rico, pihaknya juga tengah memburu N sebagai rekan dari EA ketika melakukan tindak pencurian sepeda motor.

Ia menjelaskan kasus pencurian yang menjerat tersangka EA itu terjadi pada Jumat (3/7/2020).

Saat itu EA bersama N sedang berada di Jalan Permindo kawasan Pasar Raya Padang, kemudian N mengajaknya mencuri sepeda motor.

Keduanya lalu berangkat ke kawasan Jati dengan berboncengan sepeda motor dengan tujuan mencari motor yang akan “diembat”.

Pelaku kemudian mendapati sepeda motor matik berwarna putih yang berada di Parkiran Masjid Al Furqan, Jalan Abdul Muis, Kelurahan Jati, Padang.

“Pelaku N lalu turun mendekati motor incaran, sedangkan EA menunggu di sepeda motor sambil melihat keadaan sekitar,” jelas Rico.

Pelaku N membuka paksa kontak sepeda motor menggunakan kunci leter T, setelah berhasil keduanya langsung kabur dari lokasi kejadian.

Plt Wali Kota Hendri Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung Produksi IKM Pangan Kota Padang

HarianPauh5net.art.blog

PADANG – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Padang Hendri Septa meletakkan batu pertama pembangunan tempat usaha produksi Rendang Zahra sebagai Industri Kecil dan Menengah (IKM) Pangan di Kota Padang, di Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, Rabu (7/10/2020).

Seperti diketahui outlet Rendang Zahra sudah berdiri selama 1,5 tahun dan belum memiliki tempat produksi yang memadai. Pemko Padang melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian memberikan bantuan berupa gedung produksi untuk Outlet Rendang Zahra tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kota Padang kita mengapresiasi dan menyambut baik hadirnya rumah produksi Rendang Zahra. Semoga ini akan menggairahkan roda IKM di kota bengkuang ini,” ujar Plt Wako Hendri saat memberikan arahan dan sambutan pada kegiatan tersebut.

Hendri menjelaskan, perkembangan dan pertumbuhan IKM merupakan salah satu motor penggerak yang krusial bagi perekonomian masyarakat Kota Padang. Keberadaan IKM dapat mendorong pertumbuhan wirausaha baru yang kreatif dan inovatif. Sehingga menciptakan tenaga kerja yang terampil dan mandiri.

“Untuk itu, atas nama Pemerintah Kota Padang saya sangat berbangga dan optimis, kehadiran IKM outlet Rendang Zahra akan mampu mendorong perekonomian di Kota Padang, apalagi saat sekarang terjadi wabah pandemi, maka IKM berperan aktif membangkitkan ekonomi,” jelasnya.

Selanjutnya Plt Wako berpesan kepada pemilik outlet Rendang Zahra, dalam hal ini Rafdinal untuk tetap menjaga cita rasa masakan dari masakan rendang yang dibuat. “Insha Allah kedepan kita carikan pangsa pasarnya sehingga outlet Rendang Zahra semakin dikenal masyarakat luas,” pungkas Hendri mengakhiri.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang Yunisman mengatakan, pembangunan tempat usaha produksi bagi IKM Pangan Kota Padang merupakan yang pertama kalinya, yang sesuai dengan standar Good Manufacturing Practice (GMP). Pembangunan dilaksanakan mulai 7 Oktober hingga 7 Desember 2020.

“Mudah-mudahan pembangunan tempat usaha produksi bagi IKM Pangan Kota Padang ini dapat mendorong kualitas produk dan daya saing IKM Kota Padang di pasar global,” jelas Yunisman.

Camat Nanggalo Fuji Astomi dalam kesempatan itu juga mengaku menyambut baik dengan hadirnya rumah produksi IKM Pangan Kota Padang tersebut. “Semoga dengan adanya rumah produksi pangan dalam hal ini outlet Rendang Zahra dapat menjadi roda penggerak industri kecil ditingkat kecamatan,” ujarnya.

Dikesempatan yang sama, pemilik sekaligus pendiri outlet Rendang Zahra Rafdinal mengaku bersyukur dan berterimakasih kepada Pemerintah Kota Padang yang telah membantu membangun Rumah Produksi untuk outlet Rendang Zahra.

“Atas nama pribadi dan keluarga saya mengucapkan terimakasih kepada Pemko Padang dan pihak terkait lainnya, semoga hal luar biasa yang dilakukan dibalas oleh Allah Swt dengan amalan berlipat ganda,” jelasnya.

Adapun menu rendang yang disediakan di Outlet Rendang Zahra yakni, Rendang Ikan Bilih Asam, Rendang Udang Saia, Rendang Daging Sapi dan Rendang Ikan Salai.

Diguyur Hujan, Ribuan Demonstran Bertahan di Depan Gedung DPRD Sumbar

Rabu 07Oktober 2020 23:21IPm

Haraianpauh5net.art.blog

– Ribuan massa Berkumpul di sisi timur gedung DPRD Sumbar untuk menyampaikan penolakan terhadap Undang – Undang Omnibus Law yang disahkan oleh DPR RI beberapa hari silam. Penolakan ini melibatkan mahasiswa, Ormas dan Organisasi Buruh

massa mulai berdatangan ke gedung DPRD Sumbar pukul 14.00 WIB dari setiap sudut. Sampai pukul 15.00 WIB, massa terus berdatangan dan bergabung di titik kumpul di sebelah timur gedung.

Pukul 15.05 WIB, hujan turun cukup deras dan sempat memecah konsentrasi massa. Namun, tak lama massa berkumpul kembali.

“Jangan takut hujan kawan-kawan. Kita di sini untuk perjuangan dan untuk masa depan. Jangan takut hujan. Jangan bubar,” sebut orator.

Tak lama berselang, massa kembali meneruskan yel-yel hidup mahasiswa dan hidup rakyat.

Dalam kondisi diguyur hujan ini, Perwakilan massa sebanyak lima orang sudah dipersilahkan masuk oleh petugas untuk bermusyawarah dengan anggota DPRD Sumbar.

Aksi Tolak UU Ciptaker di Padang Diwarnai Hujan Deras

Rabu 07/10/2020 || 16:07Pm

Aksi penolakan terhadap Undang-Undang (UU) Cipta Kerja juga berlangsung di Kota Padang, Sumatera Barat pada hari ini (7/10).

Aksi tersebut diinisiasi oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumatera Barat (SB). Massa mulai berkumpul di pertigaan jalan masuk Universitas Bung Hatta di Jalan S Parman, Kota Padang.

Selain mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam aliansi BEM SB, tampak juga massa gabungan pelajar dan buruh. Pukul 14.30 WIB rombongan aksi mulai bergerak ke depan Gedung DPRD Sumbar dan melakukan orasi.

Beberapa menit melakukan aksi hujan deras turun di lokasi. Namun, massa tetap bertahan dan tetap menggelar aksi di tengah hujan deras.

Dilansir dari antarasumbar rencananya Ketua DPRD Sumbar akan menerima perwakilan massa sebanyak lima orang untuk menyampaikan aspirasi.

Sampai berita ini kami turunkan hujan masih deras masih mengguyur lokasi aksi unjuk rasa.

Demo Tolak Omnibus Law di Padang, Tulisan Spanduk Ini Jadi Pusat Perhatian

Harianpauh5net.art.blog

Pendemo berbaju putih abu-abu juga hadir bersama mahasiswa dalam untuk rasa pernyataan sikap terkait telah disahkannya RUU Cipta Kerja dalam rapat paripurna DPR di gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Senin (5/10/2020) lalu. Pendemo berbaju putih abu-abu tersebut datang sekitar pukul 14.30 WIB yang disambut sorakan dan yel-yel dari kakak-kakaknya mahasiwa seluruh Sumatera Barat.

Kemudian barbagai sorakan juga terdengar dari pengunjuk rasa yang Jika ditotalkan sekitar seribuan orang itu. Sorakan itu yakni mendesak anggota dewan ataupun perwakilan untuk menemui secara langsung. “DPR Goblok… DPR Goblok… D….PR Goblok,” bunyi salah satu sorakan dari para pengunjuk rasa, Rabu (7/10/2020).

Kemudian, penyampaian penolakan RUU Cipta Kerja itu juga disampaikan melalui berbagai tulisan spanduk. Salah satu tulisan spanduk yang menarik yakni, “Cakak Wak Lah Pak” (berkelahi kita pak). Sementara, ratusan petugas kepolisian berseragam lengkap yang berada di dalam perkarangan gedung putih itu siap dengan tamengnya untuk siaga jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

Hingga berita ini diterbitkan, petinggi DPRD Sumbar tak kunjung keluar menghampiri pengunjuk rasa. Sementara itu, para peserta demo sudah kehujanan menunggu di luar gedung. (*)

DPRD Padang Dengar Pendapat Forum RT/RW Kelurahan Alang Laweh, Pertanyakan Dana Covid-19

Harianpauh5net.art.blog- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Padang melakukan dengar pendapat (hearing) bersama Forum RT/RW Kelurahan Alang Laweh, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (6/10/2020).

Seorang ketua RT Alang Laweh Efnita mengatakan para forum RT/RW mempertanyakan dana konsumsi dalam penanganan covid-19 yang melibatkan RT/RW.

“Sebelum April, kami disuruh membuat kongisi covid-19 diketuai oleh RW dengan anggota RT semua,” kata Efnita.

Menurut, Efnita para ketua RT/RW disuruh membentuk kongsi covid-19 hingga berjalan sesuai aturannya.

Namun ketika ada anggaran untuk kongsi covid-19, diungkapkannya justru ketua RT/RW yang bekerja tidak mendapatkannya.

Sementara, tokoh masyarakat, seperti LPM dan warga lainnya mendapatkan anggaran tersebut.

“RT hanya mendapatkan Rp 150 ribu untuk mendata warga terdampak covid-19, namun RT kelurahan lain mendapatkan uang masing-masing, Rp2,5 Juta,” ujarnya.

Menurutnya, tidak ada kejelasan anggaran kongsi covid-19 bagi RT/RW Kelurahan Alang Laweh, Kecamatan Padang Selatan.

Sementara itu, Lurah Alang Laweh Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang Adarmansyah mengatakan ada salah paham informasi yang diterima forum RT/RW Alang Laweh.

Menurutnya, sebelum mencairkan dana konsumsi sudah dilakukan langkah koordinasi dengan pihak kelurahan.

Sejauh ini menurutnya, dana konsumsi atau makan minum untuk posko covid-19 diberikan sesuai aturan Sekda Padang.

“Dana makan minum, kita menjalankan sesuai dengan aturan surat Sekda Padang,” ujarnya.

Adarmansyah mengatakan untuk memberikan dana konsumsi bagi ketua RT/RW saat ini tidak ada anggarannya.(*)

Ada Aksi Tolak Ombinus Law di Padang, Polisi Siagakan Personil

Rabu 07 Oktober 2020 11:48Pm

Harianpauh5net.art.blog

Disahkannya Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang oleh DPR RI pada rapat paripurna yang digelar senin (5/10) malam menimbulkan protes dan penolakan, termasuk di Sumatera Barat.

Di Kota Padang ini Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumatera Barat (SB) menyerukan aksi yang rencana akan digelar hari ini (7/10) di depan Kantor DPRD Sumbar.

Terkait rencana aksi tersebut Polresta Padang pun telah memasang barikade kawat berduri di sekeliling komplek gedung DPRD Sumbar. Dilansir dari langgam.id, Kapolresta Padang menyebutkan belum ada izin terkait aksi yang digelar hari ini.

Namun, meskipun tidak adanya izin Polresta Padang tetap menyiagakan sebanyak 100 personel guna mengamankan aksi unjuk rasa tersebut.

Undang-Undang Cipta Kerja sendiri sudah lama mendapat penolakan dari berbagai pihak. Sejak selasa aksi unjuk rasa di berbagai daerah berlangsung menuntut dicabutnya UU Cipta Kerja.

Seharian Diguyur Hujan, Puluhan Ton Sampah Menumpuk di Pantai Padang

Selasa 06 Oktober 2020 09:53Pm

– Berbagai jenis sampah menumpuk di Muara Padang dan Pantai Muara Lasak, Kota Padang, Selasa (6/10/2020). Sampah ini berasal dari hulu sungai terbawa arus yang membesar akibat hujan deras yang mengguyur sejak Senin (5/10/2020) malam.

Pantauan, tumpukan sampah di objek wisata ini terdiri potongan kayu, ranting kayu dan daun, potongan bambu, plastik, botol, pamper bekas hingga bangkai hewan.

Di Muara Padang, sampah terlihat menumpuk dan berceceran mulai dari pintu Muara hingga Masjid Al Hakim yang merupakan ikon baru Kota Padang.

Sementara, di Pantai Muara Lasak sampah terlihat menumpuk dari pintu Muara hingga monumen Tugu Merpati.

Tumpukan sampah itu tentu sangat mengganggu keindahan sehingga mengusik kenyamanan wisatawan di dua tempat ini.

Pasukan kebersihan Kota Padang pun tampak bahu membahu menyingkirkan sampah dari bibir pantai lalu mengangkutnya dengan truk sampah ke tempat pembuangan akhir.

“Seperti ini lah setiap hari. Hujan kan sudah sebulan ini, sudah puluhan ton pula sampah yang kita bersihkan di sini. Karena bagaimana pun sampah yang dibawa arus perginya ke sini,” ujar It, salah seorang petugas kebersihan yang ditemui Padangkita.com di Muara Padang, Selasa (6/10/2020) pagi.

Sehabis hujan melanda Kota Padang, setidaknya ia bersama rekannya yang lain membersihkan sampah hingga 12 ton sampah.

“Kalau kita membersihkannya sampai empat truk kalau hari hujan. Satu truk beratnya 4 ton, jadi sekitar 12 ton sampah,” ucapnya.

Sementara itu, seorang warga di Pantai Muaro Lasak sangat menyayangkan tumpukan sampah yang terjadi. Ia menyebutkan, tumpukan sampah sudah menjadi pemandangan setiap pagi baginya.

“Mau gimana lagi, kita bersihkan, dia (sampah) datang lagi. Paginya menumpuk di sini (pantai), siangnya hilang dibawa ombak, pagi besoknya balik lagi,” kata warga yang enggan menyebutkan namanya.

Dia berharap, Pemerintah Kota Padang lebih serius menangani permasalahan sampah ini. “Minta kami ya dibersihkan, kalau tidak bisa diangkut semua, ditimbun disini. Susah juga ini kalau dibersihkan tanpa alat berat,” tambahnya. 

Debit Air Naik Tiba-tiba, Seorang Pencari Batu di Padang Tejebak di Tengah Sungai

Senin 05 Oktober 2020 16:11Pm

– Akibat debit air sungai meningkat karena hujan lebat, seorang warga Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang terjebak di tenga-tengah sungai, Senin (5/10/2020).

Warga yang terjebak di tengah sungai itu diketahui bernama Iwan, 32 tahun. Ia sehari-hari bekerja sebagai pengumpul batu sungai di daerah itu.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kota Padang, Asnedi juga membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengaku sudah menurunkan tim ke lokasi kejadian.

“Iya benar, kita sudah dapatkan informasi itu, tim juga sudha kita terjunkan ke lokasi,” ujarnya kepada , Senin (5/10/2020).

Sementara, seorang warga setempat yang merupakan saksi mata atas peristiwa itu menyebutkan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.

“Dia (korban) berada di tengah, tiba-tiba air dari hulu semakin tinggi,” ujar warga yang tidak mau disebutkan namanya itu kepada di lokasi kejadian.

Saat ini, kata warga itu, korban sudah berhasil diselamatkan dengan menggunakan seutas tali. “Sudah selamat, warga bersama-sama melemparkan tali tambang ke korban, kemudian menariknya,” kata warga yang menyaksikan langsung kejadian itu. 

Terekam CCTV saat Menjambret Ibu-Ibu, 2 Pemuda di Padang Dijemput Polisi

05/10/2020 16:25Pm

PADANG, – Aksi penjambretan di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) terekam kamera Closed-Circuit Television (CCTV). Berkat rekaman itu, kedua pelaku akhirnya ditangkap Tim Elang Satreskrim Polresta Padang.

Dari rekaman CCTV yang beredar, tampak kedua pelaku yang mengendarai sepeda motor melintas di lokasi. Di belakang tampak ada dua orang ibu-ibu berhijab sedang berjalan dan menenteng tas.

Pelaku yang saat itu berboncengan tiba-tiba berbalik arah dan langsung merampas tas milik korban. Mereka langsung tancap gas untuk kabur.

Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda mengatakan, kedua pelaku diketahui bernama Deby dan Ari. Keduanya ditangkap setelah polisi menerima laporan dari korban. Setelah mendapat laporan tersebut, polisi melakukan pemeriksaan CCTV.

“Dua identitas pelaku penjambretan pun berhasil diidentifikasi oleh polisi. Setelah mempelajari dari rekaman CCTV, polisi memastikan kebaradaan pelaku,” kata Rico, Senin (5/10/2020).

Detik Detik Penggerebekan Pasutri Spesialis Jambret Kota Makassar

Rico melanjutkan, begitu mendapatkan lokasi pelaku, polisi langsung bergerak melakukan penggerebekan.

“Satu pelaku diringkus di rumahnya dan satu lagi ditangkap di sebuah warung yang berada di daerah Lubuk Begalung, Padang. Mereka ditangkap tanpa perlawanan,” katanya.

Dari pengakuan pelaku, aksinya menjambret telah dilakukan sebanyak 15 kali di Kota Padang. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

dari padang sumatra barat budi sunandar inews melaporkan

Pemko Padang Sampaikan Ranperda Adaptasi Kebiasaan Baru ke DPRD

Senin, 05 Oktober 2020 14:46 Pm

PADANG, – Pemerintah Kota Padang sampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Adabtasi Kebiasaan Baru ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang melalui rapat paripurna, Senin, 5 Oktober 2020.

Penyampaian Ranperda itu disampaikan oleh Asisten satu Kota Padang, Edi Hasymi. Hadir dalam rapat itu pimpinan DPRD Sumbar, anggota DPRD dan beberapa staf dari Kota Padang.

Asisten satu Kota Padang, Edi Hasymi mengatakan, Ranperda AKB untuk mengendalikan penyebaran COVID-19. “Perda ini disampaikan karena pandemi COVID-19 masih berlangsung dan kita perlu memiliki Perda ini untuk mencegah penyebarannya,” kata Edi.

Ia mengatakan, Perwako AKB Nomor 49 Tahun 2020 yang telah dibuat sebelumnya akan disempurnakan dalam Perda ini.

“Perda ini nantinya akan ada sanksi, termasuk sanksi pidana bagi masyarakat yang melanggarnya. Sedangkan Perwako yang sebelumnya sudah diterbitkan tidak memiliki sanksi pidana yang membuat masyarakat sadar dan soal protokol kesehatan, namun dalam Perda ini akan ada sanksi pidana yang diharapkan masyarakat lebih peduli soal protokol kesehatan COVID-19,” jelasnya.

Edi Hasymi meyakini Ranperda AKB yang diajukan ke DPRD Kota Padang tidak akan bertentangan dengan Perda AKB dari pemerintah provinsi.

“Sebenarnya kita sudah lama merancang Ranperda AKB ini, namun pemerintah provinsi sudah duluan. Namun ini tak jadi masalah. Untuk isinya nanti akan disesuaikan,” katanya. (*)

Wako Hendri Septa Bersama Unsur Forkopimda Ikuti Peringatan HUT TNI Secara Nasional

PADANG – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Padang Hendri Septa bersama unsur Forkopimda, ikut menyaksikan jalannya upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-75 tahun 2020 secara nasional yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo, Senin (5/10/2020).

Dari Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Plt Wako menyaksikan acara yang diikuti seluruh instansi TNI dan pemerintah daerah se-Indonesia yang dihelat secara virtual itu.

Terlihat hadir dikesempatan tersebut Dandim 0312/Padang Kol. Arh. Nova Mahanes Yudha, Kajari Padang Ranu Subroto, Ketua DPRD Padang Syafrial Kani serta yang mewakili Kapolresta dan Ketua Pengadilan Negeri Padang.

Sebagaimana terlihat, Presiden Jokowi menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-75 TNI dari Istana Negara, Jakarta.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, HUT ke-75 TNI tahun ini diselenggarakan di tengah wabah penularan pandemi Covid-19. Upacara pun digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan menjaga jarak.

Mengawali sambutan dan arahannya Presiden Jokowi menyampaikan apresiasi atas peran penting TNI selama ini. Terutama dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang masih mewabah di Indonesia. Baik itu ungkapnya, dalam membantu mendisiplinkan warga untuk mematuhi protokol kesehatan hingga ikut menegakkan aturan di daerah yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Di tengah suasana itu, kita patut memberi apresiasi yang tinggi kepada Tentara Nasional Indonesia atas berbagai perannya. Mulai dari membantu mendisiplinkan masyarakat mematuhi protokol kesehatan, begitu juga dalam menegakkan aturan di daerah-daerah yang menerapkan PSBB, sampai menjalankan operasi kemanusiaan dalam upaya menghentikan penyebaran virus Covid-19,” tuturnya sembari menyapa hangat seluruh jajaran TNI di Tanah Air.

Jokowi pun berharap, TNI selalu bersikap profesional. Dia juga meminta agar TNI selalu menjadi kebanggaan rakyat Indonesia.

“Dirgahayu TNI. Teruslah menjadi tentara profesional serta menjadi kebanggaan dan selalu bersama rakyat,” kata Jokowi mengakhiri sambutan.

Sementara itu Plt Wali Kota Padang Hendri Septa sewaktu ditemui atas nama Pemerintah Kota Padang ikut mengucapkan selamat dirgahayu untuk TNI ke-75 di tahun 2020 ini. Ia juga berharap TNI selalu profesional dan terus bersinergi bersama pemko membangun Kota Padang.

“Alhamdulillah, peran TNI serta bersama jajaran Forkopimda lainnya sangat dirasakan bagi kita di Kota Padang. Dalam hal apa saja kita semua saling bersinergi, sehingga semua program pembangunan dan hal penting lainnya dapat kita sikapi dan laksanakan secara baik. Terima kasih dan selamat HUT ke-75 bagi TNI,” imbuh Plt Wako mengapresiasi.

Hendri melanjutkan, sejauh ini peran TNI sangat dirasakan bagi kemajuan Kota Padang. Terutama dalam membantu pengendalian penyebaran Covid-19, TNI selalu ikut hadir bersama Pemko Padang dan pihak terkait lainnya.

“Seperti baru-baru ini TNI dan unsur Forkopimda lainnya ikut bersama mendukung Pemko Padang melakukan operasi yustisi guna menindak bagi warga Kota Padang yang tidak melakukan protokol kesehatan. Alhamdulillah semuanya berjalan optimal, semoga sinergi ini terus terjalin dengan baik tentunya,” pungkas Plt Wako Hendri mengakhiri.

Gelar Patroli Wilayah, Jajaran Polresta Padang Tertibkan Acara Baralek

04 Oktober 2020 20:32Pm

Kepolisian Resor Kota Padang (Polresta Padang) terus gencar melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat terkait menerapkan pola protokol kesehatan (prokes). Apalagi diketahui, penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Padang masih bertambah. Sosialisasi dan imbauan tersebut dilakukan dengan cara patroli mobile di beberapa wilayah Kota Padang sembari menyampaikan imbauan kepada masyarakat.

Seperti tadi siang, Minggu (4/10/2020), dimana sejumlah personel gabungan dari Polresta Padang dan Polsek sejajaran melakukan imbauan dengan rute Polresta-Tugu Area Simpang Haru-Marapalam-Aru-Lubeg-Pitameh-Cengkeh-Bandar Buat-Piai-Simpang Pasar Baru-Pasar Ambacang-Anduring-Simpang Haru-Sawahan dan kembali ke Polresta.

“Dengan menggunakan mobil, kami sampaikan kepada warga agar selalu mematuhi prokes guna mencegah penularan virus Corona,” kata AKP Afrides Roema (Kapolsek Padang Timur) selaku Ketua Tim A3.

Saat melaksanakan patroli, pihaknya menemukan sebuah rumah yang sedang berlangsung kegiatan pernikahan di jalan Aru. Disana, AKP Afrides beserta beberapa personel langsung menghampiri rumah tersebut.

“Kami hanya ingatkan kembali selama kegiatan ini (pesta pernikahan) agar pengunjung maupun tamu yang hadir untuk pakai masker, menjaga jarak, dan tidak lupa untuk mencuci tangan dan diatur jam tamu yang datang serta tidak berkerumun. Ini demi kebaikan kita bersama,” kata Kapolsek.

Sementara, pihak keluarga setempat yang mendengar penyampaian dari Kapolsek Padang Timur tersebut menyampaikan ucapan terima kasih telah mengingatkan dan mengatakan akan tetap mengikuti protokol kesehatan. (*)

Pemko Padang Anggarkan Berbagai Pembangunan untuk Tahun Depan

Minggu, 04 Oktober 2020 12:31 WIB

PADANG , — Meskipun dalam keadaan pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Padang tetap menganggarkan beberapa pembangunan besar di tahun 2021 mendatang.

Selain pembangunan infrastruktur rutin setiap tahun seperti pembangunan drainase dan trotoar, Pemko Padang berupaya melakukan pembangunan sejumlah kantor pemerintahan dan pembangunan fasilitas penunjang kepariwisataan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Padang Medi Iswandi mengatakan, pihaknya akan melanjutkan sejumlah pembangunan yang terhenti di 2020.

“Pembangunan di tahun 2020 kan banyak yang terhenti akibat anggaran telah direfocusing untuk penanganan Covid-19, itulah yang akan kami lanjutkan kembali,” katanya.

Ia mengatakan, pembangunan tersebut adalah salah satunya adalah gedung DPRD Kota Padang di kawasan Balai Kota di Air Pacah.

“Selain itu, kami juga melanjutkan pembangunan Kantor Camat Padang Barat dan pembangunan Kantor Camat Lubuk Kilangan dan beberapa pembangunan kantor Lurah,” lanjutnya.

Ia mengatakan, selain pembangunan gedung pemerintahan, Pemko Padang juga akan membangun sentral industri kecil menengah (IKM).

“Kami juga akan melanjutkan pembangunan dermaga di Sungai Pisang, sehingga diharapkan kepariwisataan dapat kembali bergerak maksimal,” lanjutnya.

Menikmati Malam Minggu di Kadai Sambil Minum teh Telur

Sabatu 03 Oktober 2020 23:23pm

Harianpauh5net.art.blog

– Di hari Sabtu ini banyak orang yang menghabiskan waktu untuk bersantai Di kadai

Ada yang menghabiskan waktu dengan keluarga, berkencan dengan pacar, atau sekedar untuk jalan-jalan di akhir pekan.

Pada malam minggu biasanya para Apak-Apak ini menghabiskan waktu malam minggunya bersama keluraga atau pergi jalan-jalan ke suatu tempat.

 Nah ini gak, apak-apak ini menghabiskan waktunya malam minggu di kadai Sambil minum teh telur .

Wali kota Hendri Septa, 59 Pasien Karantina Covid19 Di Bolehkan pulang

Sabtu 03 Oktober 2020 19:46Pm

PADANG – Wajah bahagia penuh senyum terpancar dari sejumlah pasien Covid-19 yang sempat menjalani karantina di Kampung Nelayan, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah.

Pasalnya diantara dari sebanyak 106 orang yang melakukan karantina ditempat tersebut, sebanyak 59 orang telah dinyatakan sembuh dari virus Corona, Jumat (2/10/2020). Sementara sisanya juga telah dinyatakan negatif untuk hasil pemeriksaan pertama.

“Alhamdulillah, hari ini sebanyak 59 orang dari 106 orang yang menjalani karantina di Kampung Nelayan ini telah dinyatakan sembuh dan hari ini mereka sudah bisa pulang ke rumah,” ungkap Kepala Petugas Kampung Nelayan Karantina dr. Heriandi, M.Kes saat dikunjungi awak media dan Tim Humas Kota Padang, Jumat sore (2/10/2020).

dr. Heriandi menambahkan, pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh hari ini merupakan angkatan pertama. Rata-rata dari mereka menjalani karantina selama 7 hari hingga 10 hari. Sementara untuk angkatan kedua hari ini telah menjalani tes swab pertama dan hasilnya dinyatakan negatif.

“Untuk angkatan kedua telah telah menjalani tes swab tahap pertama dan hasilnya negatif. Kita telah melakukan tes lagi, jika hasil besok keluar dan dinyatakan negatif maka semuanya bisa pulang kerumah masing-masing,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, tenaga medis yang bertugas di Kampung Nelayan Karantina ini terdiri dari 2 tim yang masing-masing berjumlah 10 orang. Dua orang dokter, enam perawat dan dua tenaga gizi.

Sementara itu, salah seorang pasien sembuh dan sudah boleh pulang hari ini, Rahmi (29) mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota Padang yang telah memberikan tempat bagi dirinya beserta teman-teman untuk melakukan karantina.

“Mewakili kawan-kawan, saya mengucapkan terimakasih kepada Pemko Padang yang telah memberikan tempat karantina. Pelayanan disini sangat bagus, segala kebutuhan kami disediakan dan hasilnya Alhamdulillah hari ini kami telah dinyatakatan sembuh dan sudah boleh pulang,” jelasnya.

Rahmi juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak tahu kapan dan dimana terpapar Covid-19. Kepada warga Kota Padang Rahmi berpesan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, jaga jarak, memakai masker dan jauhi kerumunan.

“Pastinya didalam karantina tidak enak, karena kita tidak bisa bertemu dengan keluarga, teman dan sahabat. Untuk itu kepada warga Kota Padang mari kita patuhi protokol kesehatan Covid-19,” tukasnya.

Sementara itu terpisah Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Hendri Septa ikut menyambut gembira mendengar kabar adanya 59 pasien karantina Covid-19 di Kampung Nelayan Lubuk Buaya tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini ada 59 pasien warga Kota Padang yang sembuh. Semoga saudara-saudara kita lainnya yang menjalani karantina juga segera sembuh,” harap Plt Wako mendoakan ketika dihubungi melalui telpon seluler.

Selanjutnya ia pun juga menyampaikan agar seluruh warga Kota Padang tetap senantiasa mengikuti dan mematuhi protokol kesehatan.

“Ingat, pandemi ini belum berakhir. Mari selalu menjaga jarak, pakai masker, cuci tangan dan mematuhi protokol kesehatan lainnya. Mari kita lindungi kita dan juga orang lain,” ajak Hendri Septa dengan nada tegas.

Di Perumahan Nelayan Pasie Nan Tigo, 59 Pasien Covid-19 Sembuh

Sabtu 03 Oktober 2020 19:35pm

Padang – Kasus sembuh semakin bertambah di Padang. Sebanyak 59 pasien yang dikarantina di Perumahan Nelayan Pasie Nan Tigo dinyatakan sembuh per Jumat (2/10/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Padang Feri Mulyani Hamid mengatakan, dari 106 pasien yang dikarantina di Rumah Nelayan Pasie Nan Tigo, telah sembuh sebanyak 59 orang.

“Kemudian, kemarin ada 47 kasus positif yang dikarantina di Sendik BRI, dan hari ini bertambah 10 kasus sembuh,” kata Kadiskes, Jumat (2/10/2020).

Data Dinkes Padang per Jumat (2/10/2020), kasus sembuh lebih banyak dari penambahan kasus positif Covid-19.

Di antaranya terdapat tambahan sembuh 110 orang, dan tambahan kasus positif 105 orang, serta kasus meninggal dunia bertambah 3 orang.

Total keseluruhan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Padang sebanyak 3.231, total sembuh 1.973, dan 70 orang meninggal dunia. Sehingga sisa kasus Covid-19 di Padang hanya tersisa sebanyak 1.188 kasus, 471 kasus konfirmasi bergejala, yakni 171 kasus dirawat, 300 kasus isolasi. Kemudian juga terdapat 717 kasus konfirmasi gejala, yakni 49 dirawat dan 668 kasus isolasi.

Feri Mulyani mengatakan agar terhindar dari Covid-19, warga harus selalu tetap ikuti protokol kesehatan dengan istilah tiga M, yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Satpol PP Padang Amankan 9 Wanita dan Sita 2 Speaker dari 2 Kafe di By Pass

03/10/2020 14:46Pm

Berita Padang terbaru dan berita Sumbar: Satpol PP mengamankan sembilan wanita dan dua unit speaker di dua kafe tak berizin di Kota Padang.

– Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kota Padang mengamankan sembilan wanita pemandu karaoke di dua kafe berbeda di kawasan Bypass, Kota Padang, Sabtu (3/10/2020) dini hari. Selain itu, petugas juga menyita dua unit speaker lokasi tersebut.

Kepala Satpol PP Padang, Alfiadi mengatakan, lokasi dua kafe tersebut berada di kawasan Bypass Kilometer 10 Taruko, Kecamatan Kuranji dan kawasan Bypass Tanjung Aur, Kecamatan Koto Tangah.

“Aktivitas yang dilakukan oleh pemilik tempat tersebut sering melakukan ‘live music’ hingga larut malam. Tentu kegiatan tersebut telah mengganggu ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat setempat,” ujarnya.

Sebelumnya, Satpol PP Padang telah menyurati dan mengingatkan pemilik kafe. Namun, mereka masih beroperasi kembali. Kemudian, petugas mendatangi tempat hiburan tersebut.

Sebagai efek jera, petugas mengamankan sembilan wanita dan dua unit speaker untuk selanjutnya dibawa ke Markas Komando Satpol PP di Jalan Tan Malaka, Kota Padang guna proses lebih lanjut.

“Aktivitas ‘live music’ yang dilakukan di tempat ini telah meresahkan warga setempat. Selain itu, pemilik usaha juga tidak mengantongi izin terpaksa personel kita mengamankan dua unit speaker serta sembilan wanita yang didapati petugas ada di lokasi tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia menegaskan tempat usaha hiburan yang tidak mematuhi aturan dan ketentuan yang berlaku, maka Satpol PP akan melakukan penertiban sesuai sanksi dalam aturan yang ada.

“Sudah jelas ada aturan dalam Perda terkait tempat hiburan ini, jika kedapatan melakukan kegiatan di luar ketentuan maka OPD terkait akan melakukan pembinaan. Namun masih juga melanggar maka tempatnya akan kita tertibkan sesuai aturan,” ucap Alfiadi.

Kepada sembilan orang wanita yang terjaring akan diproses sesuai aturan dan mekanisme. Begitu juga kepada pemilik usaha akan diproses. Hal ini dalam rangka melakukan pengawasan serta tertib tempat usaha.

“Dalam beraktivitas atau operasional kita imbau pengusaha tempat hiburan agar tertib sesuai aturan dan tidak melanggar ketentuan yang ada di Kota Padang.” 

Viral Sepasang Kekasih Bertengkar di Jalan, Cowok Banting Helm, Jadi Tontonan Warga

03/10/2020 11:03Pm

– Video sepasang kekasih tengah bertengkar di pinggir jalan mendadak viral di media sosial. Dalam video yang diunggah oleh akun Tiktok @fikaros terlihat pria berbaju hitam nampak mengejar kekasihnya yang mengenakan hijab hitam dan baju pink.

Kemudian pria tersebut menarik tangan kekasihnya hingga ke motor mereka yang diparkir di pinggir jalan. Wanita tersebut sempat berusaha melepaskan tangan kekasihnya, namun ia kualahan karena genggaman kekasihnya begitu kencang.

@fikaros 
? Hati Yang Kau Sakiti – Rossa

Hingga pada satu titik, pria tersebut tiba-tiba saja membanting helm yang ada di tangan kanannya ke tanah dengan kencang. Lalu ia terus menarik kekasihnya agar naik ke atas motor.

Insiden tersebut mencuri perhatian warga yang melintas di sekitar lokasi. Bahkan ada seorang pria mengendarai sepeda motor terpaksa berhenti karena melihat ada sejoli yang tengah bertengkar. Namun ia hanya bisa diam dan menyaksikan. Sementara dari sebrang jalan, ada juga pengendara motor yang juga menyaksikan insiden tersebut tapi tak berani menegurnya.

Video tersebut viral di media sosial dan menuai banyak komentar dari para netizen. Hingga berita ini ditulis video tersebut sudah ditonton 1,3 juta kali dan mendapat 3.452 komentar.

“Semarah apapun cowok tetap aja gak tega ninggalin ceweknya dijalanan,” kata seorang netizen.

“Seandainya itu helm bisa bicara, pasti dia bilang: kalian yang berantem kok aku jadi korbannya,” timpal yang lain.

“Buat cewek-cewek kalo ngambek jangan dijalan gitu apalagi ditempat keramaian, malu dilihatin orang,” kata yang lainnya.

Motivasi Lurah Se-Lubuk Kilangan,Plt Wako Hendri Septa Imbau Semua Pihak Dukung Percepatan Penanganan Covid-19

Jum’at 02/10/2020 21:33Pm

PADANG – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Padang Hendri Septa terus menggencarkan sosialisasi sekaligus menyerukan kepada semua pihak dan masyarakat untuk mendukung upaya percepatan penanganan dan pengendalian Covid-19 di Kota Padang.

Sehingga dengan demikian diharapkan, penyebaran Covid-19 terus ditekan dan Kota Padang bisa kembali menuju zona hijau sesegera mungkin.

Demikian disampaikan Plt Wako Hendri Septa sewaktu melakukan sosialisasi sekaligus memotivasi dan mengevaluasi kinerja para lurah se-Kecamatan Lubuk Kilangan di aula kantor kecamatan setempat, Jumat (2/10/2020).

“Maka itu kita Pemerintah Kota Padang, sangat-sangat mengharapkan dukungan semua pihak dan seluruh warga Kota Padang dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 ini. Ini semua demi kita juga, hampir 8 bulan kita hidup di tengah bencana wabah ini dan entah sampai kapan berakhirnya,” imbuhnya didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Edi Hasymi.

Maka dari itu, Plt Wako menekankan, tiang semuanya dalam mempercepat pengendalian Covid-19 adalah kembali ke diri masing-masing. Jika masyarakat dan semua pihak disiplin mengikuti aturan (protokol kesehatan-red) saat ini, maka diyakini dari hari ke hari kasus Covid-19 dapat ditekan.

“Namun jika sebaliknya ‘wallahu ‘alam’ entah sampai kapan kita akan terbebas dari virus yang belum ditemukan vaksinnya ini. Oleh karena itu, kepada para ASN dan terutama lurah selaku garda terdepan pemko di masyarakat, mari kita satukan tekad untuk sama-sama berupaya dan menjadi agen dalam mengendalikan penyebaran Covid-19 di kota yang kita cintai ini,” harapnya menekankan, sembari menanyakan kesiapan para lurah yang hadir dikesempatan itu.

Lebih jauh Hendri Septa juga turut memaparkan terkait sosialisasi tentang Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) No.6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Sumbar yang baru-baru ini disahkan.

“Adanya Perda AKB ini tentu akan semakin memperkuat upaya kita dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 khususnya di Kota Padang. Dimana di dalamnya ada poin penekanan sanksi bagi pelanggar aturan protokol kesehatan di tengah pandemi,” cetus Hendri.

Ia menjelaskan lagi, dengan adanya sanksi tegas tersebut yaitunya bagi yang kedapatan kali pertama tidak memakai masker sewaktu berada di luar rumah, maka akan dikenakan sanksi sosial berupa melakukan aksi bersih-bersih lingkungan. Jika kedapatan orang yang sama lagi maka dikenakan denda membayar Rp100 ribu. Bahkan apabila sampai kali ketiga ia melakukan kesalahan yang sama maka akan dijatuhi hukuman cukup berat yakni memilih bayar denda sebesar Rp250 ribu atau kurungan penjara selama 2 hari.

“Jadi jangan sampai kita yang kena, maka itu patuhilah protokol di tengah kehidupan saat ini. Tentunya dengan senantiasa memakai masker kemana bepergian, menjaga jarak, mencuci tangan pakai dan meningkatkan imun tubuh,” terangnya.

Terakhir Plt Wali Kota Padang juga ikut mensosialisasikan terkait seiring akan adanya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur Sumbar periode 2021-2026 yang akan dilangsungkan pada 9 Desember 2020 mendatang.

“Untuk itu kepada unsur terkait dan kita semua warga Kota Padang, mari kita sukseskan pesta demokrasi ini dengan turut mensukseskan semua tahapan yang dilakukan pada Pilkada tersebut. Yang terpenting adalah bagaimana kita membantu meningkatnya partisipasi pemilih, menjaga kondisi tetap kondusif dan hal terkait lainnya. Kita pasang target partisipasi pemilih di Kota Padang pada Pilgub nanti 100 persen. Kalau kurang dari itu target yang kita pasang bisa jadi hasilnya kurang maksimal. Maka itu salurkanlah hak suara kita nanti, karena satu suara sangat menentukan untuk kemajuan Sumbar 5 tahun ke depan,” imbau Plt Wako mengakhiri.

Harga Kebutuhan Pokok di Padang 2 Oktober, Cabai Merah dan Hijau Mulai Naik

02/10/2020 18:13Pm

HarianPauh5net.art.blog– Simak daftar harga bahan pokok atau harga kebutuhan pokok dan sembako hari ini di Padang, Jumat (2/10/2020).

Daftar harga bahan pokok di Padang ini didapat dari Kasi Stabilisasi Harga dan Pengawasan Bahan Kebutuhan Pokok, Dinas Perdagangan Padang, Irfandi.

Dari data tersebut, terlihat sejumlah harga kebutuhan pokok di Padang mengalami kenaikan, seperti cabai merah dan tomat.

Cabai merah besar (luar Sumbar) harga sebelumnya Rp 34.000 per kg naik menjadi Rp 36.000 per kg

Cabai hijau harga sebelumnya Rp 18.000 per kg naik menjadi Rp 19.000 per kg.

Berikut ini harga kebutuhan pokok hari ini di Pasar Raya Padang

1. Daftar Harga Beras

Beras Kualitas 1

– IR 42C Solok harga Rp 13.000 per kg

– Cisokan Solok harga Rp 14.000 per kg

– Kuriak Kusuik harga Rp 13.500 per kg

– Anak Daro harga Rp 13.500 per kg

Beras Kualitas II

– IR 42 Padang harga Rp 11.500 per kg

– IR 42 Pariaman harga Rp 11.500 per kg

– IR 42 Muara Labuah harga Rp 13.500 per kg

Beras Kualitas III

– IR 42 Pesisir Selatan harga Rp 11.000 per kg

Beras Luar Daerah

– Panda Jambi dengan harga Rp 11.500 per kg

– Jawa (Pulen) harga Rp 13.500 per kg

2. Gula pasir

– Gula Pasir Kristal Putih harga Rp 12.500 per kg

– Gula Pasir Kekuningan Rp 13.000 per kg

3. Minyak Goreng

– Curah harga Rp 13.000 per liter

– Bimoli harga Rp 15.000 per liter

– Sari Murni harga Rp 14.500 per liter

– Fortune harga Rp 14.500 per liter

– Sanco harga Rp 15.000 per liter

4. Tepung Terigu

– Tepung Bogasari Protein Tinggi harga Rp 13.000 per kg

– Tepung Bogasari Protein Sedang harga Rp 8.000 per kg

– Tepung Bogasari Protein Rendah harga Rp 7.000 per kg

– Segitiga Biru harga Rp 10.000 per kg

– Lencana Merah harga Rp 8.000 per kg

5. Susu

– Susu bubuk indomilk, Indomilk Coklat harga Rp 45.000 per 400 gram

– Susu Bubuk Nestle Dancow Full Cream harga Rp 48.000 per 400 gram

– Susu kental manis frisian flag harga Rp 10.000 per 385 gram

– Susu Kental Manis Indomilk harga Rp 10.000 pet 385 gram.

6.Garam

– Halus harga Rp 12.000 per kg

– Kasar harga Rp 5.000 per kg

7. Kacang- Kacangan

– Kedelai Impor harga Rp 9.000 per kg

– Kacang Tanah Impor harganya Rp 25.000 per kg

– Kacang Tanah Lokal harganya Rp 27.000 per kg

– Kacang Hijau Rp 21.000 per kg

8.Daging

– Sapi harga Rp 120.000 per kg

– Ayam Ras/Boiler harga Rp 23.000 per kg

– Ayam Kampung harga Rp 50.000 per kg

9. Ikan

– Tongkol (ambu-ambu) harga Rp 40.000 per kg

– Tuna (sisik) harga Rp 50.000 per kg

– Ikan Asin Teri (Kualitas 1) harga Rp 100.000 per kg

– Ikan tawar (nila) harga Rp 30.000 per kg

10. Telur

– Ayam Ras (10 butir) harga Rp14.000

– Ayam Kampung harga Rp 42.000 per lapiak

– Telur Itik harga Rp 70.000 per lapiak

11. Jagung Piplian harga Rp 10.000 per kg

12. Cabai

– Cabai merah kriting (lokal) harga Rp 32.000 per kg

– Cabai Merah Besar (Luar Sumbar) harga Rp 36.000 per

– Cabai Hijau Rp 18.000 per kg

– Cabai Rawit Surian harga Rp 28.000 per kg

– Cabai Rawit Pasaman harga Rp 26.000 per kg

13.Sayuran

-Tomat harga Rp 6.000 per kg naik

– Kentang harga Rp 12.000 per kg

– Kol harga Rp 5.000 per kg

– Wartel harga Rp 10.000 per kg.

14. Bawang Merah

– Bawang Merah Super harga Rp 24.000 per kg

– Bawang Merah Biasa harga Rp 20.000 per kg

– Bawang Merah Peking harga Rp 16.000 per kg

– Bawang Merah Surian harganya Rp 24.000 per kg

– Bawang Putih harga Rp 20.000 per kg.

15. Ketela Pohon harga Rp 5000 per kg

16. Mentega Curah harga Rp 12.000 per kg

17. Sagu harga Rp 6000 per kg.(*)

37 Karyawan BRI Sembuh dari Infeksi Covid-19

Padang – Sebanyak 37 karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Padang sembuh dari infeksi Covid-19. Sementara separuh lainnya masih menjalani karantina.

“Ya, angka kesembuhan karyawan BRI cukup baik, 57 persen dari mereka yang terkonfirmasi sudah dinyatakan sembuh,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani Hamid, Kamis (1/10/2020).

Diterangkan Kadiskes, sebanyak 37 karyawan itu melewati masa karantina kurang dari 14 hari. Sementara 24 karyawan lain yang terkonfirmasi positif masih menjalani perawatan.

“Semuanya melakukan karantina di Sendik BRI di Pauh,” jelas Feri Mulyani.

Selama menjalani masa karantina, seluruh karyawan meningkatkan imun tubuh. Mereka melakukan olahraga secara rutin, mengonsumsi makanan bergizi secara teratur, diberi penyuluhan dan motivasi, serta mengikuti dialog virtual dengan pihak Dinas Kesehatan.

“Kesehatan mereka juga dipantau dan diawasi setiap hari oleh dokter dan perawat,” sebut Kadiskes.

Seperti diketahui, pada 22 September lalu sebanyak 74 orang karyawan BRI Cabang Padang terkonfirmasi Covid-19. Saat itu juga pelayanan di bank tersebut ditutup sementara.

Saat ini, 24 karyawan masih menjalani karantina. Kadiskes berharap seluruhnya segera sembuh dari Covid-19.

Hujan Guyur Kota Padang, BPBD: Waspadai Debit Air Meningkat, Potensi Sebabkan Banjir

01/10/2020 17:43Pm

Harainpauh5net.art.blog

Masyarakat diimbau agar waspada terhadap potensi banjir, longsor, dan pohon tumbang menyusul hujan mengguyur sebagian wilayah Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Terlihat hujan turun dengan intemsitas cukup tinggi di kawasan GOR H Agus Salim, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Provinsi Sumbar, Kamis (1/10/2020) sekira pukul 12.55.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Barlius mengatakan saat ini hujan turun cukup deras di sebagian Kota Padang.

“Hujan cukup deras di Lubuk Kilangan, Lubuk Begalung, By Pass Kota Padang, dan nampaknya merata ini,” sebutnya.

Kata dia, untuk masyarakat Kota Padang diharapkan untuk waspada terhadap bencana banjir dan tanah longsor serta pohon tumbang.

“Diharapkan tetap di rumah masing-masing untuk tetap hati-hati, dan kemungkinan air akan naik ini,” katanya.

Selain itu, karena adanya Covid-19, sehingga diharapkan masyarakat di rumah kalau tidak ada kegiatan yang terlalu penting.

“Untuk rumah masyarakat yang memiliki pohon besar di samping rumah diharapkan juga hati-hati,” sebutnya.

Selain itu, untuk masyarakat yang hendak pergi ke luar kota waspadai jalur Padang – Painan dan Padang – Solok, karena berpotensi terjadinya bencana longsor serta pohon tumbang.

Ia menjelaskan untuk lokasi rawan longsor lainnya yaitu jalan baru menuju kawasan Pantai Air Manis.

Sedangkan, untuk kawasan yang biasanya terdampak banjir berada di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Jondul Rawang Padang Selatan, dan Tunggul Hitam Koto Tangah.

“Diharapkan juga untuk berhati-hati bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai saat hujan turun dengan intensitas cukup lama,” katanya.

Melansir dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mengeluarkan peringatan dini cuaca Sumbar pada (1/10/2020) pukul 10.50 WIB.

BMKG menyebutkan adanya potensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat dan petir serta angin kencang pada pukul 11:20 WIB di wilayah Kepulauan Mentawai (Siberut, Sipora), Padang Pariaman (Nan Sabaris, Ulakan Tapakis, V Koto Timur, Batang Anai), Pariaman.

Dan, dapat meluas ke wilayah Pasaman barat, Agam, Padang dan sekitarnya.

Disetujui Mendagri, Perda Normal Baru di Sumbar Segera Diterapkan

01/10/2020 12:07Pm

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno(-)

PADANG, HarianPauh5net.art.blog– Setelah mendapat persetujuan Menteri Dalam Negeri, akhirnya Peraturan Daerah (Perda) Sumatera Barat tentang adaptasi kebiasaan (AKB) baru ataunew normal segera diterapkan.

Perda yang disahkan DPRD Sumbar pada Rapat Paripurna 11 September 2020 lalu itu sekarang memasuki tahap sosialisasi selama 7 hari.

“Perda tentang AKB ini sudah mendapatkan nomor registrasi 6-124/2020 di Kemendagri,” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalan keterangan tertulisnya, Kamis (1/10/2020).

Menurut Irwan, setelah mendapat registrasi dan disetujui Mendagri, Perda tersebut kemudian diundangkan oleh Sekretaris Daerah pada Lembaran Daerah Provinsi Sumatera Barat Tahun 2020 Nomor 6, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 187.

Selanjutnya, menurut Irwan, Pemprov akan berkoordinasi dengan kabupaten dan kota serta TNI dan Polri untuk implementasinya.

Menurut Irwan, karena Perda AKB tak perlu aturan turunan, maka kabupaten dan kota diharapkan menyesuaikan dengan klausul yang telah ditetapkan.

“Saya minta seluruh stakeholder baik di Provinsi maupun di kabupaten dan kota segera berkoordinasi dan menindaklanjutinya,” ujar Irwan.

Gubernur meminta masyarakat Sumbar menaati aturan yang ada dalam Perda tersebut, guna memutus mata rantai penyebaran virus corona di Sumbar.

“Penyebaran sampai hari ini masih meningkat. Angkanya rata-rata di atas 100 orang. Lewat Perda ini, saya harap masyarakat paham dan dapat menaatinya. Semua ini untuk kepentingan kita semua,” kata Irwan.

Sementara itu, Ketua Pansus Ranperda AKB Hidayat mengatakan, Perda tersebut memuat beberapa kewajiban dan sanksi yang harus diketahui masyarakat.

Kewajiban tersebut antara lain menerapkan perilaku disiplin protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker di luar rumah, mencuci tangan menggunakan air dan sabun, menjaga jarak fisik, serta tidak berjabat tangan saat mengucapkan salam.

Lalu menerapkan karantina mandiri sampai keluar hasil pemeriksaan bagi orang yang melakukan kontak erat dengan pasien positif corona.

“Selain itu, juga terdapat denda Rp 250.000 atau kurungan penjara selama 2 hari bagi pelanggar yang tidak menggunakan masker,” kata Hidayat.

Kemudian diatur kepada setiap penanggung jawab kegiatan atau usaha yang melanggar protokol kesehatan, diancam pidana kurungan maksimal 3 bulan atau denda Rp 25 juta.

Operasi Yustisi di Padang Tindak 52 Orang yang Kedapatan Langgar Perwako Pola Hidup Baru

Rabu, 30 September 2020 17:16 WIB

PPNS Satpol PP Padang mendata warga yang kedapatan tidak menggunakan masker (Satpol PP Padang)

PADANG , — Tim gabungan operasi Yustisi Kota Padang kembali menindak sebanyak 52 orang pelanggar Peraturan Wali Kota ( Perwako ) Padang Nomor 49 tahun 2020 tentang Pola hidup Baru dimasa Pandemi pada Rabu 30 September 2020.

52 orang tersebut didapati petugas tidak menggunakan masker saat berada di luar rumah. Razia tersebut dilakukan di kawasan Pasar Belimbing Kota Padang .

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Padang mengatakan, dari data Penyidik, Pegawai Negeri Sipil (PPNS), semua yang didapati tidak menggunakan masker lebih memilih sanksi sosial dibanding membayar denda.

“Mereka yang didapati oleh petugas tidak mengunakan masker didata dan diberikan dua pilihan, membayar denda seperti yang tertuang dalam Perwako atau diberikan sanksi sosial. mereka lebih memilih sanksi sosial membersihkan fasilitas umum ketimbang membayar sanksi,” katanya.

Selain diberikan sanksi, mereka juga diberikan edukasi pentingnya mengunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan saat diluar rumah, hal tersebut dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Padang .

“Setelah diberikan sanksi dan edukasi, mereka juga kita berikan masker” lanjutnya.

Ia berharap, kedepannya jangan sampai ada masyarakat yang kedapatan dua kali tidak mengunakan masker dalam operasi yustisi di Kota Padang .

“Kita sangat berharap masyarakat agar patuh dan taat dalam menerapkan protokol kesehatan saat berada di luar rumah. Operasi yustisi ini setiap hari dilaksanakan bersama tim gabungan, untuk lokasi tidak bisa kita pastikan, yang jelas operasi ini akan terus dilakukan hingga pandemi ini dinyatakan berakhir di Kota Padang ,” lanjutnya.

Ia berharap di lain waktu tidak ada lagi masyarakat yang terkena operasi yustisi dua kali, karena dengan tegas tim gabungan akan pastikan bagi mereka yang kedapatan dua kali akan diberi sanksi denda sesuai Perwako 49 tahun 2020.

Pelarangan Masker Scuba, Omset Pedagang Masker Asongan Turun

30 September 2020 13:58Pm

JAKARTA – Kemenkes melarang penggunaan masker scuba karena tidak efektif mencegah penyebaran COVID-19. Akibat pelarangan itu, pedagang masker asongan pun mengaku omsetnya terpengaruh dan menurun dari biasanya.

Salah satu pedagang masker asongan, Riyadi mengatakan, sejak penggunaan masker scuba dilarang beberapa waktu lalu, omset penjualannya menjadi turun 50%. Biasanya, saat pandemi dia bisa meraup untung per hari hingga Rp400.000.

“Biasanya per hari itu antara Rp300-400.000. Sejak beberapa hari sepi, palingan 15 masker terjual sehari. Rp150.000 dapatnya,” ujarnya saat berbincang di Kemang Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2020).

Sejatinya, kata dia, harga masker yang dijualnya itu masih tergolong standar, masker scuba seharga Rp5.000 dan masker kain dua lapisan seharga Rp10.000. Namun, penjualan masker itu menurun sejak adanya pelarangan penggunaan masker scuba.

“Tahu sih soal pelarangan itu, cuman kan masker scuba itu buat motor doangan biar tidak debu. Kalau mau yang antisipasi COVID-19 saya rekokendasikan itu yang dua lapis (masker kain),” tuturnya.

Sementara itu, pedagang asongan masker lainnya, Faris menerangkan, adanya pelarangan masker scuba berimbas pada penjualan masker lainnya, khususnya yang berbahan kain. Sebab, umumnya masyarakat beroikir masker scuba tersebut sama dengan masker kain.

“Orang-orang kan tahunya scuba itu masker kain, padahal beda. Kalau kain kan dua lapis-tiga lapis, kalo scuba satu lapis buat debu saja,” terangnya.

Dia menambahkan, kerap memberitahu para pembeli, bila hendak membeli masker untuk kepentingan pencegahan COVID-19 disarankan membeli masker kain dua lapis. Namun, masyarakat memang lebih banyak membeli jenis scuba. “Banyak yang beli scuba karena lebih murah dan buat napas nggak begitu susah. Kalau saya jualan menurun sih, tapi masih gak terlalu jauh turunnya, sehari 20-25 masih kejual,” katanya.

Mulai Besok, Warga Diimbau Mengibarkan Bendera Merah Putih

Selasa 29 September 2020 15:26Pm

Padang – Memperingati Hari Kesaktian Pancasila, warga Kota Padang diimbau untuk mengibarkan bendera merah putih mulai Rabu (29/9/2020) besok. Pengibaran bendera merah putih dilakukan selama dua hari, 30 September dan 1 Oktober.

“Kita mengimbau warga untuk mengibarkan bendera merah putih mulai esok,” ajak Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Padang Hendri Septa, Selasa (29/9/2020).

Pada peringatan G30S/PKI, 30 September esok, warga diimbau untuk menaikkan bendera merah putih setengah tiang. Sedangkan pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober, warga diimbau untuk menaikkan bendera merah putih setiang penuh. Ajakan menaikkan bendera merah putih ini tertuang ke dalam Surat Edaran bernomor 200/528/Kesbangpol/2020 tentang Partisipasi Dalam Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang ditandatangani 28 September 2020 kemarin.

“Selain itu kita mengajak seluruh ASN Pemko Padang untuk menjadi contoh dalam mengibarkan bendera merah putih pada tempat tinggal masing-masing,” sebut Hendri Septa.

Hendri Septa juga menekankan agar camat dan lurah untuk berperan aktif. Mengajak seluruh warganya menaikkan bendera merah putih selama dua hari ke depan.

“Serta berkoordinasi dengan Forkopimcam dan lainnya untuk mengajak dan memfasilitasi agar masyarakat di setiap RT dan RW agar turut berpatisipasi menaikkan bendera,” tukas Hendri Septa.

Semua Ketua RT dan RW Kelurahan Alang Laweh Padang Mengadu ke DPRD, Ini Soalnya

28 September 2020 20:47Pm

Padang, HarianPauh5net.art.blog

Berita Padang terbaru dan berita Sumbar terbaru: Ketua RT/RW di Alang Laweh Padang mengadu ke DPRD

– Belasan ketua RT/RW yang tergabung dalam Forum RT/RW Kelurahan Alang Laweh, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang, Senin (29/9/2020).

Mereka mengadu soal tidak transparannya penggunaan dana rencana kebutuhan belanja menghadapi pandemi Covid-19 di Kelurahan Alang Laweh.

Forum RT/RW tersebut terdiri atas Ketua RT dan Ketua RW di kelurahan tersebut. Mereka disambut oleh Wakil Ketua DPRD Kota Padang Ilham Maulana.

Salah seorang perwakilan Forum RT/RW Kelurahan Alang Laweh, Efniati, mengatakan masing-masing Ketua RT memperoleh uang Rp350.000, sedangkan setiap Ketua RW mendapatkan Rp500.000 dari kelurahan setempat. Di Kelurahan Alang Laweh terdapat 20 RT dan 5 RW.

Sebagai bagian dari Kongsi Covid-19, Ketua RT dan RW di Kelurahan Alang Laweh telah turun ke lapangan mengedukasi masyarakat agar tidak terpapar. Mereka pun mempertanyakan uang makan-minum yang kecil dibandingkan kelurahan lainnya di Kecamatan Padang Selatan.

“Kami sempat bertanya kepada Kelurahan Pasa Gadang. Mereka mendapatkan uang makan-minum sebanyak Rp2.150.000. Ada apa ini? Padahal, kami masih dalam satu kecamatan,” ujarnya.

Forum RT/RW Kelurahan Alang Laweh, kata Efniati, sempat mendatangi kantor lurah dan camat setempat, tapi tidak mendapatkan titik terang.

Pada 3 September 2020, pihaknya memperoleh informasi anggaran untuk rencana belanja menghadapi pandemi Covid-19 di Kelurahan Alang Laweh masih tersisa Rp48.160.000. Uang tersebut rencananya akan dibagikan. Namun kenyataannya, sampai saat ini uang tersebut belum juga dibagikan.

Karena merasa tidak ada kejelasan, Forum RT/RW Kelurahan Alang Laweh pun mengadu ke DPRD. Ilham pada kesempatan itu mengatakan legislatif akan memanggil lurah dan petugas sosial masyarakat yang bertugas di Kelurahan Alang Laweh.

“Kita mendapat laporan dari masyarakat, dan selanjutnya kita akan memanggil Lurah Alang Laweh dan petugas sosial masyarakat yang betugas di sana untuk mengetahui cerita jelasnya,” ujar Ilham

Kantor Lurah Padang Pasir Ditutup Sementara

HarianPauh5net.art.blog

Padang — Kantor Kelurahan Padang Pasir, Kecamatan Padang Barat terpaksa dihentikan sementara waktu hingga beberapa hari kedepan.

Camat Padang Barat Eri Sendjaya mengatakan ditutupnya kantor Kelurahan Padang Pasir dikarenakan lurah dinyatakan positif Covid-19.

“Karena lurah positif Covid-19, maka semua perangkat kelurahan diharuskan menjalani tes swab,” ujar Eri Sendjaya, Senin (28/9/2020).

Saat ini, mereka yang menjalani tes swab sedang menunggu hasil tes swab tersebut. Sembari menunggu, maka pelayanan di kantor Lurah Padang Pasir ditutup
sementara waktu.

“Penutupan kantor lurah ini sebagai upaya kita untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tutur Eri Sendjaya.

Meski kantor ditutup, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasa. Masyarakat yang membutuhkan layanan administrasi kependudukan bisa mendatangi kantor camat.

“Bagi warga yang mengurus administrasi kependudukan silahkan datangi kantor camat. Untuk sementara waktu pelayanan kita alihkan ke kantor camat,” ujarnya.

Unik, Nasi Padang Harga Rp5.000 Seporsi di Ulak Karang

Warga antre membeli Nasi Padang dengan harga Rp5000 (Foto : Diskominfo Padang).

Senin 28 September 2020 16:53Pm

PADANG, Harianpauh5net.art.blog– Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) terkenal dengan kulinernya, yakni Nasi Padang. Nasi Padang tidak asing di lidah siapa saja dan menjadi incaran para wisatawan jika berkunjung ke Padang.

Di Ulak Karang, Padang, persisnya di jalan Bawal nomor 9, terdapat pedagang yang menjual Nasi Padang dengan harga relatif terjangkau. Hanya dengan merogoh kocek Rp5.000 seporsi Nasi Padang sudah bisa dibawa pulang, atau disantap di kedai tersebut.

Tak heran jika sejak hampir sebulan belakangan ini kedai nasi tersebut menjadi magnet. Ramai dikunjungi, seperti mahasiswa hingga orang kantoran. Apalagi pada waktu jam makan siang, kedai nasi yang juga menyediakan tempat duduk lesehan itu dipenuhi pengunjung.

Soal rasa, tidak kalah dengan yang lain. Meski harga “manenggang” (terjangkau), akan tetapi cita rasanya hampir menyamai masakan di rumah makan maupun restoran.

“Masakannya enak, pedasnya pas, lauknya juga sedap,” ujar Mufri, seorang pengunjung yang sedang makan siang di kedai nasi itu, Senin (28/9/2020).

Ada yang unik di kedai nasi milik Hajah Lena Muhammad Nasir ini. Selain karena harga yang relatif terjangkau, pengunjung diperbolehkan mengambil lauk (sambal) sesuka hati. Sedangkan nasi diambilkan oleh pelayan kedai.

“Dari dulu saya ingin menciptakan tempat makan yang nyaman bagi siapa saja, selain nyaman, juga nikmat dan mengenyangkan,” katanya.

Menu masakan di kedai nasi “Al Ananda” ini pun tidak monoton. Selalu berganti, diantaranya seperti goreng ikan, samba lado tanak, asam padeh ikan, sup ayam, dan lainnya.

Lena mengaku, awalnya dirinya berjualan Nasi Padang dengan harga sama dengan rumah makan kebanyakan, Rp18.000 seporsi. Namun sejak pandemi Covid-19 melanda, dirinya menurunkan harga menjadi Rp5.000 seporsi tanpa mengurangi porsi dan rasa. Lena tidak ingin siapa saja yang bersantap di kedai nasi miliknya merasa terbebani dengan harga.

“Saya tidak pernah menghitung berapa modal atau untung, yang saya tahu, setiap berbelanja kebutuhan untuk kedai ini pasti selalu ada uang, bahkan selalu berlebih,” katanya.

Ustazah lulusan Kairo ini selalu percaya dengan keajaiban bersedekah. Ketika bersedekah, akan banyak rejeki yang mengalir. Bahkan Lena bertekad setelah ini akan menggratiskan Nasi Padang olahan tangannya untuk siapa saja.

“Saya tak tega ketika melihat mereka yang kurang mampu kesulitan untuk makan,” katanya.

Kedai nasi “Al Ananda” cukup mudah ditemui. Bagi yang ingin merasakan masakan Lena, pengunjung dapat masuk dari simpang depan BCA Ulak Karang. Kedai nasi ini buka dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Bahkan pada sore hingga malam hari, Lena mengganti menu masakannya menjadi pecel ayam, juga dengan harga Rp5.000 seporsi.